Andaliman / Batak Pepper untuk Anemia

Andaliman / Batak Pepper (Zanthoxylum acanthopodium) untuk Anemia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Ekstrak Etanol Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin pada Tikus Anemia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    30 ekor tikus putih jantan, dibagi 5 kelompok: kontrol normal, kontrol anemia, dan tiga kelompok perlakuan dosis 100, 200, 400 mg/kg BB
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 400 mg/kg BB per oral selama 14 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak andaliman dosis 200 mg/kg BB selama 14 hari meningkatkan kadar hemoglobin secara signifikan (p<0.05) dibandingkan kelompok anemia. Kandungan zat besi dan vitamin C pada andaliman berperan dalam stimulasi eritropoiesis.
  2. Analisis Kandungan Zat Besi dan Vitamin C pada Buah Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium) sebagai Potensi Pangan Fungsional untuk Anemia

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Analitik
    Sampel:
    Buah andaliman segar dari tiga lokasi berbeda di Sumatera Utara (Karo, Toba, Samosir)
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada (analisis kandungan)
    Temuan:
    Kandungan zat besi rata-rata mencapai 15,2 mg/100g dan vitamin C 45 mg/100g, menjadikan andaliman sebagai sumber zat besi nabati yang potensial. Konsumsi rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi harian untuk pencegahan anemia.
  3. Uji Aktivitas Antioksidan dan Efek Hematopoietik Ekstrak Andaliman pada Mencit Anemia yang Diinduksi Fenilhidrazin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    25 ekor mencit jantan galur Swiss, diinduksi anemia dengan fenilhidrazin (50 mg/kg BB), dibagi 5 kelompok
    Dosis/Durasi:
    100, 200, 300 mg/kg BB per oral selama 10 hari
    Temuan:
    Ekstrak andaliman dosis 300 mg/kg BB meningkatkan jumlah eritrosit dan hemoglobin setara dengan suplemen besi (FeSO₄). Aktivitas antioksidan ekstrak menurunkan kadar malondialdehid (MDA) sehingga melindungi sel darah merah dari stres oksidatif.
  4. Formulasi dan Evaluasi Tablet Hisap Andaliman sebagai Suplemen Zat Besi untuk Pencegahan Anemia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Formulasi dan Uji In Vitro
    Sampel:
    Tablet hisap dengan variasi konsentrasi ekstrak andaliman (10%, 25%, 40%) dan uji disolusi menggunakan alat tipe 2 (paddle)
    Dosis/Durasi:
    1 tablet dua kali sehari (dosis usulan)
    Temuan:
    Tablet hisap dengan ekstrak andaliman 25% memiliki kadar zat besi 5 mg/tablet dan profil disolusi yang memenuhi syarat (≥85% dalam 45 menit). Formulasi ini berpotensi sebagai suplemen anemia yang praktis dan disukai.
  5. Meta-Analisis: Efektivitas Tanaman Genus Zanthoxylum terhadap Kadar Hemoglobin pada Model Hewan Anemia

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi dari berbagai negara (Indonesia, China, India) dengan total 280 hewan coba, termasuk spesies Zanthoxylum acanthopodium, Z. bungeanum, dan Z. armatum
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata dosis 200–400 mg/kg BB selama 14 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa ekstrak Zanthoxylum secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin (SMD = 1,24; 95% CI: 0,89–1,59; p<0,01) dibandingkan kontrol. Andaliman (Z. acanthopodium) memberikan efek terbesar di antara spesies yang diuji.


Cari: