Kasifikasi ilmiah Maja (Aegle marmelos)
Author: (L.) CorrĂȘa
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Sapindales |
| Famili: | Rutaceae |
| Subfamili: | Aurantioideae |
| Tribus: | Aurantieae |
| Genus: | Aegle |
| Spesies: | Aegle marmelos |
Aegle marmelos, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Maja atau Bila, merupakan pohon buah tropis yang punya tempat istimewa dalam tradisi masyarakat Asia. Pohon ini memiliki karakteristik batang yang berduri dengan daun yang tersusun secara majemuk, serta buah berbentuk bulat dengan kulit keras berwarna hijau kekuningan saat matang, di mana bagian dalamnya memiliki daging buah yang harum dan manis-asam yang sangat menyegarkan.
Selain buahnya yang bisa diolah menjadi minuman atau sirup, hampir seluruh bagian dari tanaman ini punya manfaat bagi kesehatan, mulai dari akar hingga daunnya. Di Indonesia, tanaman ini sering dikaitkan dengan sejarah kerajaan masa lalu, sementara di India, pohon ini dianggap suci dan sering ditanam di area sekitar kuil karena nilai filosofis dan khasiat pengobatannya yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu.
Advertisement