Advertisement
Chamaemelum nobile, yang lebih dikenal sebagai Roman Chamomile, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Berbeda dengan German Chamomile (Matricaria chamomilla) yang tumbuh tegak, spesies ini memiliki habitus merambat atau menjalar di permukaan tanah, dengan batang yang berbulu halus dan daun menyirip ganda yang sangat terbagi hingga menyerupai benang. Bunganya menyerupai bunga aster dengan kelopak putih di sekeliling cakram kuning yang mengerucut, serta aroma apel yang khas – nama “chamomile” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “apel tanah”. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi sekitar 30 cm dan menyebar melalui stolon, sehingga kerap digunakan sebagai tanaman penutup tanah yang harum.
Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan punya tanah yang drainasenya bagus. Aslinya dari Eropa Barat dan Afrika Utara, dia tipe tanaman yang tangguh dan bisa tumbuh merambat di tanah, sering ditemukan di area padang rumput atau lahan terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Kamomil Roma (Chamaemelum nobile):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Sistem perakarannya serabut yang cukup kuat dan menjalar di bawah permukaan tanah. |
| Batang | Batangnya bercabang banyak, cenderung tumbuh merambat atau mendatar (prostrate), dan punya tekstur yang agak berbulu halus. |
| Daun | Daunnya berwarna hijau cerah, bentuknya menyirip ganda (bipinnate) dengan segmen yang sangat halus, hampir mirip kayak jarum-jarum kecil. |
| Bunga | Bunga tunggal dengan kelopak berwarna putih yang mengelilingi pusat (cakram) berwarna kuning cerah. Bunganya punya aroma apel yang khas kalau diremas. |
| Buah Dan Biji | Buahnya tipe achene yang sangat kecil, kering, dan nggak pecah saat sudah matang, berisi biji tunggal yang ringan. |
8 Manfaat Kamomil Roma untuk kesehatan.
Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) oleh chamazulene dan alpha-bisabolol, serta penekanan aktivasi NF-κB oleh apigenin, sehingga mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.
Peningkatan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh luteolin dan apigenin; juga kemampuan langsung menangkal radikal bebas (DPPH, ABTS).
Gangguan integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi komponen hidrofobik minyak atsiri (terutama chamazulene dan alpha-bisabolol) dengan lipid bilayer, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kamomil Roma.
Interaksi & Kontraindikasi Kamomil Roma dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kamomil Roma (Chamaemelum nobile) umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi atau digunakan secara topikal oleh kebanyakan orang. Namun, penggunaan tanaman herbal ini tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama pada individu yang memiliki sensitivitas tertentu. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah reaksi alergi, khususnya pada orang yang memiliki riwayat alergi terhadap tanaman dari famili Asteraceae/Compositae (seperti ragweed, bunga marigold, dan daisy). Reaksi alergi ini dapat berupa dermatitis kontak jika diaplikasikan secara topikal, atau manifestasi sistemik seperti reaksi anafilaksis pada kasus yang sangat sensitif akibat kandungan lakton seskuiterpen di dalamnya.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kamomil Roma.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kamomil Roma.