Jambu Biji untuk Anemia

Jambu Biji (Psidium guajava) untuk Anemia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh Konsumsi Buah Jambu Biji (Psidium guajava) terhadap Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Anemia

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 remaja putri usia 12-18 tahun dengan kadar hemoglobin <12 g/dL
    Dosis/Durasi:
    150 g buah segar per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Konsumsi 150 g buah jambu biji setiap hari selama 8 minggu secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (rata-rata +1,2 g/dL) dan feritin serum dibandingkan kelompok kontrol.
  2. Efek Ekstrak Daun Jambu Biji terhadap Eritropoiesis pada Tikus Anemia yang Diinduksi Fenilhidrazin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan dewasa, dibagi 5 kelompok (kontrol, anemia, dan tiga dosis ekstrak)
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100, 200, dan 400 mg/kgBB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol daun jambu biji dosis 200 mg/kgBB selama 14 hari meningkatkan jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin secara signifikan, setara dengan suplementasi besi.
  3. Systematic Review dan Meta-Analisis: Efektivitas Buah Kaya Vitamin C (Termasuk Jambu Biji) dalam Meningkatkan Status Besi pada Wanita Usia Subur

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (n=1.245 wanita usia subur), 4 studi spesifik jambu biji
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, umumnya 100-200 g buah per hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi buah kaya vitamin C, termasuk jambu biji, meningkatkan kadar hemoglobin (SMD 0,45; 95% CI 0,28-0,62) dan feritin serum, dengan efek terbesar pada kelompok anemia defisiensi besi.
  4. Suplementasi Jus Jambu Biji sebagai Terapi Adjuvan pada Ibu Hamil dengan Anemia Defisiensi Besi

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 ibu hamil trimester II dengan Hb 8-10 g/dL, dibagi kelompok jus jambu biji + tablet besi dan tablet besi saja
    Dosis/Durasi:
    200 mL jus jambu biji segar (setara 3 buah) setiap hari + 60 mg besi elemental selama 6 minggu
    Temuan:
    Kelompok yang mendapat jus jambu biji (200 mL/hari) selama 6 minggu menunjukkan peningkatan Hb yang lebih besar (+1,8 g/dL) dibandingkan kontrol (+1,1 g/dL), serta penyerapan besi yang lebih baik.
  5. Pengaruh Pemberian Jus Jambu Biji terhadap Kadar Hemoglobin dan Eritrosit pada Anak Sekolah Dasar dengan Anemia Ringan

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Quasi-Eksperimental
    Sampel:
    50 anak usia 6-9 tahun dengan kadar hemoglobin 10-11 g/dL di daerah endemis malaria
    Dosis/Durasi:
    150 mL jus jambu biji (tanpa gula tambahan) per hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Pemberian 150 mL jus jambu biji setiap hari selama 4 minggu meningkatkan kadar hemoglobin rata-rata sebesar 0,9 g/dL dan jumlah eritrosit, tanpa efek samping signifikan.
  6. Potensi Fraksi Polifenol Daun Jambu Biji sebagai Agen Peningkat Penyerapan Zat Besi secara In Vitro dan In Vivo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    In vitro (Caco-2 cell line) dan in vivo (tikus Sprague-Dawley, n=24)
    Dosis/Durasi:
    Fraksi polifenol 50 mg/kgBB per oral selama 10 hari
    Temuan:
    Fraksi polifenol daun jambu biji meningkatkan penyerapan zat besi hingga 2,5 kali lipat secara in vitro, dan pada tikus anemia meningkatkan kadar hemoglobin setara dengan asam askorbat.


Cari: