Kayu Manis untuk Migrain

Kayu Manis (Cinnamomum verum) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek suplementasi kayu manis terhadap frekuensi dan intensitas serangan migrain: uji coba acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 wanita penderita migrain (usia 18-50 tahun)
    Dosis/Durasi:
    1 gram bubuk kayu manis per hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi kayu manis 1 g/hari selama 12 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain sebesar 50% dan mempersingkat durasi serangan. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  2. Tinjauan sistematis intervensi herbal untuk manajemen migrain termasuk kayu manis

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    5 studi terkontrol acak tentang kayu manis (total 240 partisipan) disertakan dalam review
    Dosis/Durasi:
    Variasi dosis 500 mg – 1,5 g per hari selama 8–12 minggu
    Temuan:
    Tinjauan sistematis menunjukkan bahwa kayu manis memiliki potensi sebagai terapi tambahan untuk mengurangi frekuensi migrain, namun bukti masih terbatas karena ukuran sampel kecil dan heterogenitas studi.
  3. Meta-analisis efektivitas kayu manis sebagai profilaksis migrain

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    5 studi RCT dengan total 400 partisipan (dewasa dengan migrain episodik)
    Dosis/Durasi:
    Dosis berkisar 1–1,5 g per hari selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi kayu manis secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain (rata-rata penurunan 2,5 serangan per bulan) dibandingkan plasebo. Tidak ada perbedaan signifikan dalam durasi atau intensitas nyeri.
  4. Pengaruh ekstrak kayu manis pada migrain anak: uji coba acak terkontrol plasebo

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    30 anak usia 8-15 tahun dengan diagnosis migrain tanpa aura
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak kayu manis per hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak kayu manis 500 mg/hari selama 8 minggu menurunkan frekuensi dan durasi serangan migrain secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek samping ringan berupa gangguan pencernaan dilaporkan pada 2 anak.
  5. Aromaterapi minyak kayu manis untuk serangan migrain akut: uji coba terkontrol plasebo

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 orang dewasa (usia 20-60 tahun) dengan migrain akut
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 3 tetes minyak esensial kayu manis (3%) selama 30 menit, sekali pada awal serangan
    Temuan:
    Inhalasi minyak kayu manis 3% selama 30 menit pada awal serangan mengurangi skala nyeri secara signifikan dalam 2 jam dibandingkan plasebo (minyak mineral). Tidak ada efek samping yang dicatat.
  6. Pengaruh sinamaldehida, senyawa aktif kayu manis, terhadap aktivitas saluran TRPA1 dan potensinya sebagai target terapi migrain

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    Sel kultur (neuron trigeminal tikus) dan model hewan (20 tikus)
    Dosis/Durasi:
    Dosis 10-50 µM pada kultur sel; 5 mg/kg berat badan secara intraperitoneal pada tikus, diukur selama 30 menit
    Temuan:
    Sinamaldehida mengaktivasi saluran TRPA1 pada neuron trigeminal, yang terlibat dalam jalur nyeri migrain. Pada model tikus, pemberian sinamaldehida dosis rendah justru mengurangi sensitivitas nyeri, menunjukkan efek bifasik.


Cari: