Advertisement
Achiote atau Kesumba keling, yang memiliki nama ilmiah Bixa orellana, adalah tanaman perdu tropis yang berasal dari kawasan Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman ini dikenal terutama karena bijinya yang dilapisi pulp merah pekat, yang sejak zaman pra-Kolumbus telah digunakan oleh suku asli sebagai pewarna alami untuk tubuh, tekstil, dan kosmetik. Pigmen utama yang terkandung dalam pulp tersebut adalah bixin dan norbixin, dua senyawa karotenoid yang memberikan warna jingga hingga merah terang. Selain sebagai pewarna, biji Bixa orellana juga memiliki nilai tradisional sebagai rempah dan bahan pengawet makanan, serta secara historis digunakan dalam ritual adat di berbagai budaya Amazon.
Tanaman ini berasal dari wilayah tropis Amerika, tapi sekarang sudah gampang banget ditemui di Indonesia. Suka banget sama tempat yang panas dan banyak kena sinar matahari. Biasanya tumbuh subur di lahan terbuka dengan tanah yang subur dan drainase air yang lancar. Karakteristik/ciri-ciri Kesumba Keling (Bixa orellana):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Perawakan | Termasuk kategori pohon atau perdu dengan tinggi bisa mencapai 2 sampai 8 meter. |
| Daun | Bentuknya kayak jantung dengan ujung yang runcing. Ukurannya lumayan lebar dan warnanya hijau segar. |
| Bunga | Keluar dalam bentuk malai di ujung cabang. Warnanya cantik, perpaduan antara putih sampai merah muda dengan banyak benang sari. |
| Buah | Ini bagian paling ikonik, bentuknya kapsul lonjong atau bulat yang tertutup rambut-rambut halus (kayak duri lunak). Warnanya merah cerah sampai ungu kecokelatan kalau sudah matang. |
| Biji | Di dalam buahnya ada banyak biji kecil yang diselimuti lapisan warna merah terang. Nah, lapisan inilah yang biasanya dipakai buat pewarna makanan alami. |
| Batang | Batangnya berkayu, bercabang banyak, dan kulit batangnya cenderung halus dengan warna abu-abu kecokelatan. |
8 Manfaat Kesumba Keling untuk kesehatan.
Senyawa bixin dan norbixin bekerja sebagai pemulung radikal bebas langsung, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase (SOD), katalase, dan glutation peroksidase melalui aktivasi faktor transkripsi Nrf2. Tokotrienol (terutama gamma-tokotrienol) juga menstabilkan membran sel dan menghambat peroksidasi lipid.
Gamma-tokotrienol menghambat aktivitas HMG-CoA reduktase melalui degradasi protein secara proteasomal, menurunkan sintesis kolesterol hepatik. Selain itu, meningkatkan ekspresi reseptor LDL di hati dan mengurangi oksidasi LDL.
Bixin dan norbixin menghambat jalur NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, dan sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-6) pada makrofag dan kondrosit. Tokotrienol juga memodulasi aktivasi mikroglia dan meredakan nyeri melalui jalur TRPV1.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kesumba Keling.
Interaksi & Kontraindikasi Kesumba Keling dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Kesumba Keling (Bixa orellana) umumnya dikenal aman bila dikonsumsi dalam jumlah yang biasa ditemukan pada makanan sebagai pewarna alami. Namun, penggunaan ekstrak dalam dosis tinggi atau jangka panjang dapat menimbulkan beberapa efek samping gastrointestinal, seperti mual, muntah, dan nyeri perut ringan. Reaksi hipersensitivitas atau alergi terhadap pigmen bixin atau norbixin yang terkandung di dalamnya juga telah dilaporkan, meskipun kasusnya relatif jarang terjadi.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Kesumba Keling.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kesumba Keling.