Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Meta-Analisis Efektivitas dan Keamanan Andrographis paniculata untuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 uji klinis acak terkontrol, total 1.205 pasien dewasa dengan infeksi saluran pernapasan akut ringan-sedang
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 200 mg tiga kali sehari selama 3–5 hari.
    Temuan:
    Andrographis paniculata secara signifikan memperpendek durasi gejala ISPA dan menurunkan skor gejala dibandingkan plasebo. Efek samping yang dilaporkan bersifat ringan dan jarang terjadi.
  2. Efikasi dan Keamanan Ekstrak Andrographis paniculata pada Pasien COVID-19 Ringan: Uji Acak Terkontrol, Double-blind, Placebo

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien COVID-19 ringan
    Dosis/Durasi:
    Kapsul 180 mg andrografolid per hari, dibagi dalam 3 dosis, selama 14 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak A. paniculata mempercepat resolusi gejala klinis dan menurunkan durasi perawatan dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius selama masa studi.
  3. Pengaruh Ekstrak Andrographis paniculata terhadap Kadar Glukosa dan Profil Lipid pada Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    90 pasien diabetes melitus tipe 2 berusia 40–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak terstandar dua kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak A. paniculata secara signifikan menurunkan HbA1c, glukosa puasa, dan LDL-C setelah 12 minggu intervensi. Fungsi hati dan ginjal tetap berada dalam batas aman selama penelitian.
  4. Efek Imunomodulator Ekstrak Terstandar Andrographis paniculata pada Dewasa Sehat

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 subjek dewasa sehat berusia 20–50 tahun
    Dosis/Durasi:
    200 mg ekstrak mengandung 100 mg andrografolid, dua kali sehari selama 28 hari.
    Temuan:
    Aktivitas sel natural killer meningkat dan kadar TNF-α serta IL-6 menurun secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada perubahan signifikan pada penanda fungsi hati.
  5. Andrographis paniculata sebagai Anti-Inflamasi pada Penyakit Metabolik: Tinjauan Sistemik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi yang terdiri atas 10 RCT dan 5 studi prospektif, total 1.140 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 200–400 mg ekstrak per hari selama 4–12 minggu.
    Temuan:
    A. paniculata secara konsisten menurunkan penanda inflamasi CRP, IL-6, dan TNF-α pada penyakit metabolik. Tinjauan ini menyimpulkan bahwa tanaman berpotensi sebagai terapi adjuvan dan masih diperlukan RCT skala besar.
  6. Andrographis paniculata untuk Osteoartritis Lutut Ringan hingga Sedang: Uji Acak Terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien osteoartritis lutut dengan derajat Kellgren-Lawrence II–III
    Dosis/Durasi:
    300 mg andrografolid per hari, dibagi dalam 3 dosis, selama 8 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak A. paniculata mengurangi skor nyeri WOMAC dan meningkatkan fungsi lutut setelah 8 minggu. Efek analgesiknya sebanding dengan NSAID tetapi dengan efek samping gastrointestinal yang lebih rendah.

Advertisement


Studi Klinis Lainnya

  1. Sambiloto dan Asma

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Asma:
    • Meta-Analisis Efektivitas Andrographis paniculata (Sambiloto) terhadap Perbaikan Fungsi Paru pada Pasien Asma
    • Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo: Efek Ekstrak Sambiloto terhadap Kontrol Asma pada Pasien Asma Alergi
    • Studi Eksperimental: Andrografolid Menekan Inflamasi Saluran Napas dan Hiperresponsivitas Bronkus pada Model Asma Mencit
  2. Sambiloto dan Diabetes

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Diabetes:
  3. Sambiloto dan Anemia

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Anemia:
    • Efek Ekstrak Etanol Sambiloto (Andrographis paniculata) terhadap Parameter Hematologi pada Tikus Anemia Defisiensi Besi
    • Pengaruh Pemberian Ekstrak Sambiloto sebagai Terapi Adjuvan pada Anemia Malaria
    • Meta-Analisis Efek Andrographis paniculata terhadap Kadar Hemoglobin pada Berbagai Kondisi Penyakit
  4. Sambiloto dan Pneumonia

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Pneumonia:
    • Efektivitas dan Keamanan Andrographis paniculata pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut: Sebuah Meta-Analisis
    • Uji Klinis Acak Terkendali Plasebo Ekstrak Andrographis paniculata pada Pasien Pneumonia Komunitas Ringan
    • Andrografolida Melindungi Tikus dari Pneumonia yang Diinduksi Streptococcus pneumoniae melalui Modulasi Inflamasi
  5. Sambiloto dan Osteoporosis

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Osteoporosis:
    • Andrografolid menghambat osteoklastogenesis yang diinduksi RANKL dan mencegah kehilangan tulang pada tikus yang diovariektomi
    • Ekstrak Andrographis paniculata melindungi terhadap osteoporosis pada tikus yang diovariektomi melalui regulasi jalur Wnt/β-katenin
    • Tinjauan sistematis efek farmakologis Andrographis paniculata pada metabolisme tulang
  6. Sambiloto dan Sinusitis

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Sinusitis:
    • Efektivitas Andrographis paniculata pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut: Systematic Review dan Meta-Analisis
    • Efek Ekstrak Andrographis paniculata pada Pasien Rinosinusitis Akut: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    • Aktivitas Antiinflamasi Andrographis paniculata pada Model Sinusitis Tikus yang Diinduksi Lipopolisakarida
  7. Sambiloto dan Maag

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Maag:
    • Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Andrographis paniculata pada Tikus yang Diinduksi Etanol
    • Aktivitas Anti-Helicobacter pylori dari Andrographis paniculata dan Andrografolid
    • Uji Klinis Ekstrak Andrographis paniculata pada Pasien Dispepsia Fungsional: Sebuah Studi Awal
  8. Sambiloto dan Migrain

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Migrain:
    • Efektivitas Ekstrak Andrographis paniculata dalam Profilaksis Migrain: Uji Acak Terkontrol Plasebo Dua Buta
    • Andrografolid Menghambat Nyeri Seperti Migrain pada Mencit Melalui Penekanan Ekspresi CGRP dan Sitokin Proinflamasi
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Migrain: Fokus pada Andrographis paniculata dan Mekanisme Neuroinflamasinya
  9. Sambiloto dan Bronkitis

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Bronkitis:
    • Andrographis paniculata dalam pengobatan infeksi saluran pernapasan atas: tinjauan sistematis dan meta-analisis
    • Uji klinis acak, tersamar ganda, terkontrol plasebo dari ekstrak Andrographis paniculata (Kan Jang) dalam pengobatan infeksi saluran pernapasan atas akut
    • Evaluasi klinis acak tersamar ganda terkontrol plasebo dari ekstrak Andrographis paniculata (Androgra) dalam pengobatan infeksi saluran pernapasan atas akut
  10. Sambiloto dan Vertigo

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Vertigo:
    • Efektivitas Ekstrak Andrographis paniculata terhadap Frekuensi dan Durasi Vertigo pada Pasien Migrain Vestibular: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda
    • Meta-Analisis Efek Andrographolide terhadap Perbaikan Fungsi Vestibular pada Model Hewan dan Manusia
    • Studi In Vivo: Mekanisme Neuroprotektif Andrographolide pada Sel Ganglion Vestibular Tikus yang Diinduksi Toksisitas Gentamisin
  11. Sambiloto dan Epilepsi

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Epilepsi:
    • Efek Antikonvulsan Ekstrak Etanol Andrographis paniculata pada Tikus yang Diinduksi Pentylenetetrazole
    • Andrografolid sebagai Agen Antikonvulsan: Studi Aktivitas pada Model Kejang Maksimal Elektroshock
    • Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Indonesia sebagai Terapi Adjuvan Epilepsi: Fokus pada Andrographis paniculata
  12. Sambiloto dan Asam Urat

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Asam Urat:
    • Efek Ekstrak Andrographis paniculata terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Serum pada Pasien Hiperurisemia: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda Terkontrol Plasebo
    • Meta-Analisis Efek Andrographis paniculata terhadap Kadar Asam Urat dan Inflamasi pada Penderita Gout dan Hiperurisemia
    • Efek Antihiperurisemia dan Nefroprotektif Andrographis paniculata pada Tikus Hiperurisemia
  13. Sambiloto dan Hepatitis B

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Hepatitis B:
    • Efikasi dan keamanan Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk hepatitis B kronis: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis
    • Uji acak terkontrol plasebo ekstrak Sambiloto pada pasien hepatitis B kronis
    • Tinjauan sistematis aktivitas antivirus Sambiloto terhadap virus hepatitis B
  14. Sambiloto dan Stroke

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Stroke:
    • Meta-Analisis Efek Neuroprotektif Andrographis paniculata pada Model Stroke Iskemik Hewan dan Manusia
    • Efek Adjuvan Andrografolida pada Pasien Stroke Iskemik Akut: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo
    • Tinjauan Sistematis Efek Anti-Inflamasi Andrographis paniculata pada Patogenesis Stroke
  15. Sambiloto dan Batu Empedu

    Penilitian Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Batu Empedu:
    • Efek Antikolelitogenik Andrographis paniculata pada Hamster
    • Andrografolid Mencegah Pembentukan Batu Empedu Kolesterol dengan Memodulasi Metabolisme Asam Empedu dan Mikrobiota Usus pada Tikus
    • Pengaruh Andrographis paniculata terhadap Aliran Empedu dan Komposisi Empedu pada Tikus

Cari: