Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Bawang Merah terhadap Kadar Glukosa Darah dan Lipid pada Pasien Diabetes Tipe 2: Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    13 uji klinis acak dengan total 1.156 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Setara 500–2.000 mg ekstrak/hari atau 30–80 g bawang segar selama 4–16 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi bawang merah menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, kolesterol total, dan trigliserida secara signifikan. Tidak ditemukan efek samping serius pada fungsi ginjal dan hati.
  2. Tinjauan Sistematis Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Umbi Bawang Merah (Allium cepa var. aggregatum)

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    28 artikel penelitian asli (in vitro dan in vivo)
    Dosis/Durasi:
    Belum ada dosis terstandar pada manusia; mayoritas studi menggunakan ekstrak 50–300 µg/mL.
    Temuan:
    Bawang merah kaya akan flavonoid, terutama kuersetin, dan menunjukkan aktivitas penangkal radikal bebas yang kuat. Ekstrak etanol kulit umbi lebih unggul dibanding daging umbi dalam kapasitas antioksidan.
  3. Efek Jus Bawang Merah terhadap Tekanan Darah pada Individu Hipertensi Derajat 1: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 dewasa hipertensi derajat 1 berusia 35–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    50 mL jus umbi bawang merah segar (setara 30 g) sekali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian jus bawang merah menurunkan tekanan darah sistolik rata-rata 8 mmHg dan diastolik 5 mmHg dibandingkan plasebo. Penurunan mulai tampak pada minggu ke-4 dan bertahan hingga akhir intervensi.
  4. Efek Ekstrak Etanol Bawang Merah terhadap Kadar Glukosa dan Morfologi Sel Beta Pankreas Tikus yang Diinduksi Streptozotocin

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan dengan berat 180–220 g yang diinduksi streptozotocin
    Dosis/Durasi:
    150, 300, dan 450 mg/kgBB/hari secara gavage selama 21 hari.
    Temuan:
    Ekstrak bawang merah dosis 300 mg/kgBB menurunkan glukosa darah puasa sebesar 44% dan meningkatkan densitas sel beta pankreas. Efek tersebut setara dengan glibenklamid 0,6 mg/kgBB.
  5. Aktivitas Anti-Inflamasi dan Anti-Obesitas Bawang Merah: Tinjauan Sistematis pada Studi Pra-Klinis dan Klinis

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    24 studi (18 studi hewan dan 6 uji klinis kecil)
    Dosis/Durasi:
    Dosis pada penelitian manusia setara 50–100 g bawang segar/hari selama 6–12 minggu.
    Temuan:
    Konsumsi bawang merah dikaitkan dengan penurunan TNF-α, IL-6, dan berat badan pada model obesitas. Bawang merah berpotensi menjadi terapi komplementer untuk gangguan metabolik.
  6. Pengaruh Kapsul Bubuk Bawang Merah terhadap Profil Lipid pada Pasien Sindrom Metabolik

    Tahun:
    2025
    Tipe:
    RCT (acak tersamar ganda)
    Sampel:
    72 pasien sindrom metabolik (36 kelompok intervensi, 36 kelompok plasebo)
    Dosis/Durasi:
    5 g bubuk umbi bawang merah/hari dalam bentuk kapsul selama 12 minggu.
    Temuan:
    Bubuk bawang merah menurunkan trigliserida dan LDL secara signifikan serta meningkatkan HDL setelah 12 minggu. Parameter antropometri dan tekanan darah tidak berubah secara signifikan.
  7. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Bawang Merah terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Uji laboratorium eksperimental
    Sampel:
    Ekstrak etanol 96% kulit bawang merah; uji terhadap dua strain bakteri standar
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi ekstrak 3,125–100 mg/mL; uji difusi dan dilusi dilakukan selama 24 jam.
    Temuan:
    Ekstrak kulit bawang merah menunjukkan aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat 14,2 mm terhadap S. aureus dan 11,8 mm terhadap E. coli. Nilai KHM berturut-turut adalah 6,25 mg/mL dan 12,5 mg/mL.

Advertisement


Cari: