Kamomil Roma

Roman Chamomile | Chamaemelum nobile
Nama
Kamomil Roma (Roman Chamomile)
Nama Latin/Ilmiah
Chamaemelum nobile
Bagian Digunakan
Bunga
Rasa
Apel
Nama Lain
Garden chamomile (United States), English chamomile (United Kingdom), camomille romaine (France), manzanilla romana (Spain)
Asal
Inggris, Prancis, Spanyol, Portugal, Maroko
Kandungan Utama
Minyak atsiri, flavonoid, seskuiterpen lakton

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kamomil Roma

Chamaemelum nobile, yang lebih dikenal sebagai Roman Chamomile, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Berbeda dengan German Chamomile (Matricaria chamomilla) yang tumbuh tegak, spesies ini memiliki habitus merambat atau menjalar di permukaan tanah, dengan batang yang berbulu halus dan daun menyirip ganda yang sangat terbagi hingga menyerupai benang. Bunganya menyerupai bunga aster dengan kelopak putih di sekeliling cakram kuning yang mengerucut, serta aroma apel yang khas – nama “chamomile” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “apel tanah”. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi sekitar 30 cm dan menyebar melalui stolon, sehingga kerap digunakan sebagai tanaman penutup tanah yang harum.

Baca Lebih Lanjut
Update: 23 Agu 2026 - 22:41:31
 

II. Ciri-ciri Kamomil Roma

Tanaman ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari penuh dan punya tanah yang drainasenya bagus. Aslinya dari Eropa Barat dan Afrika Utara, dia tipe tanaman yang tangguh dan bisa tumbuh merambat di tanah, sering ditemukan di area padang rumput atau lahan terbuka. Karakteristik/ciri-ciri Kamomil Roma (Chamaemelum nobile):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Sistem perakarannya serabut yang cukup kuat dan menjalar di bawah permukaan tanah.
Batang Batangnya bercabang banyak, cenderung tumbuh merambat atau mendatar (prostrate), dan punya tekstur yang agak berbulu halus.
Daun Daunnya berwarna hijau cerah, bentuknya menyirip ganda (bipinnate) dengan segmen yang sangat halus, hampir mirip kayak jarum-jarum kecil.
Bunga Bunga tunggal dengan kelopak berwarna putih yang mengelilingi pusat (cakram) berwarna kuning cerah. Bunganya punya aroma apel yang khas kalau diremas.
Buah Dan Biji Buahnya tipe achene yang sangat kecil, kering, dan nggak pecah saat sudah matang, berisi biji tunggal yang ringan.

III. Manfaat Kamomil Roma

8 Manfaat Kamomil Roma untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) oleh chamazulene dan alpha-bisabolol, serta penekanan aktivasi NF-κB oleh apigenin, sehingga mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Chamazulene, α-Bisabolol, Apigenin
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antioksidan

    Peningkatan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh luteolin dan apigenin; juga kemampuan langsung menangkal radikal bebas (DPPH, ABTS).

    Senyawa Aktif: Luteolin, Apigenin, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas

    Gangguan integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi komponen hidrofobik minyak atsiri (terutama chamazulene dan alpha-bisabolol) dengan lipid bilayer, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel.

    Senyawa Aktif: Chamazulene, α-Bisabolol, β-Farnesene
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kamomil Roma

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kamomil Roma.

  1. Chamazulene

    Golongan: Terpenoid (Minyak Atsiri)
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat Siklooksigenase Dan Lipoksigenase), Antioksidan, Dan Antispasmodik. Studi In Vitro Dan Pada Hewan Menunjukkan Penghambatan Sintesis Leukotrien..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (Minyak Atsiri)
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat COX-2), Antimikroba (terutama Terhadap Candida Albicans Dan Staphylococcus Aureus), Serta Mempercepat Penyembuhan Luka. Uji Klinis Terbatas Pada Penggunaan Topikal..
    Tampilkan
  3. Farnesene (β-Farnesene)

    Golongan: Terpenoid (Minyak Atsiri)
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menekan Produksi TNF-α Dan IL-6), Antispasmodik (pada Otot Polos Usus), Dan Sedatif Ringan Melalui Interaksi Dengan Reseptor GABA. Bukti Terutama Dari Studi In Vitro Dan Hewan..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kamomil Roma

Interaksi & Kontraindikasi Kamomil Roma dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi dosis normal (teh) pada dewasa sehat tanpa riwayat alergi Asteraceae

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman; batasi 3–4 cangkir per hari dan hentikan bila muncul gatal, ruam, atau keluhan lain. Ref: EMA/HMPC monograph Chamomillae romanae flos (2013).

  2. Alkohol

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari kombinasi karena efek depresan sistem saraf pusat yang aditif dapat menyebabkan sedasi berlebih, gangguan koordinasi, dan memperberat risiko kecelakaan. Ref: Stockley's Herbal Medicines Interactions.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat sedatif-hipnotik/benzodiazepin (mis. diazepam, lorazepam, alprazolam)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Kombinasi dapat meningkatkan efek sedasi; konsultasikan dengan dokter dan hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin. Ref: Mills & Bone, Principles and Practice of Phytotherapy (2013).

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Kamomil Roma

Kamomil Roma (Chamaemelum nobile) umumnya dianggap aman untuk dikonsumsi atau digunakan secara topikal oleh kebanyakan orang. Namun, penggunaan tanaman herbal ini tetap dapat menimbulkan beberapa efek samping, terutama pada individu yang memiliki sensitivitas tertentu. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah reaksi alergi, khususnya pada orang yang memiliki riwayat alergi terhadap tanaman dari famili Asteraceae/Compositae (seperti ragweed, bunga marigold, dan daisy). Reaksi alergi ini dapat berupa dermatitis kontak jika diaplikasikan secara topikal, atau manifestasi sistemik seperti reaksi anafilaksis pada kasus yang sangat sensitif akibat kandungan lakton seskuiterpen di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Kamomil Roma

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kamomil Roma.

  1. Aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan ekstrak bunga Chamaemelum nobile pada sel makrofag yang diinduksi lipopolisakarida

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Ekstrak Chamaemelum nobile menurunkan produksi nitrit oksida dan sitokin proinflamasi secara signifikan. Ekstrak juga meningkatkan aktivitas enzim antioksidan katalase dan superoksida dismutase.
    Tampilkan
  2. Aktivitas antibakteri dan antibiofilm minyak atsiri Chamaemelum nobile terhadap bakteri patogen multiresisten

    Tahun: 2022
    Temuan:
    Minyak atsiri Chamaemelum nobile menunjukkan aktivitas antibakteri dengan menghambat pertumbuhan bakteri resisten. Minyak atsiri ini juga mampu menghambat pembentukan biofilm secara konsentrasi bergantung.
    Tampilkan
  3. Efek ekstrak etanol Chamaemelum nobile terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus Wistar

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Pemberian salep ekstrak Chamaemelum nobile mempercepat penutupan luka dan meningkatkan kepadatan kolagen dibandingkan kontrol. Ekstrak juga menunjukkan efek antiinflamasi lokal pada jaringan luka bakar.
    Tampilkan

VIII. FAQ Kamomil Roma

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kamomil Roma.

Apa saja senyawa aktif utama dalam Roman Chamomile (Chamaemelum nobile) dan bagaimana mekanisme kerjanya?
Roman Chamomile mengandung minyak atsiri dengan komponen utama chamazulene, α-bisabolol, dan flavonoid seperti apigenin. Chamazulene dan α-bisabolol memiliki efek anti-inflamasi dan antioksidan melalui penghambatan siklooksigenase dan lipooksigenase, serta modulasi faktor transkripsi NF-κB. Apigenin bekerja sebagai ligan reseptor benzodiazepin yang memberikan efek sedatif ringan. Referensi: Monograf Komisi E Jerman untuk Chamaemelum nobile, 1984; J Ethnopharmacol. 2014;153(1):85-95.
Bagaimana cara konsumsi Roman Chamomile yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Penggunaan umum adalah sebagai teh: seduh 2–3 gram bunga kering dalam 200 ml air mendidih selama 5–10 menit, diminum 3–4 kali sehari. Untuk ekstrak cair (tinktur), dosis umum 2–4 ml (1:5 dalam etanol 45%) tiga kali sehari. Hindari konsumsi berlebihan karena dapat menyebabkan mual atau reaksi alergi. Referensi: Blumenthal M, dkk. The Complete German Commission E Monographs. Integrative Medicine Communications, 1998.
Apakah Roman Chamomile aman digunakan pada bayi dan anak-anak?
Penggunaan topikal (sebagai salep atau kompres) umumnya dianggap aman untuk bayi di atas 3 bulan untuk mengatasi iritasi kulit ringan. Namun, konsumsi oral tidak dianjurkan pada bayi di bawah 6 bulan karena risiko botulisme (spora Clostridium) dan kurangnya data keamanan. Pada anak di atas 1 tahun, teh encer (0,5 gram bunga per cangkir) dapat digunakan dengan pengawasan. Referensi: European Medicines Agency (EMA) – Assessment report on Matricaria recutita dan Chamamelum nobile, 2015; J Pediatr Gastroenterol Nutr. 2017;64(3):e63-e68.
Apakah Roman Chamomile aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan selama kehamilan belum sepenuhnya ditetapkan karena kurangnya studi klinis. Beberapa sumber menyarankan untuk menghindari penggunaan dalam jumlah besar karena efek uterus stimulasi (dari flavonoid) yang dapat bersifat kontroversial. Penggunaan sebagai teh sesekali (1 cangkir per hari) umumnya dianggap berisiko rendah, tetapi konsultasi dengan tenaga kesehatan tetap diperlukan. Selama menyusui, tidak ada laporan efek samping pada bayi, namun data terbatas. Referensi: Ernst E, dkk. Herbal Medicine – A Concise Overview. Elsevier, 2005; Drugs and Lactation Database (LactMed), 2020.
Apa efek samping yang mungkin terjadi akibat penggunaan Roman Chamomile?
Efek samping jarang terjadi dan umumnya ringan: reaksi alergi (dermatitis kontak, rinitis, asma) terutama pada individu yang sensitif terhadap tanaman famili Asteraceae (seperti ragweed, marigold). Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan muntah, mual, atau iritasi lambung. Ada laporan interaksi dengan pengencer darah (warfarin) karena kandungan kumarin minor, namun signifikansi klinis rendah. Referensi: J Allergy Clin Immunol. 2004;113(2):S303; Pharmacotherapy. 2006;26(6):835-841.
Apakah Roman Chamomile efektif untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti perut kembung?
Ya, secara tradisional digunakan sebagai karminatif dan spasmolitik. Studi in vitro dan klinis kecil menunjukkan bahwa ekstrak Roman Chamomile dapat mengurangi kejang usus dan memperbaiki gejala dispepsia fungsional. Mekanisme meliputi relaksasi otot polos melalui penghambatan saluran kalsium dan efek anti-inflamasi lokal. Referensi: Plant Med. 2003;69(10):896-899; Alimentos e Nutrição. 2008;19(1):41-47.
Bisakah Roman Chamomile digunakan untuk membantu tidur atau mengatasi kecemasan?
Beberapa studi menunjukkan efek sedatif ringan dari apigenin yang mengikat reseptor benzodiazepin. Dalam uji klinis kecil, teh Chamomile (termasuk varietas Romawi) dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi gejala kecemasan ringan. Namun, bukti masih terbatas dan efeknya lebih rendah dibandingkan obat benzodiazepin. Referensi: J Clin Psychopharmacol. 2009;29(4):378-382; Phytomedicine. 2016;23(14):1737-1742.
Apakah ada interaksi obat yang perlu diwaspadai saat mengonsumsi Roman Chamomile?
Secara teoretis, Chamomile dapat berinteraksi dengan obat antikoagulan (warfarin, aspirin) karena efek kumarin lemah, namun laporan interaksi klinis jarang. Juga dapat mempotensiasi efek sedatif dari obat penenang (benzodiazepin, barbiturat, alkohol). Pasien yang mengonsumsi imunosupresan atau obat yang dimetabolisme oleh CYP1A2 (seperti teofilin) perlu hati-hati karena flavonoid dapat memengaruhi enzim tersebut. Referensi: Br J Clin Pharmacol. 2005;59(4):450-454; J Pharm Pract. 2015;28(3):291-296.

Chamomile

Matricaria chamomilla

Lavender

Lavandula angustifolia

Cari: