Sampel:
8 strain bakteri klinis meliputi MRSA dan E. coli penghasil ESBL
Dosis/Durasi:
Konsentrasi diuji 0,125–4% v/v; paparan selama 24 jam pada kultur in vitro.
Temuan:
Minyak atsiri jeringau menghasilkan zona hambat yang signifikan terhadap bakteri multiresisten. Konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar antara 0,25% dan 2% v/v.