Advertisement
Uncaria tomentosa, yang lebih dikenal sebagai Cat's Claw (Cakar Kucing), adalah tanaman merambat berkayu asli hutan hujan Amazon dan wilayah tropis Amerika Tengah serta Selatan. Nama "Cat's Claw" berasal dari duri melengkung yang menyerupai cakar kucing pada batangnya. Secara tradisional, kulit kayu dan akar tanaman ini telah digunakan oleh suku Ashaninka dan masyarakat adat lainnya di Peru selama berabad-abad untuk mengobati berbagai kondisi, mulai dari radang sendi, gangguan pencernaan, hingga sebagai tonik kekebalan tubuh. Bagian yang paling sering dimanfaatkan adalah kulit kayu bagian dalam dan akar, yang mengandung konsentrasi senyawa bioaktif tertinggi.
Tanaman ini adalah tanaman merambat (liana) yang tumbuh liar di hutan hujan tropis Amazon, terutama di dataran rendah Amerika Tengah dan Selatan. Dia suka banget nempel atau merambat di pohon-pohon besar buat cari sinar matahari. Karakteristik/ciri-ciri Cakar Kucing (Uncaria tomentosa):
| Bagian | Ciri-Ciri |
|---|---|
| Batang | Batangnya berkayu, bisa tumbuh sangat panjang dan tebal. Yang unik, dia punya duri melengkung yang bentuknya mirip banget sama cakar kucing, makanya dinamain Cakar Kucing. |
| Daun | Daunnya berbentuk oval atau lonjong dengan ujung yang agak runcing. Warnanya hijau tua dan permukaannya punya tekstur sedikit berbulu halus. |
| Bunga | Bunganya kecil-kecil, warnanya kuning krem, dan bentuknya menggumpal seperti bola-bola kecil yang cantik. |
| Akar | Akar tanaman ini punya kandungan senyawa aktif yang paling tinggi dan biasanya jadi bagian paling dicari untuk pengobatan tradisional. |
| Pola Tumbuh | Tipe tanaman merambat (liana) yang bisa memanjat pohon hutan sampai ketinggian puluhan meter dengan bantuan duri pengaitnya. |
8 Manfaat Cakar Kucing untuk kesehatan.
Menghambat aktivasi faktor transkripsi NF-κB, menurunkan ekspresi COX-2, TNF-α, IL-1β, dan PGE2; menghambat enzim 5-lipoksigenase dan sintesis leukotrien; mengurangi degradasi kartilago melalui penghambatan MMP.
Meningkatkan aktivitas fagositosis makrofag, proliferasi limfosit T dan B, produksi IL-1, IL-6, dan IFN-γ; pada dosis tinggi justru menekan inflamasi melalui jalur NF-κB; efek bifasik tergantung konsentrasi.
Menangkap radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida); meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen (SOD, katalase, glutathione peroksidase); mengkhelat ion logam transisi; menghambat peroksidasi lipid.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cakar Kucing.
Interaksi & Kontraindikasi Cakar Kucing dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.
Cakar Kucing (Uncaria tomentosa) umumnya dianggap aman bila dikonsumsi dalam jangka pendek, namun dapat menimbulkan berbagai efek samping terutama pada penggunaan dosis tinggi atau jangka panjang. Efek samping yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan pencernaan ringan seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. Hal ini disebabkan oleh kandungan senyawa tanin yang cukup tinggi di dalam kulit kayu tanaman tersebut, yang dapat mengiritasi lapisan mukosa lambung pada individu yang sensitif.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cakar Kucing.