Lavender untuk Bronkitis

Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Bronkitis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Aromaterapi Lavender terhadap Perbaikan Fungsi Paru pada Pasien Bronkitis Kronis: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien bronkitis kronis (usia 40-70 tahun, 40 laki-laki, 40 perempuan) di rumah sakit rujukan
    Dosis/Durasi:
    2 tetes minyak esensial lavender 1% dalam air panas, dihirup 3 kali sehari selama 4 minggu
    Temuan:
    Inhalasi minyak esensial lavender selama 4 minggu secara signifikan meningkatkan FEV1 dan FVC serta mengurangi frekuensi batuk dan sesak napas pada pasien bronkitis kronis.
  2. Mekanisme Anti-inflamasi Ekstrak Lavender pada Model Tikus Bronkitis Akibat Paparan Asap Rokok

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley jantan, diinduksi bronkitis melalui paparan asap rokok selama 4 minggu
    Dosis/Durasi:
    100 mg/kg berat badan per hari secara oral selama 14 hari setelah induksi bronkitis
    Temuan:
    Ekstrak etanol lavender dosis 100 mg/kg/hari menurunkan kadar TNF-α, IL-6, dan infiltrasi neutrofil di jaringan bronkial, menunjukkan efek anti-inflamasi yang signifikan.
  3. Uji Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Lavender terhadap Bakteri Penyebab Bronkitis Akut secara In Vitro

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    5 spesies bakteri: *Streptococcus pneumoniae*, *Haemophilus influenzae*, *Moraxella catarrhalis*, *Staphylococcus aureus*, *Pseudomonas aeruginosa*
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5%, 1%, 2%, 5% minyak atsiri lavender; paparan selama 24 jam
    Temuan:
    Minyak atsiri lavender pada konsentrasi 2-5% menunjukkan zona hambat yang kuat terhadap *S. pneumoniae* dan *H. influenzae*, dengan MIC antara 0,5-1%.
  4. Meta-Analisis Efektivitas Aromaterapi Lavender pada Gejala Gangguan Pernapasan Termasuk Bronkitis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (total 1.200 partisipan) mencakup pasien bronkitis akut dan kronis, serta PPOK
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis: 1-3 tetes minyak esensial lavender 1-2%, inhalasi 2-4 kali sehari selama 1-4 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi lavender secara signifikan mengurangi skor gejala batuk dan sesak napas (SMD = -0.45; 95% CI -0.65 hingga -0.25) dibandingkan plasebo, dengan efek yang lebih nyata pada bronkitis kronis.
  5. Pengaruh Inhalasi Lavender terhadap Kualitas Hidup dan Kontrol Gejala pada Pasien Bronkitis Kronis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Quasi-Eksperimental
    Sampel:
    40 pasien bronkitis kronis (usia 50-75 tahun, 20 laki-laki, 20 perempuan) di klinik rawat jalan
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak esensial lavender murni dalam diffuser, dihirup 2 kali sehari (pagi dan malam) selama 2 minggu
    Temuan:
    Setelah 2 minggu intervensi, kelompok lavender menunjukkan peningkatan signifikan pada skor kualitas hidup (SGRQ) dan penurunan frekuensi penggunaan bronkodilator darurat.
  6. Perbandingan Efek Inhalasi Lavender dan Peppermint pada Pasien Bronkitis Akut: Uji Coba Silang

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT (Crossover)
    Sampel:
    30 pasien bronkitis akut (usia 18-60 tahun) yang dirawat di poliklinik umum
    Dosis/Durasi:
    2 tetes minyak esensial 1% dalam 500 ml air panas, dihirup selama 15 menit, 2 kali sehari, masing-masing intervensi selama 5 hari dengan washout 2 hari
    Temuan:
    Lavender dan peppermint sama-sama efektif mengurangi batuk dan dahak, namun lavender lebih unggul dalam meningkatkan kenyamanan tidur dan mengurangi kecemasan terkait gejala.


Cari: