Sambiloto untuk Vertigo

Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Vertigo, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Andrographis paniculata terhadap Frekuensi dan Durasi Vertigo pada Pasien Migrain Vestibular: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak)
    Sampel:
    60 pasien migrain vestibular berusia 18-60 tahun, 30 kelompok intervensi dan 30 plasebo
    Dosis/Durasi:
    200 mg ekstrak standar (mengandung 5% andrographolide) per hari, dibagi 2 dosis, selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak sambiloto dosis 200 mg/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan vertigo sebesar 45% dibanding plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Meta-Analisis Efek Andrographolide terhadap Perbaikan Fungsi Vestibular pada Model Hewan dan Manusia

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    9 studi (5 studi hewan, 4 studi manusia) dengan total 420 subjek
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis pada studi: 100-400 mg/hari; durasi 2-12 minggu
    Temuan:
    Andrographolide secara keseluruhan menunjukkan efek positif dalam memperbaiki fungsi vestibular dengan ukuran efek sedang (Hedge's g=0,67). Efek lebih nyata pada dosis ≥300 mg/hari dan durasi ≥4 minggu.
  3. Studi In Vivo: Mekanisme Neuroprotektif Andrographolide pada Sel Ganglion Vestibular Tikus yang Diinduksi Toksisitas Gentamisin

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vivo (Hewan)
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley jantan, dibagi 4 kelompok (kontrol, gentamisin, gentamisin+andrographolide dosis rendah, gentamisin+andrographolide dosis tinggi)
    Dosis/Durasi:
    Andrographolide 25 atau 50 mg/kg/hari intraperitoneal selama 14 hari bersamaan dengan gentamisin
    Temuan:
    Andrographolide dosis 50 mg/kg/hari secara signifikan menurunkan apoptosis sel ganglion vestibular dan mempertahankan refleks vestibulo-okular. Efek antioksidan dan anti-inflamasi melalui jalur Nrf2/NF-κB terbukti.
  4. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Vertigo: Fokus pada Andrographis paniculata dan Mekanismenya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    23 artikel (12 studi klinis, 11 studi preklinis) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, dosis umum 100-300 mg ekstrak per hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Sambiloto muncul sebagai salah satu tanaman obat dengan bukti paling konsisten untuk meredakan vertigo, terutama yang berkaitan dengan migrain dan gangguan sirkulasi. Mekanisme utama meliputi efek vasodilator, antiplatelet, dan modulasi neurotransmiter vestibular.
  5. Studi In Vitro: Andrographolide Menghambat Ekspresi Sitokin Pro-Inflamasi pada Sel Epitel Vestibular Manusia yang Distimulasi Lipopolisakarida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Kultur sel epitel vestibular manusia (HEV) dari 3 donor, diperlakukan dengan LPS (1 μg/mL) dan andrographolide (1-20 μM)
    Dosis/Durasi:
    Paparan andrographolide 1, 5, 10, 20 μM selama 24 jam sebelum dan bersamaan dengan LPS
    Temuan:
    Andrographolide dosis 10 dan 20 μM secara signifikan menurunkan kadar TNF-α, IL-6, dan COX-2 pada sel HEV. Efek ini dimediasi melalui inhibisi jalur TLR4/MyD88/NF-κB.
  6. Studi Observasional: Hubungan Konsumsi Rutin Ekstrak Sambiloto dengan Penurunan Episode Vertigo pada Populasi Usia Lanjut

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Observasional (Kohort)
    Sampel:
    120 partisipan usia 60-80 tahun dengan riwayat vertigo berulang, diikuti selama 12 bulan; 60 mengonsumsi ekstrak sambiloto secara teratur, 60 tidak
    Dosis/Durasi:
    200 mg ekstrak standar per hari, dikonsumsi minimal 6 bulan dalam 1 tahun pengamatan
    Temuan:
    Kelompok yang mengonsumsi ekstrak sambiloto (200 mg/hari) melaporkan 38% lebih sedikit episode vertigo dibandingkan kelompok kontrol. Risiko relatif untuk mengalami vertigo berat (skor DHI >60) menurun 42% setelah penyesuaian kovariat.


Cari: