Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Aegle marmelos (Maja) sebagai Bahan Antidiabetes dan Antioksidan: Tinjauan Sistematis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    56 studi relevan dari Scopus dan PubMed yang membahas fitokimia dan aktivitas farmakologi Aegle marmelos.
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku untuk studi literatur.
    Temuan:
    Tinjauan ini menunjukkan bahwa daun dan buah maja mengandung alkaloid, kumarin, dan flavonoid yang berkontribusi pada aktivitas antidiabetes, antioksidan, dan antimikroba. Bukti dari studi praklinis mendukung potensi Aegle marmelos sebagai terapi tambahan untuk diabetes dan sindrom metabolik.
  2. Pengaruh Suplementasi Serbuk Buah Maja terhadap Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Acak Terkendali

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Randomized Controlled Trial (RCT)
    Sampel:
    80 pasien diabetes melitus tipe 2 berusia 30–65 tahun, dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok plasebo.
    Dosis/Durasi:
    Serbuk buah maja 2 × 500 mg/hari per oral selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi serbuk buah maja selama 12 minggu menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama intervensi.
  3. Ekstrak Daun Maja Mencegah Nefropati Diabetik pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotocin melalui Penghambatan Stres Oksidatif

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 tikus jantan galur Wistar; diabetes diinduksi dengan streptozotocin (STZ) 55 mg/kg berat badan.
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol daun maja 200 dan 400 mg/kg/hari per oral selama 6 minggu.
    Temuan:
    Ekstrak etanol daun maja pada dosis 400 mg/kg memperbaiki fungsi ginjal dengan menurunkan kreatinin dan urea serum pada tikus nefropati diabetik. Aktivitas antioksidan ekstrak diduga terlibat dalam efek perlindungan ginjal.
  4. Efek Perlindungan Ekstrak Buah Maja terhadap Kerusakan Hati Akibat Karbon Tetraklorida pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    28 tikus Wistar jantan dibagi dalam 4 kelompok; hepatotoksisitas diinduksi dengan karbon tetraklorida (CCl4).
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak hidroalkohol buah maja 250 dan 500 mg/kg/hari per oral selama 14 hari.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak buah maja menurunkan aktivitas serum ALT dan AST secara signifikan serta mengurangi nekrosis sel hati. Efek ini setara dengan silymarin pada dosis yang diuji.
  5. Aktivitas Antikanker Ekstrak Metanol Daun Maja terhadap Sel Kanker Payudara MCF-7 secara In Vitro

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    Sel MCF-7 dan sel normal MCF-10A; konsentrasi ekstrak yang diuji 0–200 µg/mL.
    Dosis/Durasi:
    Paparan ekstrak metanol 0–200 µg/mL selama 24 dan 48 jam.
    Temuan:
    Ekstrak metanol daun maja menghambat proliferasi sel MCF-7 dengan IC50 sekitar 72 µg/mL dan menginduksi apoptosis. Ekstrak relatif tidak toksik terhadap sel normal MCF-10A.
  6. Efek Antiinflamasi dan Antimikroba Ekstrak Daun Maja terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa pada Model Luka Tikus

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    40 tikus galur Sprague-Dawley dengan luka sayat yang diinfeksi Pseudomonas aeruginosa.
    Dosis/Durasi:
    Salep ekstrak daun maja 5% dan 10% dioleskan sekali sehari selama 14 hari.
    Temuan:
    Salep ekstrak daun maja mempercepat penutupan luka serta mengurangi jumlah bakteri dan kadar TNF-α jaringan dibandingkan kontrol. Aktivitas ini dikaitkan dengan senyawa kumarin dan flavonoid dalam ekstrak.

Advertisement


Cari: