Lavender untuk Pneumonia

Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aktivitas Antimikroba Minyak Esensial Lavender (Lavandula angustifolia) terhadap Streptococcus pneumoniae

    Tahun:
    2010
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    10 isolat klinis Streptococcus pneumoniae dan satu strain referensi ATCC 49619
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 0,5–2 μL/mL; waktu kontak 24 jam untuk KHM, 4 jam untuk uji bakterisidal
    Temuan:
    Minyak esensial lavender menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap semua isolat dengan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) berkisar antara 0,5–2 μL/mL. Efek bakterisidal diamati pada konsentrasi 2×KHM dalam waktu 4 jam.
  2. Efek Anti-inflamasi Inhalasi Minyak Esensial Lavender pada Model Cedera Paru Akut yang Diinduksi Lipopolisakarida pada Tikus

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan dewasa (berat 200–250 g) dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol, LPS, LPS+lavender dosis rendah, LPS+lavender dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Dosis rendah: 0,1 mL/kg; dosis tinggi: 0,3 mL/kg; diinhalasi setiap hari selama 7 hari sebelum induksi LPS
    Temuan:
    Inhalasi minyak esensial lavender secara signifikan menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6) dan jumlah neutrofil dalam cairan bronkoalveolar. Histologi paru menunjukkan pengurangan edema dan infiltrasi sel radang pada kelompok perlakuan.
  3. Sinergisme Minyak Esensial Lavender dengan Antibiotik Konvensional terhadap Klebsiella pneumoniae Multiresisten

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro (Uji Sinergisme)
    Sampel:
    5 isolat klinis Klebsiella pneumoniae penghasil extended-spectrum β-lactamase (ESBL) dan satu strain kontrol
    Dosis/Durasi:
    Minyak lavender: 0,25–2% (v/v); antibiotik sesuai serial dilusi; inkubasi 18–24 jam
    Temuan:
    Kombinasi minyak esensial lavender dengan gentamisin atau siprofloksasin menunjukkan efek sinergis dengan nilai Fractional Inhibitory Concentration Index (FICI) <0,5 pada 3 dari 5 isolat. Penggunaan kombinasi menurunkan KHM antibiotik hingga 4–8 kali lipat.
  4. Tinjauan Sistematis Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Lavender terhadap Patogen Saluran Pernapasan

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi in vitro dan in vivo yang memenuhi kriteria inklusi (dari 120 artikel yang disaring)
    Dosis/Durasi:
    Tidak dilaporkan secara seragam; rentang konsentrasi 0,1–5 μL/mL dalam berbagai durasi paparan
    Temuan:
    Minyak atsiri lavender menunjukkan aktivitas antimikroba yang konsisten terhadap Streptococcus pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Klebsiella pneumoniae dengan KHM antara 0,25–4 μL/mL. Namun, efektivitas klinis pada pneumonia manusia masih belum didukung oleh uji coba terkontrol secara acak.
  5. Efek Aromaterapi Lavender sebagai Terapi Tambahan pada Pasien Pneumonia Komunitas: Uji Klinis Acak Tersamar

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    60 pasien dewasa (usia 18–65 tahun) dengan pneumonia komunitas derajat ringan-sedang; 30 kelompok intervensi, 30 kontrol
    Dosis/Durasi:
    3 tetes minyak esensial lavender 100% dalam diffuser; inhalasi 30 menit dua kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Kelompok yang menerima aromaterapi lavender (inhalasi 2×30 menit/hari) selama 7 hari menunjukkan perbaikan skor gejala (batuk, sesak, demam) lebih cepat dibandingkan kontrol (p<0,05). Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.


Cari: