Jeringau

Sweet Flag | Acorus calamus
Jeringau
Nama
Jeringau (Sweet Flag)
Nama Latin/Ilmiah
Acorus calamus
Bagian Digunakan
Rimpang
Rasa
Tikta, Katu

Nama Lain
Kalmus (Jerman), Acore odorant (Prancis), Changpu (China), Shōbu (Jepang)
Asal
India, Cina, Asia Tenggara, dan Eropa
Kandungan Utama
Asaron, eugenol, minyak atsiri

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Jeringau

Acorus calamus, yang dikenal sebagai Vacha atau Sweet Flag, adalah tumbuhan herba tahunan yang tumbuh subur di lahan basah seperti rawa, tepi sungai, dan sawah. Secara morfologi, tanaman ini memiliki rimpang (rhizoma) yang menjalar, aromatik, dan tebal, dengan permukaan gelap kecokelatan. Daunnya berbentuk seperti pedang (ensiform), meruncing, serta tersusun secara distichous, menyerupai daun iris. Meskipun sering disalahartikan sebagai alang-alang atau rumput, Acorus calamus sebenarnya termasuk dalam famili Acoraceae. Bunganya tersusun dalam spadix (tongkol) yang padat, berwarna kehijauan, dan muncul di samping batang semu. di India dan Indonesia, tanaman ini telah dikenal selama ribuan tahun dalam sistem pengobatan Ayurveda dan jamu tradisional.

Baca Lebih Lanjut
Update: 23 Agu 2026 - 04:41:13
 

II. Ciri-ciri Jeringau

Jeringau biasanya hidup di tempat yang basah atau lembap, kayak di pinggiran sungai, rawa-rawa, atau area kolam yang dangkal. Tanaman ini suka banget sama tempat yang agak berair dan punya sistem akar (rizoma) yang kuat buat nempel di lumpur. Karakteristik/ciri-ciri Jeringau (Acorus calamus):

Bagian Ciri-Ciri
Akar Rizoma Batangnya menjalar di bawah tanah atau lumpur (rizoma). Bentuknya tebal, bercabang, aromanya sangat wangi dan khas kalau dipotong.
Daun Bentuknya panjang dan ramping mirip pedang (linier). Ujungnya lancip, warnanya hijau terang, dan kalau diremas bakal keluar bau harum yang menyengat.
Batang Tumbuh tegak dari rizoma, bentuknya agak pipih dan nggak bercabang, sering kali tertutup oleh pelepah daun yang saling menumpuk.
Bunga Bunganya unik, bentuknya kayak tongkol (spadix) yang mencuat dari samping batang daun. Warnanya kuning kehijauan dan ukurannya kecil-kecil banget.
Buah Dan Biji Buahnya berbentuk beri kecil yang berisi biji, tapi jarang banget kita temui di alam karena tanaman ini lebih sering berkembang biak lewat tunas rizomanya.

III. Manfaat Jeringau

8 Manfaat Jeringau untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi

    Penghambatan jalur COX-2 dan LOX, reduksi ekspresi TNF-α, IL-6, dan NF-κB, serta penekanan aktivitas myeloperoxidase dan NO synthase.

    Senyawa Aktif: β-Asarone, α-asarone, Eugenol
    Tampilkan
  2. Neuroprotektif (terkait Alzheimer)

    Inhibisi asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BuChE), antioksidan intraseluler, penurunan agregasi β-amiloid, dan aktivasi jalur Nrf2/ARE.

    Senyawa Aktif: β-Asarone, α-asarone, Asam Kafeat
    Tampilkan
  3. Antimikroba spektrum luas

    Disrupsi membran sel mikroba melalui interaksi dengan lipid bilayer, hambatan sintesis dinding sel pada bakteri Gram-positif, dan kerusakan integritas hifa pada jamur.

    Senyawa Aktif: Minyak atsiri (β-asarone, methyl eugenol, calamenene), Asarone, Eugenol
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Jeringau

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Jeringau.

  1. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Sedatif, Antikonvulsan, Neuroprotektif (in Vitro Dan Hewan; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  2. alpha-Asarone

    Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antimikroba, Antiinflamasi, Insektisida (studi In Vitro; Belum Ada Uji Klinis Pada Manusia).
    Tampilkan
  3. Golongan: Fenilpropanoid
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Analgesik Lokal, Antiseptik, Antiinflamasi (digunakan Dalam Kedokteran Gigi; Uji Klinis Terbatas Pada Manusia).
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Jeringau

Interaksi & Kontraindikasi Jeringau dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Kehamilan

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan Vacha karena dapat merangsang kontraksi rahim dan berpotensi menyebabkan keguguran. Kandungan beta-asarone juga bersifat toksik bagi janin.

  2. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Sebaiknya hindari karena keamanan pada bayi belum diketahui. Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan.

  3. Penggunaan pada penderita Gangguan hati berat (sirosis, hepatitis)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Hindari karena beta-asarone dapat memperburuk kerusakan hati dan bersifat hepatotoksik pada dosis tinggi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Jeringau

Jeringau (Acorus calamus) adalah tanaman herbal yang telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional, namun penggunaannya menyimpan berbagai efek samping toksik yang signifikan, terutama akibat kandungan senyawa aktif utamanya yaitu beta-asaron. Minyak atsiri yang diekstrak dari jeringau, khususnya varietas tetraploid dan triploid, diketahui mengandung kadar beta-asaron yang tinggi yang bersifat karsinogenik dan genotoksik berdasarkan berbagai penelitian pada hewan uji. Paparan jangka panjang terhadap senyawa ini terbukti dapat menginduksi pembentukan tumor, terutama di bagian lambung dan hati, serta menimbulkan kekhawatiran serius terhadap potensi risiko karsinogenisitas pada manusia.

Baca Semua Efek Samping

VII. Studi Klinis & Meta-Analisis Jeringau

Ringkasan Studi Klinis dan Meta-Analisis dari Jeringau.

  1. Acorus calamus Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Model Penyakit Alzheimer: Meta-Analisis Studi Praktinik

    Tahun: 2023
    Temuan:
    Ekstrak Acorus calamus dan β-asarone secara signifikan memperbaiki memori spasial dan menurunkan beban beta-amiloid di hipokampus. Efek neuroprotektif paling konsisten pada dosis 100–200 mg/kg berat badan.
    Tampilkan
  2. Efek Suplementasi Ekstrak Jeringau terhadap Fungsi Eksekutif pada Lansia

    Tahun: 2021
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jeringau 200 mg/hari selama 8 minggu meningkatkan skor fungsi eksekutif dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius yang dilaporkan.
    Tampilkan
  3. Ekstrak Acorus calamus Mencegah Gangguan Depresi Akibat Stres Kronis pada Tikus

    Tahun: 2020
    Temuan:
    Ekstrak jeringau menurunkan perilaku seperti depresi serta menormalkan kadar kortisol dan BDNF. Aktivitas antiinflamasi di otak turut berkontribusi terhadap efek antidepresan.
    Tampilkan

VIII. FAQ Jeringau

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Jeringau.

Apa itu Vacha dan bagaimana penggunaannya dalam pengobatan tradisional?
Vacha (Acorus calamus) adalah tanaman herbal rimpang yang telah lama digunakan dalam sistem pengobatan Ayurveda, Tiongkok, dan suku asli Amerika. Biasanya digunakan sebagai tonik untuk sistem saraf, meningkatkan daya ingat, mengatasi gangguan pencernaan, dan sebagai ekspektoran. Penggunaannya secara tradisional telah didokumentasikan dalam literatur Ayurveda (Sharma et al., 2021).
Apakah Vacha aman dikonsumsi sehari-hari?
Tidak disarankan untuk dikonsumsi sehari-hari tanpa pengawasan ahli karena kandungan beta-asarone yang bersifat toksik dan karsinogenik pada dosis tinggi. Beberapa negara melarang penggunaan internal produk yang mengandung beta-asarone. Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menetapkan batas aman beta-asarone yang sangat rendah (EFSA Journal, 2012). Konsumsi jangka panjang bahkan dalam dosis kecil dapat meningkatkan risiko kerusakan hati dan kanker.
Bagaimana cara konsumsi Vacha yang benar?
Jika tetap ingin menggunakan, biasanya Vacha dikonsumsi dalam bentuk rebusan rimpang kering (1–2 gram per hari) atau sebagai ekstrak tingtur (1:5 dalam alkohol 40%, dosis 1–2 ml). Namun, penggunaannya harus sangat hati-hati dan sebaiknya di bawah bimbingan praktisi herbal yang berpengalaman. Kandungan beta-asarone harus diminimalkan dengan memilih varietas diploid yang memiliki kadar lebih rendah (Rao et al., 2017).
Apa efek samping yang mungkin timbul dari konsumsi Vacha?
Efek samping meliputi mual, muntah, diare, sakit kepala, dan reaksi alergi. Pada dosis tinggi dapat menyebabkan halusinasi, kejang, dan kerusakan hati. Studi pada hewan menunjukkan bahwa beta-asarone bersifat hepatotoksik dan karsinogenik (Habib & Kausar, 2020). Hindari penggunaan pada orang dengan gangguan hati atau ginjal.
Apakah Vacha aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman. Vacha memiliki sifat emmenagogue (merangsang menstruasi) dan dapat memicu kontraksi rahim, sehingga meningkatkan risiko keguguran. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Acorus calamus memiliki efek uterotonik (Kirtikar & Basu, 2018). Ibu menyusui juga harus menghindari karena belum ada data keamanan bagi bayi.
Apakah Vacha dapat digunakan pada bayi dan anak-anak?
Sangat tidak disarankan. Bayi dan anak-anak lebih sensitif terhadap efek toksik beta-asarone. Badan Pengawas Obat dan Makanan di beberapa negara melarang penggunaan tanaman yang mengandung beta-asarone pada anak-anak (WHO, 2017). Selain itu, dosis yang tidak tepat dapat menyebabkan gangguan neurologis seperti kejang.
Apa manfaat kesehatan umum dari Vacha yang didukung penelitian?
Beberapa penelitian menunjukkan potensi Vacha sebagai neuroprotektif, meningkatkan kognisi, anti-inflamasi, dan antimikroba. Ekstrak Acorus calamus terbukti meningkatkan memori pada tikus dengan Alzheimer (Muthaiyan et al., 2019). Namun, sebagian besar studi bersifat preklinis dan belum cukup kuat untuk rekomendasi klinis. Manfaat harus diimbangi dengan risiko toksisitas.
Bagaimana interaksi Vacha dengan obat-obatan lain?
Vacha dapat berinteraksi dengan obat penenang (sedatif), obat antikejang, dan obat hipertensi karena efeknya pada sistem saraf pusat. Kandungan asaron dapat menghambat enzim CYP450, sehingga mempengaruhi metabolisme obat lain (Jana et al., 2021). Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan bersama obat-obatan resep.

Rumput Teki

Cyperus rotundus

Maja

Aegle marmelos

Cari: