Sambiloto untuk Migrain

Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Andrographis paniculata dalam Profilaksis Migrain: Uji Acak Terkontrol Plasebo Dua Buta

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien migrain episodik (usia 18–55 tahun) tanpa riwayat penggunaan obat profilaksis sebelumnya
    Dosis/Durasi:
    300 mg ekstrak standar (andrographolide 5%) per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Andrographis paniculata 300 mg/hari selama 12 minggu secara signifikan mengurangi frekuensi serangan migrain sebesar 40% dibandingkan plasebo. Efek samping ringan berupa gangguan pencernaan dilaporkan pada 12% subjek.
  2. Andrografolid Menghambat Nyeri Seperti Migrain pada Mencit Melalui Penekanan Ekspresi CGRP dan Sitokin Proinflamasi

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo)
    Sampel:
    48 mencit Swiss albino jantan, diinduksi nitrat untuk nyeri migrain
    Dosis/Durasi:
    Andrografolid 10 dan 20 mg/kg intraperitoneal, diberikan 30 menit sebelum induksi nyeri
    Temuan:
    Andrografolid dosis 10 dan 20 mg/kg secara signifikan mengurangi durasi menggaruk kepala dan kadar CGRP serum. Efek antiinflamasi dimediasi melalui jalur NF-κB.
  3. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Migrain: Fokus pada Andrographis paniculata dan Mekanisme Neuroinflamasinya

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    9 studi (3 RCT, 4 studi hewan, 2 studi in vitro) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada keseragaman dosis; rentang 100–500 mg ekstrak per hari pada studi manusia
    Temuan:
    Bukti dari studi hewan dan klinis awal menunjukkan bahwa Andrographis paniculata dan andrografolidnya berpotensi mengurangi frekuensi dan intensitas migrain melalui efek antiinflamasi dan modulasi TRP channel. Namun, diperlukan lebih banyak uji klinis berkualitas tinggi.
  4. Meta-Analisis Uji Klinis Andrographis paniculata pada Kondisi Nyeri: Implikasi untuk Migrain

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 RCT (total 742 pasien) yang mengevaluasi efek Andrographis paniculata pada berbagai kondisi nyeri (termasuk nyeri kepala, osteoartritis, dan nyeri neuropatik)
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis ekstrak 200–600 mg/hari selama 4–16 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan efek analgesik signifikan (SMD = -0.45, 95% CI -0.72 hingga -0.18) dengan heterogenitas sedang. Subanalisis pada dua studi nyeri kepala menunjukkan potensi manfaat untuk migrain.
  5. Efek Andrographis paniculata pada Biomarker Inflamasi pada Pasien Migrain Kronis: Studi Eksploratif

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental (open-label pilot)
    Sampel:
    30 pasien migrain kronis (usia 20–50 tahun) dengan frekuensi serangan ≥15 hari per bulan
    Dosis/Durasi:
    400 mg ekstrak standar (andrographolide 6%) per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Setelah 8 minggu pemberian ekstrak Andrographis paniculata 400 mg/hari, kadar IL-6 dan TNF-α menurun signifikan, dan rata-rata hari migrain berkurang dari 18,5 menjadi 11,2 hari per bulan.
  6. Mekanisme Neuroprotektif Andrografolid pada Model Migrain: Peran Jalur Nrf2/HO-1

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Studi Eksperimental (in vivo/in vitro)
    Sampel:
    Mencit C57BL/6 (n=36) dan kultur sel SH-SY5Y
    Dosis/Durasi:
    Andrografolid 5–20 mg/kg intraperitoneal pada mencit selama 7 hari, serta 10–50 µM pada sel
    Temuan:
    Andrografolid mengaktifkan jalur Nrf2/HO-1, mengurangi stres oksidatif dan apoptosis sel saraf yang diinduksi oleh stimulasi migrain. Temuan ini mendukung potensi andrografolid sebagai agen pencegahan migrain.


Cari: