Advertisement
Chamaemelum nobile, yang lebih dikenal sebagai Roman Chamomile, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Berbeda dengan German Chamomile (Matricaria chamomilla) yang tumbuh tegak, spesies ini memiliki habitus merambat atau menjalar di permukaan tanah, dengan batang yang berbulu halus dan daun menyirip ganda yang sangat terbagi hingga menyerupai benang. Bunganya menyerupai bunga aster dengan kelopak putih di sekeliling cakram kuning yang mengerucut, serta aroma apel yang khas – nama “chamomile” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “apel tanah”. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi sekitar 30 cm dan menyebar melalui stolon, sehingga kerap digunakan sebagai tanaman penutup tanah yang harum.
Advertisement
Tumbuhan ini berasal dari Eropa Barat dan Barat Daya, khususnya di daerah beriklim sedang dengan tanah yang memiliki drainase baik serta paparan sinar matahari penuh. Chamaemelum nobile sering dijumpai tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan lahan kering berbatu. Sejak zaman Romawi kuno, tanaman ini telah dibudidayakan untuk keperluan pengobatan dan ritual – dari situlah nama “Roman Chamomile” berasal. Minyak atsiri yang diekstrak dari bunganya mengandung senyawa aktif seperti chamazulene, bisabolol, dan flavonoid yang memberikan efek antiinflamasi, antispasmodik, dan menenangkan. Selain itu, tanaman ini juga dikenal sebagai “penguat taman” karena kemampuannya menarik serangga penyerbuk sekaligus mengusir hama tertentu.
Dalam penggunaannya secara tradisional, Roman Chamomile dimanfaatkan sebagai teh herbal yang membantu mengatasi gangguan tidur, kecemasan, dan masalah pencernaan. Ekstraknya sering menjadi bahan utama dalam produk perawatan kulit karena sifatnya yang menenangkan iritasi dan mempercepat penyembuhan luka. Di luar aspek medis, Chamaemelum nobile juga populer dalam lansekap karena aroma manis yang dikeluarkan saat terinjak – sehingga kerap ditanam di sela-sela batu taman atau sebagai pembatas jalur setapak. Meskipun relatif mudah tumbuh, tanaman ini membutuhkan pemangkasan rutin untuk menjaga bentuk dan mencegah penyebaran yang tidak terkendali. Dengan sejarah panjang sejak era Yunani dan Romawi, Roman Chamomile tetap menjadi salah satu herba multifungsi yang paling dihargai di dunia.
Manfaat Roman Chamomile untuk kesehatan.
Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) oleh chamazulene dan alpha-bisabolol, serta penekanan aktivasi NF-κB oleh apigenin, sehingga mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.
Peningkatan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh luteolin dan apigenin; juga kemampuan langsung menangkal radikal bebas (DPPH, ABTS).
Gangguan integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi komponen hidrofobik minyak atsiri (terutama chamazulene dan alpha-bisabolol) dengan lipid bilayer, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel.
Modulasi reseptor GABA-A melalui ikatan apigenin pada subunit benzodiazepin, meningkatkan afinitas GABA tanpa menimbulkan efek samping seperti sedasi berat; juga interaksi dengan reseptor serotonin 5-HT1A.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Roman Chamomile.