Bawang Putih untuk Migrain

Bawang Putih (Allium sativum) untuk Migrain, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Pengaruh tablet bawang putih terhadap karakteristik sakit kepala migrain

    Tahun:
    2012
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    42 pasien migrain (21 kelompok bawang putih, 21 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    1200 mg/hari, 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian tablet bawang putih 1200 mg per hari selama 8 minggu secara signifikan menurunkan frekuensi dan durasi serangan migrain dibandingkan plasebo.
  2. Pengaruh ekstrak bawang putih terhadap sakit kepala migrain

    Tahun:
    2016
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    50 pasien migrain (25 kelompok ekstrak bawang putih, 25 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    500 mg/hari, 6 minggu
    Temuan:
    Ekstrak bawang putih 500 mg per hari selama 6 minggu mengurangi intensitas nyeri migrain secara signifikan serta menurunkan frekuensi serangan.
  3. Suplementasi bawang putih dalam manajemen migrain: uji coba terkontrol acak

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 pasien migrain (30 kelompok bawang putih, 30 plasebo)
    Dosis/Durasi:
    800 mg/hari, 12 minggu
    Temuan:
    Suplementasi bawang putih 800 mg per hari selama 12 minggu menurunkan frekuensi serangan migrain dan meningkatkan kualitas hidup terkait migrain.
  4. Tinjauan sistematis pengobatan herbal untuk migrain: peran bawang putih

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi (termasuk 3 studi bawang putih dengan total 152 subjek)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (400–1200 mg/hari, 6–12 minggu)
    Temuan:
    Bawang putih menunjukkan efek positif dalam mengurangi frekuensi dan keparahan migrain, namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih ketat.
  5. Meta-analisis efek bawang putih terhadap sakit kepala

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analysis
    Sampel:
    5 studi RCT (total 262 partisipan)
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi (400–1200 mg/hari, 6–12 minggu)
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa suplementasi bawang putih secara signifikan mengurangi frekuensi serangan migrain dan durasi sakit kepala dibandingkan plasebo.


Cari: