Ketumbar untuk Diabetes

Ketumbar (Coriandrum sativum) untuk Diabetes, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Ekstrak Biji Ketumbar terhadap Kadar Gula Darah Puasa pada Pasien Diabetes Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT (Randomized Controlled Trial)
    Sampel:
    60 pasien diabetes tipe 2 (30 kelompok intervensi, 30 plasebo), usia 40-65 tahun, tanpa komplikasi mayor
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak biji ketumbar (standar 1% linalool) dua kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak biji ketumbar secara signifikan menurunkan kadar gula darah puasa dan HbA1c dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Meta-Analisis Efek Tanaman Ketumbar (Coriandrum sativum) terhadap Kontrol Glikemik pada Diabetes Melitus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi klinis (total 412 partisipan) yang mengevaluasi efek ketumbar pada glukosa darah dan HbA1c
    Dosis/Durasi:
    Beragam dosis (200-1000 mg/hari) dan durasi (4-16 minggu); analisis subkelompok menunjukkan dosis tinggi dan durasi panjang memberikan efek lebih besar
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan signifikan glukosa darah puasa (rata-rata -18 mg/dL) dan HbA1c (-0,5%) pada kelompok yang menerima ekstrak ketumbar dibandingkan kontrol. Efek lebih nyata pada dosis ≥500 mg/hari dan durasi ≥8 minggu.
  3. Pengaruh Ekstrak Etanol Daun Ketumbar terhadap Kadar Glukosa Darah dan Profil Lipid pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus Wistar jantan, dibagi 5 kelompok: normal, diabetes kontrol, diabetes + metformin, diabetes + ekstrak dosis 200 mg/kgBB, diabetes + ekstrak dosis 400 mg/kgBB
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kgBB ekstrak etanol daun ketumbar diberikan secara oral selama 21 hari
    Temuan:
    Ekstrak daun ketumbar dosis 400 mg/kgBB menurunkan glukosa darah secara signifikan (p<0.01) dan memperbaiki profil lipid (kolesterol total, trigliserida, LDL) mendekati kelompok normal. Efek setara dengan metformin.
  4. Tinjauan Sistematis Potensi Antidiabetes Tanaman Ketumbar (Coriandrum sativum) dari Studi In Vitro, In Vivo, dan Klinis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    25 studi (7 in vitro, 15 in vivo pada hewan, 3 uji klinis pada manusia) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis tunggal; rentang dosis pada studi manusia 250-1000 mg/hari, durasi 4-24 minggu
    Temuan:
    Ketumbar menunjukkan aktivitas antidiabetes melalui berbagai mekanisme: penghambatan α-glukosidase, peningkatan sekresi insulin, dan efek antioksidan. Bukti klinis masih terbatas namun menjanjikan, terutama pada penggunaan ekstrak biji.
  5. Pengaruh Konsumsi Biji Ketumbar terhadap Sensitivitas Insulin dan Kadar Adiponektin pada Penderita Prediabetes

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Klinis Pra-Eksperimental
    Sampel:
    40 subjek prediabetes (kadar gula darah puasa 100-125 mg/dL), usia 30-55 tahun, tanpa riwayat obat antidiabetes
    Dosis/Durasi:
    10 gram biji ketumbar diseduh dalam 200 ml air panas, diminum 2 kali sehari sebelum makan, selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi biji ketumbar utuh (diseduh sebagai teh) selama 8 minggu meningkatkan sensitivitas insulin (HOMA-IR menurun 25%) dan kadar adiponektin meningkat secara signifikan. Tidak ada perubahan signifikan pada berat badan.


Cari: