Advertisement
Acorus calamus, yang dikenal sebagai Vacha atau Sweet Flag, adalah tumbuhan herba tahunan yang tumbuh subur di lahan basah seperti rawa, tepi sungai, dan sawah. Secara morfologi, tanaman ini memiliki rimpang (rhizoma) yang menjalar, aromatik, dan tebal, dengan permukaan gelap kecokelatan. Daunnya berbentuk seperti pedang (ensiform), meruncing, serta tersusun secara distichous, menyerupai daun iris. Meskipun sering disalahartikan sebagai alang-alang atau rumput, Acorus calamus sebenarnya termasuk dalam famili Acoraceae. Bunganya tersusun dalam spadix (tongkol) yang padat, berwarna kehijauan, dan muncul di samping batang semu. di India dan Indonesia, tanaman ini telah dikenal selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan Ayurveda dan jamu tradisional.
Jeringau biasanya hidup di tempat yang basah atau lembap, kayak di pinggiran sungai, rawa-rawa, atau area kolam yang dangkal. Tanaman ini suka banget sama tempat yang agak berair dan punya sistem akar (rizoma) yang kuat buat nempel di lumpur. Karakteristik/ciri-ciri Jeringau (Acorus calamus):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Akar Rizoma | Batangnya menjalar di bawah tanah atau lumpur (rizoma). Bentuknya tebal, bercabang, aromanya sangat wangi dan khas kalau dipotong. |
| Daun | Bentuknya panjang dan ramping mirip pedang (linier). Ujungnya lancip, warnanya hijau terang, dan kalau diremas bakal keluar bau harum yang menyengat. |
| Batang | Tumbuh tegak dari rizoma, bentuknya agak pipih dan nggak bercabang, sering kali tertutup oleh pelepah daun yang saling menumpuk. |
| Bunga | Bunganya unik, bentuknya kayak tongkol (spadix) yang mencuat dari samping batang daun. Warnanya kuning kehijauan dan ukurannya kecil-kecil banget. |
| Buah Dan Biji | Buahnya berbentuk beri kecil yang berisi biji, tapi jarang banget kita temui di alam karena tanaman ini lebih sering berkembang biak lewat tunas rizomanya. |
8 Manfaat Jeringau untuk kesehatan.
Penghambatan jalur COX-2 dan LOX, reduksi ekspresi TNF-α, IL-6, dan NF-κB, serta penekanan aktivitas myeloperoxidase dan NO synthase.
Inhibisi asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BuChE), antioksidan intraseluler, penurunan agregasi β-amiloid, dan aktivasi jalur Nrf2/ARE.
Disrupsi membran sel mikroba melalui interaksi dengan lipid bilayer, hambatan sintesis dinding sel pada bakteri Gram-positif, dan kerusakan integritas hifa pada jamur.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jeringau.
Interaksi & Kontraindikasi Jeringau dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Jeringau (Acorus calamus) adalah tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, namun penggunaannya menyimpan berbagai efek samping toksik yang signifikan, terutama akibat kandungan senyawa aktif utamanya yaitu beta-asaron. Minyak atsiri yang diekstrak dari jeringau, khususnya varietas tetraploid dan triploid, diketahui mengandung kadar beta-asaron yang tinggi yang bersifat karsinogenik dan genotoksik berdasarkan berbagai penelitian pada hewan uji. Paparan jangka panjang terhadap senyawa ini terbukti dapat menginduksi pembentukan tumor, terutama di bagian lambung dan hati, serta menimbulkan kekhawatiran serius terhadap potensi risiko karsinogenisitas pada manusia.
Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jeringau.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jeringau.