Sambiloto untuk Epilepsi

Sambiloto (Andrographis paniculata) untuk Epilepsi, list studi klinis, kajian ilmiah, meta-analisis dan literatur.

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Antikonvulsan Ekstrak Etanol Andrographis paniculata pada Tikus yang Diinduksi Pentylenetetrazole

    Tahun:
    2017
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    30 ekor tikus jantan galur Sprague-Dawley
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kg BB per oral, diberikan 30 menit sebelum induksi kejang, selama 7 hari
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol sambiloto dosis 200 mg/kg BB mampu menunda onset kejang dan memperpendek durasi kejang pada model epilepsi umum. Efek ini diduga melalui peningkatan kadar GABA di otak.
  2. Andrografolid sebagai Agen Antikonvulsan: Studi Aktivitas pada Model Kejang Maksimal Elektroshock

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    24 ekor mencit Swiss albino jantan
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kg BB intraperitoneal, diberikan 60 menit sebelum tes, dosis tunggal
    Temuan:
    Andrografolid dosis 50 mg/kg BB menunjukkan perlindungan signifikan terhadap kejang tonik-klonik pada model MES. Mekanisme diduga melibatkan modulasi kanal natrium dan reseptor NMDA.
  3. Tinjauan Sistematis Tanaman Obat Indonesia sebagai Terapi Adjuvan Epilepsi: Fokus pada Andrographis paniculata

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    8 studi in vivo dan 2 studi in vitro yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Bervariasi antar studi: 50-400 mg/kg BB ekstrak atau 5-50 mg/kg BB andrografolid, durasi 1-28 hari
    Temuan:
    Ekstrak dan senyawa aktif sambiloto menunjukkan aktivitas antikonvulsan yang konsisten pada berbagai model hewan. Namun, bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas sehingga diperlukan uji klinis lebih lanjut.
  4. Uji Toksisitas dan Efek Protektif Andrografolid pada Model Epilepsi Lobus Temporal Tikus

    Tahun:
    2019
    Tipe:
    Studi Eksperimental pada Hewan
    Sampel:
    40 ekor tikus Wistar jantan (dibagi 4 kelompok)
    Dosis/Durasi:
    25 mg/kg BB intraperitoneal, setiap hari selama 21 hari
    Temuan:
    Andrografolid dosis 25 mg/kg BB tidak menunjukkan toksisitas signifikan dan mampu mengurangi frekuensi kejang spontan pada model kindling amygdala. Efek neuroprotektif terlihat dari penurunan ekspresi caspase-3.
  5. Meta-Analisis Efektivitas Andrographis paniculata pada Model Hewan Epilepsi: Dosis Respons dan Mekanisme Aksi

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 studi pada tikus dan mencit dengan total 240 hewan
    Dosis/Durasi:
    Rentang dosis 50-400 mg/kg BB ekstrak atau 10-100 mg/kg BB andrografolid, durasi 1-28 hari
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan bahwa pemberian sambiloto secara signifikan menurunkan durasi kejang (SMD -1.45) dan meningkatkan latensi kejang (SMD 1.82) dibandingkan kontrol. Efek optimal dicapai pada dosis 100-200 mg/kg BB ekstrak.


Cari: