Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Acorus calamus Meningkatkan Fungsi Kognitif pada Model Penyakit Alzheimer: Meta-Analisis Studi Praktinik

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    18 studi praktinik pada hewan coba (tikus/mencit)
    Dosis/Durasi:
    Dosis antar studi 100–200 mg/kg berat badan, durasi 21–60 hari.
    Temuan:
    Ekstrak Acorus calamus dan β-asarone secara signifikan memperbaiki memori spasial dan menurunkan beban beta-amiloid di hipokampus. Efek neuroprotektif paling konsisten pada dosis 100–200 mg/kg berat badan.
  2. Efek Suplementasi Ekstrak Jeringau terhadap Fungsi Eksekutif pada Lansia

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 lansia berusia 55–80 tahun dengan gangguan kognitif ringan
    Dosis/Durasi:
    200 mg/hari per oral selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak jeringau 200 mg/hari selama 8 minggu meningkatkan skor fungsi eksekutif dibandingkan plasebo. Tidak ditemukan efek samping serius yang dilaporkan.
  3. Ekstrak Acorus calamus Mencegah Gangguan Depresi Akibat Stres Kronis pada Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    30 tikus Sprague-Dawley dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak etanol 100–300 mg/kg berat badan per oral selama 21 hari.
    Temuan:
    Ekstrak jeringau menurunkan perilaku seperti depresi serta menormalkan kadar kortisol dan BDNF. Aktivitas antiinflamasi di otak turut berkontribusi terhadap efek antidepresan.
  4. Jeringau sebagai Bahan Neuroprotektif: Tinjauan Sistematis terhadap Penelitian Praktinik

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    22 artikel praktinik yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada intervensi langsung; rentang dosis yang dilaporkan 50–400 mg/kg berat badan selama 14–60 hari.
    Temuan:
    Acorus calamus menunjukkan efek protektif terhadap stres oksidatif dan neuroinflamasi melalui jalur Nrf2/HO-1. Senyawa aktif utama β-asarone berperan besar dalam perbaikan sinaptik dan kelangsungan hidup neuron.
  5. Efek Antidiabetes dan Antioksidan Ekstrak Etanol Jeringau pada Tikus Diabetes

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    36 tikus Wistar yang diinduksi streptozotosin
    Dosis/Durasi:
    400 mg/kg berat badan per oral selama 28 hari.
    Temuan:
    Ekstrak jeringau menurunkan glukosa darah puasa dan HbA1c secara signifikan. Perbaikan histologi pankreas dan peningkatan aktivitas enzim antioksidan juga diamati.
  6. Aktivitas Antimikroba Minyak Atsiri Jeringau terhadap Bakteri Patogen Multiresisten

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi In Vitro
    Sampel:
    8 strain bakteri klinis meliputi MRSA dan E. coli penghasil ESBL
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi diuji 0,125–4% v/v; paparan selama 24 jam pada kultur in vitro.
    Temuan:
    Minyak atsiri jeringau menghasilkan zona hambat yang signifikan terhadap bakteri multiresisten. Konsentrasi hambat minimum (MIC) berkisar antara 0,25% dan 2% v/v.
  7. β-Asaron dari Jeringau Memperbaiki Kolitis Ulseratif melalui Aktivasi Nrf2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Eksperimental
    Sampel:
    40 tikus C57BL/6 dengan kolitis akibat natrium dekstran sulfat
    Dosis/Durasi:
    25 mg/kg β-asarone per oral selama 7 hari.
    Temuan:
    β-Asaron menurunkan indeks keparahan kolitis dan memperbaiki integritas mukosa usus. Efek tersebut dimediasi oleh aktivasi jalur Nrf2 dan penurunan sitokin proinflamasi.

Advertisement


Cari: