Chamomile untuk Migrain

Chamomile (Matricaria chamomilla) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efektivitas Ekstrak Chamomile (Matricaria chamomilla) terhadap Frekuensi dan Intensitas Serangan Migrain: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    60 pasien migrain episodik (usia 18-55 tahun, 80% perempuan)
    Dosis/Durasi:
    500 mg ekstrak chamomile (dalam kapsul) sekali sehari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak chamomile 500 mg/hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi serangan migrain per bulan (rata-rata penurunan 3,2 serangan) dibandingkan plasebo. Intensitas nyeri berdasarkan skala VAS juga berkurang secara bermakna pada kelompok perlakuan.
  2. Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis: Efektivitas Tanaman Obat (Termasuk Chamomile) sebagai Terapi Tambahan pada Migrain

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review dan Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi (total 1.024 partisipan) yang mengevaluasi berbagai herbal termasuk chamomile, feverfew, dan butterbur
    Dosis/Durasi:
    Beragam, ekstrak chamomile 400-600 mg/hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa chamomile secara signifikan mengurangi durasi serangan migrain (rata-rata 2,5 jam) dan penggunaan obat akut. Efek samping minimal dan terutama bersifat ringan (gangguan pencernaan).
  3. Pengaruh Aromaterapi Minyak Esensial Chamomile terhadap Nyeri dan Kualitas Tidur pada Pasien Migrain Kronis

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol)
    Sampel:
    40 pasien migrain kronis (dengan atau tanpa aura, usia 20-50 tahun)
    Dosis/Durasi:
    Inhalasi 2-3 tetes minyak esensial chamomile 3% dalam diffuser selama 15 menit saat serangan akut, serta penggunaan malam hari selama 4 minggu
    Temuan:
    Inhalasi minyak esensial chamomile selama 15 menit pada saat serangan akut mampu menurunkan intensitas nyeri secara signifikan dalam 30 menit pertama dibandingkan plasebo (minyak almond). Kualitas tidur juga membaik pada kelompok intervensi setelah 4 minggu penggunaan rutin.
  4. Mekanisme Anti-Inflamasi dan Neuroprotektif Chamomile pada Model Migrain Eksperimental: Studi pada Tikus

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental (In Vivo)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan yang diinduksi migrain dengan nitroglycerin
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak chamomile dosis 100 dan 200 mg/kgBB per oral selama 7 hari berturut-turut
    Temuan:
    Ekstrak chamomile dosis tinggi (200 mg/kgBB) menghambat pelepasan mediator inflamasi (TNF-α, IL-6) dan menurunkan ekspresi gen CGRP di trigeminal ganglion, yang berperan dalam patofisiologi migrain. Efek ini setara dengan sumatriptan pada beberapa parameter.
  5. Efek Gabungan Chamomile dan Magnesium terhadap Profil Nyeri dan Biomarker Oksidatif pada Pasien Migrain

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT (Uji Klinis Acak Terkontrol, double-blind)
    Sampel:
    72 pasien migrain dengan aura (usia 18-45 tahun, 75% perempuan)
    Dosis/Durasi:
    Kapsul berisi 400 mg ekstrak chamomile + 300 mg magnesium sitrat, diminum 2 kali sehari selama 12 minggu
    Temuan:
    Kombinasi ekstrak chamomile 400 mg/hari dan magnesium sitrat 300 mg/hari selama 12 minggu lebih efektif menurunkan frekuensi serangan (penurunan 4,1 serangan/bulan) dan kadar MDA (malondialdehyde) plasma dibandingkan monoterapi magnesium atau plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan.
  6. Tinjauan Sistematis: Peran Chamomile (Matricaria chamomilla) dalam Manajemen Nyeri Kepala dan Migrain

    Tahun:
    2015
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi (termasuk 4 RCT, 3 studi observasional, 1 studi in vivo)
    Dosis/Durasi:
    Beragam, mulai dari teh chamomile 2-3 cangkir/hari hingga ekstrak terstandarisasi 400-600 mg/hari selama 4-12 minggu
    Temuan:
    Bukti awal menunjukkan chamomile aman dan berpotensi efektif sebagai terapi adjuvan untuk migrain, terutama dalam mengurangi frekuensi dan durasi serangan. Namun, diperlukan lebih banyak studi dengan ukuran sampel besar dan standarisasi dosis.


Cari: