Advertisement
Bunga telang (Clitoria ternatea) adalah tanaman merambat dari famili Fabaceae yang banyak ditemukan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Tanaman ini dikenal dengan bunga berwarna biru cerah, ungu, hingga putih, yang memiliki bentuk menyerupai keong atau alat kelamin perempuan sehingga dinamakan Clitoria. Bagian bunganya sering dimanfaatkan sebagai pewarna alami makanan dan minuman, seperti nasi kerabu dan teh biru.
Tanaman merambat ini suka banget sama tempat yang kena sinar matahari langsung dan punya kelembapan cukup. Biasanya ditemukan tumbuh liar di pinggiran hutan, pagar rumah, atau kebun, dan bisa beradaptasi di berbagai jenis tanah asal drainasenya bagus. Karakteristik/ciri-ciri Bunga Telang (Clitoria ternatea):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar | Akar tunggang yang bisa masuk cukup dalam ke tanah dan punya bintil akar sebagai tempat bakteri pengikat nitrogen. |
| Batang | Batang ramping, melilit (tipe tanaman merambat), berwarna hijau muda saat muda dan agak kecokelatan setelah tua, serta berbulu halus. |
| Daun | Daun majemuk menyirip ganjil dengan bentuk oval atau lonjong, ujungnya agak tumpul, dan permukaannya punya rambut halus. |
| Bunga | Bentuknya unik menyerupai alat kelamin wanita (makanya namanya Clitoria), berwarna biru terang atau ungu dengan bagian tengah putih, tipe bunga tunggal. |
| Buah | Buah berbentuk polong (mirip kacang panjang tapi lebih pipih), berwarna hijau saat muda dan berubah jadi cokelat kering kalau sudah matang. |
| Biji | Biji berbentuk lonjong, ukurannya kecil, dan warnanya hitam atau cokelat gelap saat sudah matang. |
8 Manfaat Bunga Telang untuk kesehatan.
Penghambatan asetilkolinesterase (AChE) sehingga meningkatkan kadar asetilkolin di celah sinaps; aktivitas antioksidan melindungi area hipokampus dari stres oksidatif; modulasi jalur ERK/CREB/BDNF yang berperan dalam plastisitas sinaptik dan neurogenesis.
Menghambat aktivitas siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX); menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6; menekan aktivasi NF-κB; menghambat degranulasi sel mast.
Mendonasikan elektron dan menetralkan radikal bebas; meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan glutathione peroksidase; mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 sehingga meningkatkan ekspresi enzim fase II seperti heme oksigenase-1 (HO-1); mengkhelat ion logam transisi.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Bunga Telang.
Interaksi & Kontraindikasi Bunga Telang dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Bunga telang (Clitoria ternatea) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jumlah moderat sebagai teh atau pewarna makanan alami. Namun, konsumsi berlebihan atau pada individu tertentu dapat memicu beberapa efek samping, terutama terkait dengan sistem pencernaan. Senyawa bioaktif seperti tanin dan saponin yang terkandung di dalam bunga telang dapat mengiritasi mukosa lambung jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, yang berpotensi menyebabkan mual, kram perut, atau bahkan diare ringan pada individu yang sensitif.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Bunga Telang.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Bunga Telang.