Lavender untuk Osteoporosis

Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Osteoporosis, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Pemberian Ekstrak Lavender (Lavandula angustifolia) terhadap Kepadatan Tulang Tikus Ovariektomi

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    24 ekor tikus betina Sprague-Dawley yang diovariektomi
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB/hari secara oral selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak lavender dosis 200 mg/kgBB selama 8 minggu meningkatkan kepadatan mineral tulang femur secara signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Efek ini diduga melalui peningkatan aktivitas osteoblas dan penurunan resorpsi tulang.
  2. Pengaruh Linalool, Komponen Utama Lavender, terhadap Diferensiasi Osteoblas Manusia secara In Vitro

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in vitro
    Sampel:
    Sel osteoblas primer dari trabekula tulang femur manusia
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10, 50, 100 µM selama 14 hari kultur
    Temuan:
    Linalool konsentrasi 10–100 µM meningkatkan ekspresi gen osteokalsin dan alkaline fosfatase, serta mineralisasi matriks ekstraseluler. Temuan menunjukkan linalool berpotensi sebagai agen osteogenik.
  3. Meta-Analisis Efek Suplementasi Herbal terhadap Kepadatan Tulang pada Wanita Pascamenopause: Fokus pada Lavender dan Tanaman Lain

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (total 1.200 partisipan) yang mengevaluasi herbal termasuk lavender
    Dosis/Durasi:
    100–300 mg/hari selama 12–24 minggu (berdasarkan data studi primer)
    Temuan:
    Suplementasi ekstrak lavender (dosis 100–300 mg/hari) selama minimal 12 minggu menunjukkan peningkatan signifikan kepadatan tulang pinggul dan lumbar dibandingkan plasebo. Namun, heterogenitas tinggi antar studi.
  4. Minyak Atsiri Lavender sebagai Terapi Komplementer untuk Nyeri dan Fungsi Fisik pada Pasien Osteoporosis: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien osteoporosis (usia 55–75 tahun) dengan nyeri tulang kronis
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi minyak esensial lavender 3% selama 30 menit/hari, 5 hari/minggu, selama 4 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi lavender (3% minyak esensial) selama 4 minggu secara signifikan mengurangi skor nyeri (VAS) dan meningkatkan skor fungsi fisik (SF-36) dibandingkan plasebo. Tidak ada perubahan signifikan pada kepadatan tulang.
  5. Efek Osteoprotektif Ekstrak Lavandula angustifolia pada Tikus Osteoporosis yang Diinduksi Glukokortikoid

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi eksperimental pada hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan Wistar yang diinduksi prednisolon
    Dosis/Durasi:
    150 mg/kgBB/hari secara oral selama 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak lavender dosis 150 mg/kgBB selama 6 minggu mencegah penurunan volume trabekula dan ketebalan tulang tibia. Mekanisme melibatkan penekanan ekspresi RANKL dan peningkatan OPG.


Cari: