Salam untuk Diabetes

Salam (Syzygium polyanthum) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Tinjauan Sistematis Potensi Antidiabetes Daun Salam (Syzygium polyanthum) pada Model In Vivo dan In Vitro

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    18 studi yang memenuhi kriteria inklusi (12 studi in vivo pada hewan, 6 studi in vitro)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang dosis pada studi hewan 100-400 mg/kg BB selama 14-28 hari
    Temuan:
    Daun salam secara konsisten menunjukkan efek penurun glukosa darah melalui penghambatan α-glukosidase dan peningkatan sensitivitas insulin. Mekanisme utama melibatkan senyawa flavonoid dan tanin yang terkandung dalam ekstrak.
  2. Uji Klinis Acak Terkontrol Placebo tentang Efek Ekstrak Daun Salam terhadap Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2, dibagi menjadi kelompok ekstrak (n=30) dan placebo (n=30)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak etanolik daun salam dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak daun salam selama 12 minggu menurunkan HbA1c sebesar 0,8% dan glukosa puasa sebesar 25 mg/dL dibandingkan placebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Salam pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin-Nikotinamid

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Hewan)
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 5 kelompok (kontrol normal, kontrol diabetes, 3 dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 28 hari
    Temuan:
    Ekstrak dosis 200 mg/kg BB menunjukkan penurunan glukosa darah sebesar 45% setelah 28 hari, setara dengan glibenklamid. Selain itu, terjadi perbaikan profil lipid dan stres oksidatif.
  4. Penghambatan α-Glukosidase dan α-Amilase oleh Ekstrak Daun Salam sebagai Mekanisme Antidiabetes secara In Vitro

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    In Vitro
    Sampel:
    Ekstrak daun salam (konsentrasi 10-500 µg/mL) diuji pada enzim α-glukosidase dan α-amilase
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada durasi; konsentrasi in vitro seri 10–500 µg/mL
    Temuan:
    Ekstrak daun salam menghambat α-glukosidase dengan IC50 45,2 µg/mL dan α-amilase dengan IC50 78,5 µg/mL. Aktivitas ini lebih kuat dibandingkan acarbose pada konsentrasi rendah.
  5. Meta-Analisis Efek Antidiabetes Ekstrak Daun Salam pada Model Hewan Diabetes

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi hewan dengan total 128 tikus diabetes (induksi STZ atau aloksan)
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata dosis 200 mg/kg BB selama 21 hari (rentang 14–28 hari)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan glukosa darah yang signifikan secara keseluruhan (efek standar rata-rata -1,87, p<0,001). Dosis optimal berkisar antara 150-250 mg/kg BB.
  6. Pengaruh Ekstrak Daun Salam terhadap Resistensi Insulin pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Diet Tinggi Lemak dan Streptozotocin

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Hewan)
    Sampel:
    28 tikus Wistar jantan, dibagi 4 kelompok (kontrol normal, diabetes tanpa perlakuan, diabetes + ekstrak, diabetes + metformin)
    Dosis/Durasi:
    250 mg/kg BB per oral sekali sehari selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak daun salam dosis 250 mg/kg BB menurunkan indeks HOMA-IR sebesar 60% dan meningkatkan ekspresi GLUT4 di jaringan adiposa. Efeknya sebanding dengan metformin.


Cari: