Pegagan untuk Migrain

Pegagan (Centella asiatica) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Centella asiatica sebagai Profilaksis Migrain: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien migrain (30 per kelompok)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica mengurangi frekuensi serangan migrain secara signifikan dibandingkan plasebo setelah 12 minggu. Skor nyeri juga menurun secara bermakna.
  2. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat untuk Migrain: Fokus pada Centella asiatica

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    15 studi termasuk 2 tentang Centella asiatica
    Dosis/Durasi:
    Tidak disebutkan (bervariasi antar studi)
    Temuan:
    Centella asiatica menunjukkan potensi sebagai agen anti-migrain melalui mekanisme anti-inflamasi dan vasodilatasi. Namun, bukti masih terbatas dan diperlukan studi lebih lanjut.
  3. Aktivitas Anti-Migrain Ekstrak Centella asiatica pada Model Tikus Migrain

    Tahun:
    2018
    Tipe:
    Studi Eksperimental (Hewan)
    Sampel:
    40 tikus Wistar
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg/hari selama 7 hari
    Temuan:
    Ekstrak Centella asiatica dosis 200 mg/kg mengurangi kadar nitrit oksida dan TNF-α pada tikus yang diinduksi nitroglycerin. Perilaku nyeri juga berkurang secara signifikan.
  4. Pengaruh Centella asiatica terhadap Kualitas Hidup Pasien Migrain Kronis

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Uji Klinis Terbuka (Open-label Trial)
    Sampel:
    40 pasien migrain kronis
    Dosis/Durasi:
    250 mg dua kali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian Centella asiatica selama 8 minggu meningkatkan skor kualitas hidup dan mengurangi jumlah hari sakit kepala per bulan secara bermakna.
  5. Mekanisme Molekuler Centella asiatica dalam Menghambat Jalur Nyeri Migrain

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi In Vitro dan In Vivo
    Sampel:
    Kultur sel ganglion trigeminal dan tikus
    Dosis/Durasi:
    50–100 mg/kg pada tikus, 24 jam paparan pada kultur sel
    Temuan:
    Senyawa asiaticoside dalam Centella asiatica menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2 di ganglion trigeminal. Hal ini berkontribusi pada efek anti-migrain melalui modulasi inflamasi.


Cari: