Peppermint untuk Migrain

Peppermint (Mentha piperita) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Minyak Peppermint dalam Pengobatan Migrain: Studi Acak, Tersamar Ganda, Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2005
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    100 pasien migrain (usia 18-65 tahun) dengan diagnosis migrain tanpa aura
    Dosis/Durasi:
    10% minyak peppermint dalam etanol, dioleskan di dahi dan pelipis setiap 15 menit selama 2 jam saat serangan migrain.
    Temuan:
    Minyak peppermint topikal secara signifikan mengurangi intensitas nyeri migrain dibandingkan plasebo. Efek samping minimal dan bersifat lokal.
  2. Tinjauan Sistematis Minyak Peppermint untuk Sakit Kepala Tipe Tegang dan Migrain

    Tahun:
    2011
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    6 studi (total 456 partisipan) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi, umumnya konsentrasi 5-10% dioleskan topikal.
    Temuan:
    Bukti terbatas menunjukkan minyak peppermint efektif mengurangi nyeri sakit kepala tipe tegang dan migrain. Diperlukan lebih banyak uji coba berkualitas tinggi.
  3. Meta-Analisis Efektivitas Minyak Peppermint terhadap Intensitas Nyeri Kepala Migrain

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    7 studi acak terkontrol dengan total 623 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10% minyak peppermint, durasi aplikasi 2-4 jam per serangan.
    Temuan:
    Minyak peppermint secara signifikan mengurangi intensitas nyeri migrain pada 2 jam setelah aplikasi dibandingkan plasebo. Tidak ada perbedaan signifikan pada kejadian efek samping.
  4. Pengaruh Aromaterapi Minyak Peppermint terhadap Migrain: Uji Coba Acak Terkontrol

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien migrain (60 wanita, 20 pria) berusia 20-50 tahun
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak peppermint 100% selama 15 menit pada awal serangan migrain, dilakukan 3 kali sehari selama 1 bulan.
    Temuan:
    Inhalasi minyak peppermint selama 15 menit mengurangi durasi serangan migrain dan frekuensi penggunaan obat darurat. Skor nyeri menurun signifikan dibandingkan kelompok kontrol.
  5. Studi Pendahuluan Efek Minyak Peppermint Topikal pada Migrain: Uji Coba Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    40 partisipan dengan migrain episodik (rata-rata usia 35 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Lotion dengan 10% minyak peppermint dioleskan di area nyeri, dosis tunggal saat serangan.
    Temuan:
    Minyak peppermint topikal mengurangi nyeri migrain pada 30 menit pertama, namun tidak berbeda signifikan dengan plasebo pada 60 menit. Diperlukan studi lebih besar.


Cari: