Neurologi
Migrain adalah gangguan neurologis yang ditandai dengan sakit kepala berulang dengan intensitas sedang hingga berat.
Serangan migrain sering disertai gejala lain seperti mual, muntah, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), sensitivitas terhadap suara (fonofobia), dan pada beberapa kasus disertai aura berupa gangguan penglihatan sementara.
Penyebab migrain melibatkan faktor genetik, perubahan aktivitas otak, pelepasan zat inflamasi, serta pemicu seperti stres, makanan tertentu, perubahan hormon, dan kurang tidur.
Bahan-bahan herbal berikut memiliki potensi sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi frekuensi dan intensitas serangan migrain melalui mekanisme anti-inflamasi, vasodilatasi, serta modulasi neurotransmiter.
Jahe (250 mg bubuk) sama efektifnya dengan sumatriptan 50 mg dalam mengurangi nyeri migrain dalam 2 jam, dengan efek samping yang lebih sedikit dan lebih ringan.
Suplementasi kurkumin selama 8 minggu secara signifikan mengurangi frekuensi dan durasi serangan migrain serta menurunkan kadar penanda inflamasi (CRP, TNF-α) dibandingkan plasebo.
Inhalasi minyak esensial lavender selama 15 menit secara signifikan mengurangi durasi dan keparahan sakit kepala migrain dibandingkan plasebo.
Advertisement
Minyak peppermint topikal secara signifikan mengurangi intensitas nyeri migrain dibandingkan plasebo. Efek samping minimal dan bersifat lokal.
Pemberian ekstrak chamomile 500 mg/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain per bulan (rata-rata penurunan 3,2 serangan) dibandingkan plasebo. Intensitas nyeri berdasarkan skala VAS juga berkurang secara bermakna pada kelompok perlakuan.
Suplementasi kayu manis 1 g/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain sebesar 50% dan mempersingkat durasi serangan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
Pemberian ekstrak Ginkgo biloba (EGb 761) 120 mg/hari selama 3 bulan secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain dibandingkan plasebo.
Pemberian tablet bawang putih 1200 mg per hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi dan durasi serangan migrain dibandingkan plasebo.
Ekstrak Centella asiatica mengurangi frekuensi serangan migrain secara signifikan dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Skor nyeri juga menurun secara bermakna.
Aromaterapi serai secara signifikan menurunkan skor nyeri VAS sebesar 2,1 poin setelah 30 menit dibandingkan plasebo. Efek analgesik diduga melalui penghambatan reseptor TRPV1 dan modulasi sistem limbik.