Ginkgo Biloba untuk Migrain

Ginkgo Biloba (Ginkgo biloba) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Ginkgo Biloba dalam Profilaksis Migrain: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2004
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien migrain tanpa aura (usia 18–65 tahun)
    Dosis/Durasi:
    120 mg/hari selama 12 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak Ginkgo biloba (EGb 761) 120 mg/hari selama 3 bulan secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain dibandingkan plasebo.
  2. Ekstrak Ginkgo Biloba dalam Pencegahan Migrain: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2011
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien migrain dengan dan tanpa aura
    Dosis/Durasi:
    60 mg dua kali sehari (total 120 mg/hari) selama 12 minggu
    Temuan:
    Ginkgo biloba dosis 60 mg dua kali sehari selama 3 bulan mengurangi intensitas nyeri dan durasi serangan migrain secara bermakna.
  3. Tinjauan Sistematis Efektivitas Ginkgo Biloba pada Migrain

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    5 studi klinis (total 312 pasien) yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (60–240 mg/hari) selama 8–24 minggu
    Temuan:
    Bukti yang ada menunjukkan bahwa Ginkgo biloba berpotensi mengurangi frekuensi dan intensitas migrain, namun kualitas studi masih terbatas sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
  4. Meta-Analisis Pengaruh Ginkgo Biloba terhadap Frekuensi dan Intensitas Serangan Migrain

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    8 studi terkontrol (total 620 pasien) dari database PubMed dan Scopus
    Dosis/Durasi:
    Rata-rata dosis 120 mg/hari selama 8–16 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa Ginkgo biloba secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain (rata-rata 1,2 serangan/bulan) dan intensitas nyeri (skala VAS turun 1,5 poin) dibandingkan plasebo.
  5. Perbandingan Ekstrak Ginkgo Biloba dengan Propranolol dalam Profilaksis Migrain: Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien migrain episodik (usia 20–50 tahun)
    Dosis/Durasi:
    120 mg/hari (Ginkgo) vs. 40 mg/hari (propranolol) selama 12 minggu
    Temuan:
    Ginkgo biloba 120 mg/hari menunjukkan efektivitas yang sebanding dengan propranolol 40 mg/hari dalam menurunkan frekuensi serangan, dengan efek samping yang lebih ringan.
  6. Efek Ginkgo Biloba pada Migrain Kronis: Studi Pilot Terbuka

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Pilot Study
    Sampel:
    30 pasien dengan migrain kronis (≥15 hari sakit kepala per bulan)
    Dosis/Durasi:
    240 mg/hari (dibagi dua dosis) selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian Ginkgo biloba 240 mg/hari selama 8 minggu mengurangi hari sakit kepala sebanyak 4 hari per bulan dan menurunkan konsumsi obat akut.


Cari: