Sambiloto untuk Pneumonia

Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Pneumonia, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas dan Keamanan Andrographis paniculata pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut: Sebuah Meta-Analisis

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 uji acak terkendali dengan total 1.230 pasien dewasa dengan infeksi saluran pernapasan akut, termasuk pneumonia ringan
    Dosis/Durasi:
    200–400 mg ekstrak standar per hari selama 5–7 hari
    Temuan:
    Andrographis paniculata secara signifikan mengurangi durasi gejala infeksi saluran pernapasan akut, termasuk demam dan batuk. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Uji Klinis Acak Terkendali Plasebo Ekstrak Andrographis paniculata pada Pasien Pneumonia Komunitas Ringan

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    120 pasien dewasa (18–65 tahun) dengan pneumonia komunitas ringan yang dirawat di rumah sakit
    Dosis/Durasi:
    200 mg ekstrak tiga kali sehari selama 7 hari
    Temuan:
    Penambahan ekstrak Andrographis paniculata pada terapi standar memperpendek durasi demam rata-rata 1,5 hari dan memperbaiki skor gejala pernapasan pada hari ke-3.
  3. Andrografolida Melindungi Tikus dari Pneumonia yang Diinduksi Streptococcus pneumoniae melalui Modulasi Inflamasi

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    Studi Eksperimental Hewan
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan, diinduksi pneumonia dengan Streptococcus pneumoniae intratrakeal
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kgBB andrografolida intraperitoneal sekali sehari selama 5 hari, dimulai 1 jam setelah induksi
    Temuan:
    Andrografolida dosis 50 mg/kgBB menurunkan infiltrasi neutrofil, kadar TNF-α dan IL-6 di jaringan paru. Jumlah bakteri di paru juga berkurang secara signifikan.
  4. Tinjauan Sistematis Penggunaan Andrographis paniculata sebagai Terapi Adjuvan pada Pneumonia

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi (3 studi hewan coba, 5 uji klinis) dengan total partisipan 450 pasien pneumonia
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi, umumnya 200–600 mg ekstrak per hari selama 5–10 hari
    Temuan:
    Bukti awal menunjukkan Andrographis paniculata dapat mempercepat resolusi gejala pneumonia dan mengurangi durasi rawat inap. Namun, kualitas studi masih heterogen dan diperlukan uji klinis skala besar.
  5. Aktivitas Antibakteri Andrografolida terhadap Streptococcus pneumoniae Multiresisten secara In Vitro

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    50 isolat klinis Streptococcus pneumoniae, termasuk 20 isolat resisten penisilin
    Dosis/Durasi:
    KHM 8–32 µg/mL, durasi paparan 24 jam dalam kultur
    Temuan:
    Andrografolida menunjukkan aktivitas bakterisidal dengan konsentrasi hambat minimum (KHM) 8–32 µg/mL. Efek sinergis terlihat saat dikombinasikan dengan vankomisin.
  6. Efektivitas Ekstrak Andrographis paniculata sebagai Terapi Tambahan pada Pneumonia Anak

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 anak usia 2–12 tahun dengan pneumonia komunitas yang dirawat di rumah sakit
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kgBB/hari ekstrak kering dibagi dalam 3 dosis, diberikan selama 5 hari
    Temuan:
    Kelompok yang mendapat ekstrak Andrographis paniculata tambahan memiliki lama rawat inap lebih pendek (rata-rata 4,2 hari vs 5,8 hari) dan kebutuhan antibiotik intravena lebih rendah.


Cari: