Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Tokotrienol Bixa orellana terhadap Profil Lipid pada Pasien Hiperkolesterolemia: Meta-Analisis Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    1.204 subjek dari 10 uji acak terkontrol (pria dan wanita dewasa dengan hiperkolesterolemia)
    Dosis/Durasi:
    100–200 mg tocotrienol/hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi tocotrienol dari Bixa orellana secara signifikan menurunkan kadar LDL dan trigliserida serta meningkatkan HDL. Efek samping yang dilaporkan ringan dan tidak berbeda bermakna dengan placebo.
  2. Suplementasi Tokotrienol Annatto (Bixa orellana) terhadap Tekanan Darah pada Dewasa Sehat: Uji Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Uji Acak Terkontrol (RCT)
    Sampel:
    60 dewasa sehat berusia 30–55 tahun yang menjalani intervensi double-blind
    Dosis/Durasi:
    200 mg tocotrienol/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian tocotrienol annatto selama 12 minggu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara bermakna dibandingkan placebo. Tidak ditemukan perubahan signifikan pada denyut jantung atau fungsi ginjal.
  3. Ekstrak Biji Bixa orellana Menurunkan Glukosa Darah dan Meningkatkan Enzim Antioksidan pada Tikus Diabetes Tipe 2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi diabetes dengan streptozotocin-nikotinamida
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg berat badan ekstrak per oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak biji kesumba keling menurunkan kadar glukosa darah puasa dan HbA1c secara tergantung dosis. Selain itu terjadi peningkatan aktivitas SOD dan katalase serta penurunan malondialdehid di jaringan hati.
  4. Ekstrak Etanol Daun Kesumba Keling Menghambat Proliferasi Sel Kanker Payudara MCF-7 melalui Apoptosis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental In Vitro
    Sampel:
    Sel karsinoma payudara manusia MCF-7 dan sel epitel normal MCF-10A
    Dosis/Durasi:
    IC50 sekitar 25 μg/mL ekstrak etanol, paparan selama 48 jam
    Temuan:
    Ekstrak daun Bixa orellana menunjukkan aktivitas sitotoksik terhadap sel MCF-7 dengan menginduksi apoptosis. Pada sel normal MCF-10A efek sitotoksiknya jauh lebih rendah, menunjukkan selektivitas terhadap sel kanker.
  5. Mekanisme Antiinflamasi Ekstrak Bixa orellana pada Penyakit Kulit: Sebuah Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    14 studi yang terdiri dari uji in vitro, in vivo, dan studi pra-klinis
    Dosis/Durasi:
    Variasi antar studi; umumnya ekstrak 5–10% topikal atau 100–300 mg/kg per oral
    Temuan:
    Mekanisme utama antiinflamasi Bixa orellana melibatkan penghambatan aktivasi NF-κB dan penurunan sitokin proinflamasi seperti TNF-α dan IL-6. Potensi ini paling banyak dilaporkan pada model dermatitis dan penyembuhan luka.
  6. Obat Kumur Ekstrak Bixa orellana dalam Mengurangi Plak dan Gingivitis pada Pasien Periode Dasar: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Uji Klinis Acak (RCT)
    Sampel:
    40 pasien gingivitis ringan-sedang berusia 18–55 tahun, dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    Berkumur 10 mL larutan ekstrak 1%, 2 kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Obat kumur ekstrak Bixa orellana 1% mampu mengurangi skor indeks plak dan indeks perdarahan gingiva secara bermakna setelah 7 hari. Efeknya sebanding dengan obat kumur klorheksidin tetapi dengan lebih sedikit efek samping iritasi.
  7. Krim Nanoemulsi Mengandung Ekstrak Bixa orellana Meningkatkan Perlindungan terhadap Sinar UV pada Kulit Manusia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Fase II
    Sampel:
    30 wanita sehat berusia 20–35 tahun dengan fototipe kulit II-III
    Dosis/Durasi:
    Krim 5% ekstrak Bixa orellana dioleskan 2 mg/cm² setiap pagi selama 4 minggu
    Temuan:
    Krim nanoemulsi dengan ekstrak kesumba keling 5% meningkatkan nilai SPF secara signifikan dibandingkan basis krim tanpa ekstrak. Pemakaian rutin selama 4 minggu juga menurunkan eritema akibat paparan sinar UV.

Advertisement


Cari: