Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Suplementasi minyak biji perilla memperbaiki profil lipid pada subjek dislipidemia ringan: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji klinis acak terkontrol (RCT)
    Sampel:
    80 orang dewasa usia 30–65 tahun dengan LDL kolesterol ≥130 mg/dL
    Dosis/Durasi:
    Minyak perilla 3 g/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi minyak biji perilla menurunkan LDL dan trigliserida secara bermakna dibandingkan plasebo. Tidak ada perubahan signifikan pada HDL kolesterol dan fungsi hati.
  2. Perilla frutescens untuk rinitis alergi: tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-analisis
    Sampel:
    7 studi RCT dengan total 512 pasien rinitis alergi
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak daun perilla mengandung asam rosmarinat 50–100 mg/hari selama 4–8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak daun perilla mengurangi skor gejala bersin dan hidung tersumbat dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda bermakna dengan plasebo.
  3. Ekstrak daun Perilla frutescens melindungi kerusakan kulit akibat sinar UVB pada mencit tanpa bulu

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 mencit tanpa bulu (SKH-1 hairless mice) yang dibagi menjadi 3 kelompok
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak perilla 0,5% dan 1% topikal, 12 minggu dengan paparan UVB 3 kali per minggu
    Temuan:
    Pemberian topikal ekstrak perilla menurunkan ketebalan epidermis dan ekspresi MMP-1 serta meningkatkan kadar kolagen kulit. Efek anti-fotoaging terutama dikaitkan dengan kandungan asam rosmarinat.
  4. Minyak biji perilla meningkatkan fungsi kognitif pada lansia dengan gangguan kognitif ringan

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji klinis acak terkontrol (RCT)
    Sampel:
    120 lansia berusia ≥60 tahun dengan mild cognitive impairment
    Dosis/Durasi:
    Minyak perilla 2 g/hari (mengandung asam α-linolenat ±900 mg) selama 24 minggu
    Temuan:
    Suplementasi minyak perilla kaya asam α-linolenat selama 24 minggu meningkatkan skor kognitif dan memperlambat penurunan fungsi eksekutif. Efek ini tidak dipengaruhi secara signifikan oleh status ApoE4.
  5. Ekstrak daun Perilla frutescens menekan peradangan alergi dan sitokin Th2 pada model asma mencit

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    40 mencit BALB/c yang disensitisasi ovalbumin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak perilla 100 dan 200 mg/kg/hari per oral selama 21 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak perilla menurunkan infiltrasi eosinofil dan kadar IgE pada cairan bronkoalveolar. Efek antiinflamasi pada dosis tertinggi sebanding dengan deksametason.
  6. Ekstrak Perilla frutescens menghambat aktivasi inflamasi NLRP3 dan memperbaiki kolitis akibat DSS pada mencit

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro dan in vivo
    Sampel:
    Makrofag RAW264.7 serta 36 mencit C57BL/6 dengan kolitis akibat DSS
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 5–50 µM; in vivo: 50 dan 100 mg/kg/hari per oral selama 10 hari
    Temuan:
    Ekstrak perilla menurunkan kadar IL-1β dan TNF-α melalui penghambatan inflamasi NLRP3. Pada model kolitis, ekstrak memperbaiki skor aktivitas penyakit dan kerusakan histologis usus.
  7. Efek anti-obesitas ekstrak daun perilla pada obesitas akibat diet tinggi lemak: tinjauan sistematis

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi eksperimental praklinis pada mencit dan tikus
    Dosis/Durasi:
    Dosis 100–500 mg/kg/hari selama 6–12 minggu pada model hewan
    Temuan:
    Ekstrak daun perilla secara konsisten menurunkan berat badan, massa lemak, dan kadar leptin pada hewan dengan diet tinggi lemak. Efek ini diduga dimediasi oleh peningkatan oksidasi asam lemak dan modulasi mikrobiota usus.

Advertisement


Cari: