Advertisement
Rhus coriaria, yang lebih dikenal sebagai sumac, adalah semak perdu atau pohon kecil dari famili Anacardiaceae yang banyak ditemukan di kawasan Mediterania, Timur Tengah, dan Asia Barat. Tumbuhan ini telah digunakan selama ribuan tahun, baik sebagai bumbu masakan maupun dalam pengobatan tradisional. Buah sumac yang matang berwarna merah tua hingga keunguan, dikeringkan lalu digiling menjadi bubuk asam yang khas, menjadi bahan utama dalam masakan Timur Tengah seperti za'atar dan fattoush. Kandungan asam malat, asam tartarat, dan antioksidan flavonoid memberikan rasa tajam sekaligus manfaat kesehatan, seperti antimikroba dan antiinflamasi.
Sumac biasanya tumbuh subur di wilayah Mediterania, Timur Tengah, hingga Asia Barat. Tanaman ini suka banget sama area yang berbatu, kering, dan mendapatkan sinar matahari penuh. Mereka tergolong tanaman yang tahan banting terhadap kondisi cuaca ekstrem. Karakteristik/ciri-ciri Sumac (Rhus coriaria):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Bentuk Tumbuhan | Merupakan semak perdu atau pohon kecil yang tingginya bisa mencapai 1 hingga 3 meter. |
| Daun | Daunnya berbentuk menyirip ganjil dengan tekstur agak kasar, tepiannya bergerigi, dan permukaannya sedikit berbulu halus. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, berwarna putih kehijauan, dan tumbuh berkelompok dalam malai yang padat. |
| Buah | Buahnya berbentuk bulat kecil seperti beri (drupa), berbulu, dan warnanya berubah dari hijau menjadi merah kecokelatan saat matang. Bagian inilah yang sering dikeringkan untuk bumbu dapur. |
| Batang | Kulit batangnya berwarna cokelat keabu-abuan dan mengandung tanin yang cukup tinggi. |
8 Manfaat Sumac untuk kesehatan.
Ekstrak sumac menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta sitokin proinflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Senyawa flavonoid dan tanin menghambat jalur MAPK dan mengurangi produksi prostaglandin E2.
Polifenol sumac menghambat α-glukosidase dan α-amilase, meningkatkan sekresi insulin melalui aktivasi GLUT4, serta mengurangi resistensi insulin dengan menghambat jalur JNK dan PKC. Juga menghambat sorbitol dehidrogenase.
Menghambat HMG-CoA reduktase (secara in vitro), meningkatkan ekspresi PPAR-α, mengurangi absorpsi kolesterol usus melalui pengikatan dengan asam empedu, serta meningkatkan aktivitas LCAT.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Sumac.
Interaksi & Kontraindikasi Sumac dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Sumac (Rhus coriaria) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai bumbu makanan. Namun, konsumsi atau kontak berlebihan dapat memicu beberapa efek samping, terutama pada individu yang sensitif. Reaksi alergi kontak dermatitis adalah salah satu efek samping yang paling sering dilaporkan, terutama pada orang yang memiliki hipersensitivitas terhadap tanaman dari famili Anacardiaceae (famili yang sama dengan mangga, mete, dan poison ivy). Kontak langsung dengan tanaman segar atau ekstrak pekatnya dapat menyebabkan kemerahan, gatal-gatal, pembengkakan, dan lepuh pada kulit akibat kandungan senyawa urushiol atau tannin tertentu.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Sumac.