Cakar Kucing

Cat's Claw | Uncaria tomentosa
Cakar Kucing
Nama
Cakar Kucing (Cat's Claw)
Nama Latin/Ilmiah
Uncaria tomentosa
Bagian Digunakan
Kulit Kayu, Akar
Rasa
Pahit, sepat

Nama Lain
Uña de gato (Peru), Unha de gato (Brazil), Katzenkralle (Germany), Griffe du chat (France), Artiglio di gatto (Italy)
Asal
Peru, Brasil, Kolombia, Ekuador, Guyana
Kandungan Utama
Alkaloid oksindol, glikosida asam kuinat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cakar Kucing

Uncaria tomentosa, yang lebih dikenal sebagai Cat's Claw (Cakar Kucing), adalah tanaman merambat berkayu asli hutan hujan Amazon dan wilayah tropis Amerika Tengah serta Selatan. Nama "Cat's Claw" berasal dari duri melengkung yang menyerupai cakar kucing pada batangnya. Secara tradisional, kulit kayu dan akar tanaman ini telah digunakan oleh suku Ashaninka dan masyarakat adat lainnya di Peru selama berabad-abad untuk mengobati berbagai kondisi, mulai dari radang sendi, gangguan pencernaan, hingga sebagai tonik kekebalan tubuh. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kulit kayu bagian dalam dan akar, yang mengandung konsentrasi senyawa bioaktif tertinggi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 03 Sep 2026 - 06:41:11
 

II. Ciri-ciri Cakar Kucing

Tanaman ini adalah tanaman merambat (liana) yang tumbuh liar di hutan hujan tropis Amazon, terutama di dataran rendah Amerika Tengah dan Selatan. Dia suka banget nempel atau merambat di pohon-pohon besar buat cari sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Cakar Kucing (Uncaria tomentosa):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Batangnya berkayu, bisa tumbuh sangat panjang dan tebal. Yang unik, dia punya duri melengkung yang bentuknya mirip banget sama cakar kucing, makanya dinamain Cakar Kucing.
Daun Daunnya berbentuk oval atau lonjong dengan ujung yang agak runcing. Warnanya hijau tua dan permukaannya punya tekstur sedikit berbulu halus.
Bunga Bunganya kecil-kecil, warnanya kuning krem, dan bentuknya menggumpal seperti bola-bola kecil yang cantik.
Akar Akar tanaman ini punya kandungan senyawa aktif yang paling tinggi dan biasanya jadi bagian paling dicari untuk pengobatan tradisional.
Pola Tumbuh Tipe tanaman merambat (liana) yang bisa memanjat pohon hutan sampai ketinggian puluhan meter dengan bantuan duri pengaitnya.

III. Manfaat Cakar Kucing

8 Manfaat Cakar Kucing untuk kesehatan.

  1. Anti-inflamasi dan Nyeri Sendi (Osteoarthritis)

    Menghambat aktivasi faktor transkripsi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, TNF-α, IL-1β, dan PGE2; menghambat enzim 5-lipoksigenase dan sintesis leukotrien; mengurangi degradasi kartilago melalui penghambatan MMP.

    Senyawa Aktif: Asam Ursolat, Asam asiatat, Proanthocyanidins, Alkaloid oksindol (mitrafillin, isomitrafillin)
    Tampilkan
  2. Imunomodulasi (Stimulasi Non-Spesifik)

    Meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag, proliferasi limfosit T dan B, produksi IL-1, IL-6, dan IFN-γ; pada dosis tinggi justru menekan inflamasi melalui jalur NF-κB; efek bifasik tergantung konsentrasi.

    Senyawa Aktif: Alkaloid pentasiklik (rinkofilin, mitrafillin), Polifenol (asam klorogenat)
    Tampilkan
  3. Antioksidan Sistemik

    Menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida); meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutathione peroksidase); mengkhelat ion logam transisi; menghambat peroksidasi lipid.

    Senyawa Aktif: Asam Klorogenat, Katekin, Epikatekin, Procyanidin B2
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Cakar Kucing

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cakar Kucing.

  1. Mitraphylline

    Golongan: Alkaloid (Oxindole)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Melalui Inhibisi COX-2 Dan NF-κB; Imunomodulator Dengan Meningkatkan Aktivitas Sel NK.
    Tampilkan
  2. Isomitraphylline

    Golongan: Alkaloid (Oxindole)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Imunomodulator – Meningkatkan Proliferasi Limfosit Dan Aktivitas Sel Natural Killer (NK).
    Tampilkan
  3. Pteropodine

    Golongan: Alkaloid (Oxindole)
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiproliferatif Terhadap Sel Kanker (in Vitro Pada Sel Leukemia Dan Payudara); Induksi Apoptosis.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cakar Kucing

Interaksi & Kontraindikasi Cakar Kucing dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersama herbal imunostimulan lain (misalnya echinacea atau ginseng)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Dapat menimbulkan efek imunostimulasi aditif. Umumnya aman pada orang sehat, tetapi hindari pada pasien autoimun atau penerima transplantasi tanpa persetujuan dokter.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Tekanan darah rendah atau pasien yang mengonsumsi obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Cakar Kucing dapat menurunkan tekanan darah. Gunakan dengan pemantauan tekanan darah rutin dan konsultasi dengan dokter untuk mencegah hipotensi berlebihan.

  3. Penggunaan bersamaan dengan Obat substrat CYP3A4 (misalnya simvastatin, midazolam, triazolam, nifedipin, protease inhibitor HIV)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Cakar Kucing dapat menghambat enzim CYP3A4 sehingga kadar obat dapat meningkat. Hindari dengan obat yang memiliki indeks terapi sempit dan konsultasikan ke dokter atau apoteker.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+9)

VI. Efek Samping Cakar Kucing

Cakar Kucing (Uncaria tomentosa) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, namun dapat menimbulkan berbagai efek samping terutama pada penggunaan dosis tinggi atau jangka panjang. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa tanin yang cukup tinggi di dalam kulit kayu tanaman tersebut, yang dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Cakar Kucing

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cakar Kucing.

Apa itu Cat's Claw dan kandungan fitokimia utamanya?
Cat's Claw atau Uncaria tomentosa adalah tanaman merambat asal Amazon yang kulit kayunya digunakan dalam etnomedisin. Kandungan fitokimia utamanya meliputi alkaloid oksindol pentasiklik dan tetrasiklik, glikosida quinovat, triterpen, flavonoid, serta asam fenolat. Alkaloid oksindol pentasiklik diketahui memiliki aktivitas imunomodulator, sementara senyawa fenolik berperan sebagai antioksidan. Informasi ini tercantum dalam Heitzman et al. 2005, Phytochemistry.
Bagaimana cara konsumsi dan dosis harian Cat's Claw yang dianjurkan?
Tidak ada dosis universal yang disepakati. Dalam uji klinis, dosis yang digunakan adalah 60 mg/hari ekstrak pentasiklik untuk artritis reumatoid (Mur et al., 2002) dan 100 mg/hari ekstrak air beku-kering untuk osteoartritis lutut (Piscoya et al., 2001). Bentuk konsumsi dapat berupa kapsul, ekstrak cair, atau teh. Mulailah dari dosis terendah pada produk terstandar dan ikuti petunjuk label; penggunaan jangka panjang sebaiknya di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Apakah Cat's Claw aman untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak?
Tidak direkomendasikan. Belum ada studi keamanan yang memadai pada ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak. Karena efek imunostimulasi dan kandungan alkaloidnya, risiko terhadap janin, bayi, dan anak tidak diketahui. Oleh karena itu, kelompok tersebut disarankan menghindari penggunaan Cat's Claw. Referensi: Bone & Mills, Principles and Practice of Phytotherapy (2013) dan Botanical Safety Handbook (American Herbal Products Association).
Apa efek samping yang mungkin terjadi setelah mengonsumsi Cat's Claw?
Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan, seperti mual, diare, sakit perut, pusing, dan gangguan pencernaan. Pada uji klinis artritis reumatoid dan osteoartritis, efek samping serius tidak dilaporkan secara signifikan lebih tinggi dibanding plasebo. Meskipun demikian, reaksi alergi mungkin terjadi, dan orang dengan penyakit autoimun sebaiknya berhati-hati karena efek imunostimulasi. Referensi: Mur et al., 2002; Piscoya et al., 2001.
Apakah Cat's Claw efektif untuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis?
Bukti awal menunjukkan manfaat pada nyeri sendi. Uji acak tersamar ganda pada osteoartritis lutut menunjukkan perbaikan nyeri setelah 4 minggu pemberian 100 mg/hari ekstrak air beku-kering (Piscoya et al., 2001). Pada pasien artritis reumatoid, ekstrak pentasiklik 60 mg/hari selama 52 minggu dilaporkan mengurangi nyeri dan jumlah sendi bengkak dibanding plasebo (Mur et al., 2002). Namun, ukuran penelitiannya kecil sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
Bagaimana mekanisme anti-inflamasi dan antioksidan Cat's Claw?
Ekstrak Cat's Claw, termasuk yang kaya flavonoid dan glikosida quinovat, secara eksperimental menghambat aktivasi NF-κB, menurunkan sitokin proinflamasi seperti TNF-α, dan mengurangi pembentukan prostaglandin E2. Aktivitas antioksidannya juga berkontribusi terhadap efek perlindungan seluler. Hal ini dijelaskan dalam Sandoval et al. 2002, Phytomedicine.
Apakah Cat's Claw dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mengobati infeksi?
Secara in vitro, Cat's Claw meningkatkan aktivitas limfosit dan fagositosis, serta menunjukkan efek imunomodulator. Akan tetapi, bukti klinis yang mendukung penggunaan Cat's Claw untuk mencegah atau mengobati infeksi pada manusia masih sangat terbatas. Oleh karena itu, Cat's Claw tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat antibakteri atau antivirus yang diresepkan. Referensi: Heitzman et al., 2005; Sandoval et al., 2002.
Apakah Cat's Claw aman dikonsumsi bersama obat-obatan?
Karena efek imunostimulasinya, Cat's Claw berpotensi mengurangi efektivitas obat imunosupresan seperti siklosporin atau azatioprin. Data interaksi obat lain masih terbatas, tetapi penggunaan bersama antikoagulan dan obat penurun tekanan darah sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu. Jangan mengonsumsi Cat's Claw tanpa pengawasan jika Anda sedang menggunakan obat resep. Perhatian ini tercantum dalam Natural Medicines Comprehensive Database.

Terompet Lavender

Handroanthus impetiginosus

Cakar Setan

Harpagophytum procumbens

Cari: