Daftar tumbuhan/bahan herbal dalam famili Acanthaceae.
Andrographis paniculata, yang dikenal luas sebagai sambiloto, adalah tumbuhan herbal tahunan dari famili Acanthaceae yang berasal dari wilayah Asia Selatan dan Tenggara. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga setinggi 30–110 cm dengan batang tegak bersegi empat, daun berbentuk lanset dengan tepi rata, serta bunga kecil berwarna putih dengan bercak ungu. Sambiloto dikenal karena rasa pahit yang sangat kuat—sehingga dijuluki "king of bitters"—yang disebabkan oleh kandungan senyawa aktif utamanya, yaitu andrografolid. Senyawa diterpen lakton ini menjadi penanda biologis utama yang bertanggung jawab atas sebagian besar khasiat farmakologis tanaman. Selain andrografolid, sambiloto juga mengandung neoandrografolid, deoksiandrografolid, flavonoid seperti apigenin dan quercetin, serta berbagai polifenol yang bekerja secara sinergis..
King of Bitters (India), Chuan Xin Lian (China), Fah Talai Jone (Thailand), Hempedu Bumi (Malaysia).
Graptophyllum pictum, yang lebih dikenal sebagai Daun Ungu, adalah tanaman perdu semak dari famili Acanthaceae yang berasal dari kawasan tropis, terutama di Papua Nugini dan Pasifik. Daunnya yang indah memiliki warna ungu kehitaman hingga kehijauan dengan corak atau bercak merah muda, menjadikannya populer sebagai tanaman hias. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 2-3 meter, dengan batang berkayu lunak dan daun tunggal berbentuk oval serta tepi yang rata atau sedikit bergelombang. Keunikan warnanya disebabkan oleh konsentrasi antosianin yang tinggi, memberikan daya tarik estetika sekaligus potensi bioaktif..
Ppurple graptophyllum (Australia), reyner's plant (Netherlands), bai muang (Thailand), la tim (Vietnam).
Keji Beling (Strobilanthes crispa) adalah tanaman perdu tegak yang berasal dari kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Daunnya yang hijau mengilap dengan tepi bergelombang (crispa berarti "keriting") menjadi ciri khas utama spesies ini. Tanaman ini tumbuh subur di daerah tropis pada ketinggian rendah hingga menengah, sering ditemukan di pekarangan atau tepi hutan sebagai tanaman pagar hidup. Secara tradisional, keji beling telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai obat herbal, terutama untuk mengatasi batu ginjal dan saluran kemih, karena kandungan senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, dan alkaloid yang bersifat diuretik dan antimikroba..
Pecah Kaca (Malaysia), Daun Pecah Beling (Indonesia).