Lavender untuk Insomnia

Lavender (Lavandula angustifolia) untuk Insomnia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Pasien Insomnia: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 studi RCT dengan total 562 partisipan (dewasa dengan insomnia primer atau sekunder)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 2–4 tetes minyak esensial lavender (2–10% konsentrasi) selama 15–30 menit sebelum tidur, durasi 2–4 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi lavender secara signifikan meningkatkan kualitas tidur (skor PSQI) dan mengurangi waktu laten tidur. Efeknya lebih besar pada pemberian inhalasi dibandingkan oral.
  2. Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Lansia dengan Insomnia: Uji Coba Acak Terkontrol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 lansia (usia 65–80 tahun) dengan insomnia kronis di panti jompo
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak lavender (100% murni) pada bantal selama 20 menit setiap malam selama 4 minggu
    Temuan:
    Inhalasi lavender secara signifikan menurunkan skor Insomnia Severity Index (ISI) dan meningkatkan durasi tidur. Tidak ada efek samping signifikan yang dilaporkan.
  3. Efek Kapsul Oral Lavender terhadap Kualitas Tidur Pasien Insomnia: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dewasa (usia 18–65 tahun) dengan insomnia primer (skor PSQI >5)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul 80 mg ekstrak Lavandula angustifolia (standar linalool 25%) diminum 1 jam sebelum tidur setiap malam selama 4 minggu
    Temuan:
    Kapsul oral lavender (80 mg/hari) memperbaiki kualitas tidur dan mengurangi kecemasan pada pasien insomnia. Efeknya setara dengan dosis rendah lorazepam tanpa efek sedasi berlebih.
  4. Tinjauan Sistematis Pengaruh Aromaterapi Lavender terhadap Gangguan Tidur

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi (13 RCT, 2 quasi-eksperimen) dengan total 1.023 partisipan dari berbagai populasi (lansia, pasien ICU, pascaoperasi)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi: inhalasi 2–5 tetes minyak esensial (1–10% konsentrasi) selama 10–30 menit, atau oral 80–160 mg/hari, durasi 1–4 minggu
    Temuan:
    Bukti konsisten menunjukkan lavender meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi waktu laten tidur. Namun, heterogenitas dosis dan durasi membatasi rekomendasi klinis yang definitif.
  5. Aromaterapi Lavender untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Pasien ICU: Uji Coba Acak Terkontrol

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien dewasa di ICU (usia 20–70 tahun) dengan gangguan tidur akibat lingkungan
    Dosis/Durasi:
    2 tetes minyak lavender (10% dalam minyak carrier) pada bantal setiap malam selama 3 malam berturut-turut
    Temuan:
    Inhalasi lavender menurunkan waktu laten tidur (rata-rata 15 menit lebih cepat) dan meningkatkan durasi tidur malam. Pasien melaporkan merasa lebih segar saat bangun.
  6. Pengaruh Minyak Esensial Lavender terhadap Kualitas Tidur pada Mahasiswa dengan Insomnia

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 mahasiswa (usia 18–25 tahun) dengan insomnia ringan hingga sedang (skor ISI 8–14)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak lavender (100% murni) pada diffuser selama 15 menit sebelum tidur setiap malam selama 2 minggu
    Temuan:
    Aromaterapi lavender meningkatkan kualitas tidur (skor PSQI) dan menurunkan tingkat stres persepsi. Efek positif terlihat setelah 2 minggu penggunaan.


Cari: