Sambiloto untuk Hepatitis B

Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Hepatitis B, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan keamanan Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk hepatitis B kronis: sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    6 studi dengan total 512 pasien hepatitis B kronis
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Sambiloto 300-600 mg/hari selama 8-24 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa pemberian Sambiloto secara signifikan menurunkan kadar HBeAg dan DNA HBV dibandingkan plasebo, namun kualitas studi yang ada masih rendah. Tidak ditemukan efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Uji acak terkontrol plasebo ekstrak Sambiloto pada pasien hepatitis B kronis

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    120 pasien hepatitis B kronis positif HBeAg, usia 18-65 tahun
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Sambiloto 300 mg tiga kali sehari (total 900 mg/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Sambiloto 300 mg tiga kali sehari selama 12 minggu menurunkan kadar DNA HBV secara bermakna dibandingkan plasebo. Selain itu, terjadi perbaikan fungsi hati yang ditandai dengan penurunan ALT dan AST.
  3. Tinjauan sistematis aktivitas antivirus Sambiloto terhadap virus hepatitis B

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 studi in vitro, in vivo, dan klinis yang relevan
    Dosis/Durasi:
    Tidak ditentukan secara seragam (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Tinjauan sistematis ini menyimpulkan bahwa andrografolid dan ekstrak Sambiloto memiliki aktivitas antivirus terhadap HBV melalui penghambatan replikasi virus dan modulasi imun. Sebagian besar studi menunjukkan efek positif namun dengan variasi dosis dan durasi.
  4. Studi klinis penggunaan Sambiloto pada hepatitis B kronis

    Tahun:
    2005
    Tipe:
    Studi Klinis
    Sampel:
    60 pasien hepatitis B kronis, dibagi menjadi kelompok Sambiloto dan kontrol
    Dosis/Durasi:
    Kapsul Sambiloto 500 mg tiga kali sehari (total 1500 mg/hari) selama 24 minggu
    Temuan:
    Pemberian kapsul Sambiloto 500 mg tiga kali sehari selama 24 minggu menurunkan kadar HBsAg dan memperbaiki enzim hati (ALT, AST) secara signifikan. Tidak ada perubahan bermakna pada kadar HBeAg.
  5. Andrografolid menghambat replikasi virus hepatitis B melalui jalur NF-κB

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel HepG2.2.15 (sel yang mengandung genom HBV) dan sel HepG2 yang ditransfeksi
    Dosis/Durasi:
    Andrografolid 10-50 µM selama 24-72 jam
    Temuan:
    Andrografolid dosis 10-50 µM menurunkan produksi DNA HBV dan ekspresi HBsAg serta HBeAg secara dependen dosis. Efek ini dimediasi melalui aktivasi jalur NF-κB yang menginduksi respons antivirus intraseluler.
  6. Efek ekstrak Andrographis paniculata terhadap respons imun pada hepatitis B kronis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial
    Sampel:
    80 pasien hepatitis B kronis, dibagi menjadi kelompok Sambiloto dan plasebo
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak Sambiloto 400 mg dua kali sehari (total 800 mg/hari) selama 16 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Sambiloto 400 mg dua kali sehari selama 16 minggu meningkatkan jumlah sel T CD4+ dan rasio CD4+/CD8+ serta menurunkan kadar TNF-α. Hal ini menunjukkan efek imunomodulator yang mendukung eliminasi virus.


Cari: