Advertisement
Eutrema japonicum, yang lebih dikenal sebagai wasabi, adalah tumbuhan herba abadi dari famili Brassicaceae (suku kubis-kubisan) yang berasal dari daerah aliran sungai pegunungan dingin di Jepang, Rusia timur, dan Korea. Tanaman ini memiliki rimpang (batang bawah tanah) yang tebal dan berwarna hijau cerah, yang merupakan bagian paling bernilai karena digunakan sebagai bumbu pedas khas masakan Jepang seperti sashimi dan sushi. Rimpang wasabi tumbuh sangat lambat—membutuhkan waktu 1,5 hingga 2 tahun untuk mencapai ukuran panen—dan memerlukan kondisi lingkungan yang sangat spesifik: suhu air yang sejuk (10–18°C), air mengalir bersih yang kaya oksigen, serta naungan terlindung dari sinar matahari langsung. Karena tuntutan budidaya yang rumit ini, wasabi asli (hon-wasabi) sulit diproduksi secara massal, sehingga sebagian besar "wasabi" di pasaran adalah campuran lobak pedas, sawi, dan pati.
Advertisement
Secara fisik, Eutrema japonicum memiliki daun berbentuk hati atau bulat telur dengan tepi bergerigi, tangkai daun panjang, dan bunga kecil berwarna putih yang tersusun dalam rangkaian tandan. Keunikan utama wasabi terletak pada senyawa kimia yang dihasilkannya, yaitu isothiosianat (terutama sinigrin dan mirosinase) yang dilepaskan saat sel-sel rimpang dihancurkan. Proses ini menimbulkan sensasi pedas yang menyengat di hidung dan sinus, berbeda dengan pedasnya cabai yang berasal dari kapsaisin. Pedas wasabi tidak bertahan lama dan cepat menghilang, meninggalkan rasa segar yang khas. Selain sebagai bumbu, wasabi juga memiliki sifat antimikroba dan antioksidan yang membantu mengurangi risiko keracunan makanan dari hidangan ikan mentah.
Budidaya Eutrema japonicum terbagi menjadi dua metode utama: hidroponik (semi-aquatic) di lahan berair dingin dengan batu kerikil (sawa-zuri) dan budidaya di lahan kering (oka-zuri) menggunakan naungan. Metode sawa-zuri menghasilkan rimpang dengan kualitas terbaik dan cita rasa lebih kuat, namun memerlukan investasi lahan dan air yang besar. Sebaliknya, oka-zuri lebih mudah dan murah, tetapi rimpang yang dihasilkan seringkali lebih kecil dan kurang pedas. Di Jepang, sentra produksi wasabi utama berada di Prefektur Shizuoka dan Nagano, sementara di luar Jepang, eksperimen budidaya dilakukan di Selandia Baru, Taiwan, dan bagian barat Amerika Serikat. Meskipun popularitasnya tinggi, kelangkaan dan harga mahal wasabi asli membuatnya sering dianggap sebagai "bumbu premium" yang hanya digunakan di restoran kelas atas atau di Jepang sendiri.
Manfaat Wasabi untuk kesehatan.
Senyawa polifenol dan flavonoid (seperti asam rosmarinat, apigenin, dan eugenol) menangkal radikal bebas dengan mendonorkan atom hidrogen, mengaktifkan enzim antioksidan endogen (misalnya superoksida dismutase, katalase), dan mengatur jalur Nrf2/ARE.
Minyak atsiri kemangi (terutama linalool, metil kavikol, dan eugenol) mengganggu membran sel bakteri dan jamur, menghambat sintesis ergosterol (pada jamur), serta menginduksi kebocoran ion dan molekul kecil dari sel mikroba.
Eugenol dan linalool menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2 dan iNOS, serta menekan produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6). Asam rosmarinat juga menghambat jalur lipoksigenase.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Wasabi.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Wasabi.