• Herbapedia.id

Temu Giring

Curcuma heyneana
Nama: Temu Giring
Nama Latin/Ilmiah: Curcuma heyneana

Kandungan:
Kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dan minyak atsiri
Nama Lain:
Temu Giring di Indonesia, Temu Giring di Malaysia, Khamin Khao di Thailand, Kasturi Manjal di India, Nghệ Trắng di Vietnam
Asal:
Indonesia (pulau Jawa)
Bagian Utama:
Rimpang
Rasa:
Pahit

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Temu Giring

Curcuma heyneana, yang dikenal luas sebagai Temu Giring, merupakan tanaman herbal anggota famili Zingiberaceae yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Rimpangnya yang memiliki aroma khas dan rasa pahit ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti perut kembung, mual, dan diare. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis dengan ketinggian rendah hingga menengah, dan sering dibudidayakan di pekarangan rumah sebagai tanaman obat keluarga. Keunikan Temu Giring terletak pada kandungan senyawa aktifnya, seperti kurkuminoid dan minyak atsiri yang memberi efek antiinflamasi, antimikroba, dan hepatoprotektif, menjadikannya salah satu rempah penting dalam ramuan jamu.

Advertisement

Secara morfologi, Curcuma heyneana memiliki batang semu yang tersusun dari pelepah daun, dengan daun berbentuk lanset hingga elips berwarna hijau tua. Bunganya muncul dalam tandan dengan seludang berwarna merah muda hingga ungu, sementara rimpangnya berwarna kuning pucat hingga jingga, berukuran lebih kecil dibanding temu lawak, dengan daging rimpang yang keras. Proses pemanenan biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 8–12 bulan, saat kandungan senyawa aktif mencapai puncaknya. Dalam pengolahan tradisional, rimpang Temu Giring sering diiris tipis, dikeringkan, lalu dijadikan serbuk atau direbus untuk diminum airnya sebagai jamu, terutama untuk meningkatkan nafsu makan dan memperkuat sistem imun.

Penelitian modern mengungkapkan bahwa Curcuma heyneana mengandung senyawa fenolik seperti kurkumin, demetoksikurkumin, dan bisdemetoksikurkumin, serta minyak atsiri yang kaya akan seskuiterpen dan monoterpen. Studi farmakologis menunjukkan potensi Temu Giring sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, serta kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen seperti Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Karena itu, tanaman ini tidak hanya berperan dalam pengobatan tradisional, tetapi juga mulai diteliti sebagai bahan baku fitofarmaka untuk industri farmasi dan kosmetik. Meskipun demikian, penggunaannya perlu bijak karena konsumsi berlebihan dapat menyebabkan efek samping ringan seperti gangguan lambung.

Update: 29 Jul 2026 - 18:08:14

 

II. Manfaat Temu Giring

Manfaat Temu Giring untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Ekstrak rimpang Curcuma heyneana menghambat aktivitas enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipoksigenase (LOX), mengurangi produksi prostaglandin E2 dan leukotrien. Senyawa kurkuminoid juga menekan aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi sitokin pro-inflamasi TNF-α dan IL-6.

    Tampilkan
  2. Antioksidan

    Kurkuminoid dan minyak atsiri Curcuma heyneana mendonorkan atom hidrogen pada radikal bebas (DPPH, ABTS) dan mengkelat ion logam transisi, mengurangi stres oksidatif intrasel. Meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD dan katalase.

    Senyawa Aktif: Kurkumin, Ar-turmeron, β-Kariofilen
    Tampilkan
  3. Antimikroba

    Minyak atsiri dan kurkuminoid merusak membran sel bakteri dan jamur melalui interaksi dengan lipid bilayer, meningkatkan permeabilitas dan kebocoran ion. Menghambat sintesis dinding sel dan pembentukan biofilm.

    Senyawa Aktif: Ar-turmeron, α-pinen, Kurkumin
    Tampilkan
  4. Antidiabetes

    Ekstrak Curcuma heyneana meningkatkan penyerapan glukosa perifer melalui aktivasi AMPK dan translokasi GLUT4. Menghambat α-glukosidase dan α-amilase, memperlambat penyerapan karbohidrat di usus. Kurkuminoid juga meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas.

    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Temu Giring

Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Temu Giring.

  1. Golongan: Curcuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Antioksidan, Antikanker (studi In Vitro Dan Hewan; Uji Klinis Manusia Terbatas).
    Tampilkan
  2. Golongan: Curcuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Antiinflamasi, Antimikroba (studi In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Golongan: Curcuminoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan, Neuroprotektif (studi In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. Interaksi & Kontraindikasi Temu Giring

Penggunaan bersama antikoagulan (warfarin, heparin, aspirin)

Tingkat Resiko: Tinggi
Rekomendasi:
Hindari penggunaan bersamaan karena temu giring dapat memperpanjang waktu perdarahan. Konsultasi dokter jika diperlukan.

Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat antiplatelet (clopidogrel, ticagrelor)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Pantau tanda-tanda perdarahan. Sebaiknya tidak digunakan bersamaan tanpa pengawasan medis.

Penggunaan bersamaan dengan Penggunaan bersama obat diabetes (metformin, insulin)

Tingkat Resiko: Sedang
Rekomendasi:
Temu giring dapat menurunkan gula darah. Monitor kadar gula darah secara berkala dan sesuaikan dosis obat diabetes.
Tampilkan Semua Kontraindikasi

V. FAQ Temu Giring

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Temu Giring.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam Temu Giring (Curcuma heyneana) dan manfaat kesehatannya?
Temu Giring mengandung senyawa kurkuminoid (kurkumin, demetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin) dan minyak atsiri (α-pinen, β-pinen, kamfor, dan zingiberen). Kurkuminoid memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi, sedangkan minyak atsiri berkhasiat sebagai antimikroba (Fitoterapia, 2011; Journal of Applied Pharmaceutical Science, 2015).
Bagaimana cara konsumsi Temu Giring yang aman untuk penggunaan sehari-hari?
Konsumsi umum dalam bentuk rebusan rimpang segar (10-15 gram dalam 200 ml air) atau sebagai bubuk (1-2 gram per hari). Sebaiknya diminum setelah makan untuk mengurangi iritasi lambung. Hindari penggunaan jangka panjang tanpa pengawasan karena potensi efek pada hati (Food and Chemical Toxicology, 2019).
Apakah Temu Giring aman dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui?
Keamanan selama kehamilan belum diteliti secara memadai. Kandungan kurkuminoid dapat merangsang kontraksi rahim pada dosis tinggi, sehingga sebaiknya dihindari oleh ibu hamil. Ibu menyusui juga disarankan tidak mengonsumsi karena belum ada data tentang ekskresi ke ASI (European Journal of Obstetrics & Gynecology, 2016).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari penggunaan Temu Giring?
Efek samping yang dilaporkan meliputi gangguan pencernaan (mual, diare, kembung) pada dosis tinggi, iritasi lambung, dan reaksi alergi (ruam, gatal). Penggunaan kronis dapat meningkatkan risiko batu ginjal karena kandungan oksalat. Hentikan penggunaan jika muncul gejala tidak diinginkan (Pharmacognosy Reviews, 2017).
Bisakah Temu Giring digunakan untuk bayi atau anak-anak?
Penggunaan pada bayi dan anak-anak belum diteliti secara klinis. Karena sifat farmakologisnya yang kuat, tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun. Untuk anak di atas 2 tahun, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Dosis aman belum ditetapkan (Pediatric Reports, 2019).
Apa manfaat Temu Giring untuk kesehatan pencernaan?
Kandungan kurkuminoid dan minyak atsiri dapat meredakan perut kembung, meningkatkan sekresi empedu, dan membantu mengatasi dispepsia. Ekstrak etanolik Temu Giring menunjukkan aktivitas karminatif dan hepatoprotektif pada studi hewan (Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine, 2013).
Apakah Temu Giring berinteraksi dengan obat-obatan tertentu?
Kurkuminoid dapat menghambat enzim CYP450 (terutama CYP3A4, CYP2C9) dan transporter obat seperti P-glikoprotein, sehingga berpotensi meningkatkan kadar obat dalam darah. Interaksi signifikan dilaporkan dengan antikoagulan (warfarin), obat kemoterapi, dan antihipertensi. Konsultasikan ke dokter jika menggunakan obat resep (Drug Metabolism and Disposition, 2008).
Berapa dosis harian Temu Giring yang dianjurkan berdasarkan bukti ilmiah?
Dosis umum ekstrak kering adalah 300-500 mg per hari (setara 2-3% kurkuminoid) untuk efek antioksidan. Untuk rebusan rimpang segar, dosis 10-15 gram/hari dianggap aman berdasarkan penggunaan tradisional. Dosis di atas 8 gram/hari pada manusia dapat menyebabkan efek samping gastrointestinal (Journal of Medicinal Food, 2012).

Fingerroot / Temu Kunci

Boesenbergia rotunda