• Herbapedia.id

Roman Chamomile

Chamaemelum nobile
Nama: Roman Chamomile
Nama Latin/Ilmiah: Chamaemelum nobile
Famili: Asteraceae

Kandungan:
Minyak atsiri, flavonoid, seskuiterpen lakton
Nama Lain:
Roman chamomile (United Kingdom), garden chamomile (United States), English chamomile (United Kingdom), camomille romaine (France), manzanilla romana (Spain)
Asal:
Inggris, Prancis, Spanyol, Portugal, Maroko
Bagian Utama:
Bunga
Rasa:
Apel

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Roman Chamomile

Chamaemelum nobile, yang lebih dikenal sebagai Roman Chamomile, adalah tumbuhan herba tahunan yang termasuk dalam famili Asteraceae. Berbeda dengan German Chamomile (Matricaria chamomilla) yang tumbuh tegak, spesies ini memiliki habitus merambat atau menjalar di permukaan tanah, dengan batang yang berbulu halus dan daun menyirip ganda yang sangat terbagi hingga menyerupai benang. Bunganya menyerupai bunga aster dengan kelopak putih di sekeliling cakram kuning yang mengerucut, serta aroma apel yang khas – nama “chamomile” sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti “apel tanah”. Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi sekitar 30 cm dan menyebar melalui stolon, sehingga kerap digunakan sebagai tanaman penutup tanah yang harum.

Advertisement

Tumbuhan ini berasal dari Eropa Barat dan Barat Daya, khususnya di daerah beriklim sedang dengan tanah yang memiliki drainase baik serta paparan sinar matahari penuh. Chamaemelum nobile sering dijumpai tumbuh liar di padang rumput, tepi jalan, dan lahan kering berbatu. Sejak zaman Romawi kuno, tanaman ini telah dibudidayakan untuk keperluan pengobatan dan ritual – dari situlah nama “Roman Chamomile” berasal. Minyak atsiri yang diekstrak dari bunganya mengandung senyawa aktif seperti chamazulene, bisabolol, dan flavonoid yang memberikan efek antiinflamasi, antispasmodik, dan menenangkan. Selain itu, tanaman ini juga dikenal sebagai “penguat taman” karena kemampuannya menarik serangga penyerbuk sekaligus mengusir hama tertentu.

Dalam penggunaannya secara tradisional, Roman Chamomile dimanfaatkan sebagai teh herbal yang membantu mengatasi gangguan tidur, kecemasan, dan masalah pencernaan. Ekstraknya sering menjadi bahan utama dalam produk perawatan kulit karena sifatnya yang menenangkan iritasi dan mempercepat penyembuhan luka. Di luar aspek medis, Chamaemelum nobile juga populer dalam lansekap karena aroma manis yang dikeluarkan saat terinjak – sehingga kerap ditanam di sela-sela batu taman atau sebagai pembatas jalur setapak. Meskipun relatif mudah tumbuh, tanaman ini membutuhkan pemangkasan rutin untuk menjaga bentuk dan mencegah penyebaran yang tidak terkendali. Dengan sejarah panjang sejak era Yunani dan Romawi, Roman Chamomile tetap menjadi salah satu herba multifungsi yang paling dihargai di dunia.

Update: 30 Jul 2026 - 15:08:11

 

II. Manfaat Roman Chamomile

Manfaat Roman Chamomile untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi pada Osteoarthritis

    Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX) oleh chamazulene dan alpha-bisabolol, serta penekanan aktivasi NF-κB oleh apigenin, sehingga mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi seperti TNF-α dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Chamazulene, α-Bisabolol, Apigenin
    Tampilkan
  2. Aktivitas Antioksidan

    Peningkatan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD) dan katalase melalui aktivasi jalur Nrf2/ARE oleh luteolin dan apigenin; juga kemampuan langsung menangkal radikal bebas (DPPH, ABTS).

    Senyawa Aktif: Luteolin, Apigenin, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Antimikroba Spektrum Luas

    Gangguan integritas membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi komponen hidrofobik minyak atsiri (terutama chamazulene dan alpha-bisabolol) dengan lipid bilayer, menyebabkan kebocoran ion dan kematian sel.

    Senyawa Aktif: Chamazulene, α-Bisabolol, β-Farnesene
    Tampilkan
  4. Anxiolytic dan Efek Sedatif Ringan

    Modulasi reseptor GABA-A melalui ikatan apigenin pada subunit benzodiazepin, meningkatkan afinitas GABA tanpa menimbulkan efek samping seperti sedasi berat; juga interaksi dengan reseptor serotonin 5-HT1A.

    Senyawa Aktif: Apigenin, Chrysin, Luteolin
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Roman Chamomile

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Roman Chamomile.

  1. Chamazulene

    Golongan: Terpenoid (Minyak Atsiri)
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat Siklooksigenase Dan Lipoksigenase), Antioksidan, Dan Antispasmodik. Studi In Vitro Dan Pada Hewan Menunjukkan Penghambatan Sintesis Leukotrien..
    Tampilkan
  2. Golongan: Terpenoid (Minyak Atsiri)
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menghambat COX-2), Antimikroba (terutama Terhadap Candida Albicans Dan Staphylococcus Aureus), Serta Mempercepat Penyembuhan Luka. Uji Klinis Terbatas Pada Penggunaan Topikal..
    Tampilkan
  3. Farnesene (β-Farnesene)

    Golongan: Terpenoid (Minyak Atsiri)
    Bagian Tanaman: Bunga (capitula)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (menekan Produksi TNF-α Dan IL-6), Antispasmodik (pada Otot Polos Usus), Dan Sedatif Ringan Melalui Interaksi Dengan Reseptor GABA. Bukti Terutama Dari Studi In Vitro Dan Hewan..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

Chamomile

Matricaria chamomilla

Lavender

Lavandula angustifolia