Pau D'Arco

Handroanthus impetiginosus
Nama
Pau D'Arco
Nama Latin/Ilmiah
Handroanthus impetiginosus
Bagian Digunakan
Kulit Batang Bagian Dalam
Rasa
Pahit, sepat

Nama Lain
Lapacho (Argentina), Taheebo (Brazil), Tahuari (Bolivia), Guayacan (Kolombia), Amapa (Meksiko)
Asal
Brasil, Bolivia, Argentina, Paraguay, Peru
Kandungan Utama
Lapachol, beta-lapachone, dan naftokuinon lainnya

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Pau D'Arco

Handroanthus impetiginosus, yang lebih dikenal dengan nama Pau D'Arco, adalah pohon besar asli hutan hujan Amazon dan wilayah tropis Amerika Selatan. Tumbuhan ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional masyarakat asli, terutama karena kulit kayunya yang kaya akan senyawa bioaktif, seperti lapachol dan beta-lapachone. Senyawa-senyawa ini dikenal memiliki potensi antimikroba, anti-inflamasi, dan antikanker, yang menjadikan Pau D'Arco subjek penelitian ilmiah modern. Meskipun demikian, efektivitas klinisnya masih memerlukan studi lebih lanjut, dan penggunaannya harus hati-hati mengingat risiko toksisitas pada dosis tinggi.

Baca Lebih Lanjut
Update: 01 Agu 2026 - 08:41:14

 

II. Manfaat Pau D'Arco

8 Manfaat Pau D'Arco untuk kesehatan.

  1. Aktivitas Antimikroba (Antibakteri dan Antijamur)

    Senyawa naftokuinon seperti lapachol dan β-lapachon mengganggu membran sel mikroba dan menghambat sintesis DNA/RNA melalui interaksi dengan topoisomerase, menyebabkan kematian sel patogen. β-lapachon juga menginduksi stres oksidatif dengan meningkatkan produksi ROS intraseluler.

    Senyawa Aktif: Lapachol, β-lapachon, Kuersetin
    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi pada Artritis

    Penghambatan jalur NF-κB dan penurunan ekspresi COX-2 serta iNOS, mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-6, IL-1β). Lapachol dan β-lapachon menghambat aktivasi MAPK (p38, JNK) pada makrofag.

    Senyawa Aktif: Lapachol, β-lapachon, Asam Ursolat
    Tampilkan
  3. Aktivitas Antikanker (In Vitro dan Hewan)

    β-lapachon menginduksi apoptosis melalui aktivasi kaspase-3/7 dan peningkatan stres oksidatif (ROS). Lapachol menghambat topoisomerase II dan menyebabkan kerusakan DNA. Keduanya juga menghambat jalur PI3K/Akt/mTOR.

    Senyawa Aktif: β-lapachon, Lapachol, Deoxylapachol
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Pau D'Arco

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Pau D'Arco.

  1. Lapachol

    Golongan: Naftokuinon
    Bagian Tanaman: Kulit batang (inner bark)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (inhibisi Topoisomerase, Induksi Apoptosis), Antibakteri (Staphylococcus Aureus, Helicobacter Pylori), Antiinflamasi (penghambatan NF-κB), Antijamur (Candida Albicans)..
    Tampilkan
  2. Beta-lapachone

    Golongan: Naftokuinon
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (aktivasi NQO1, Generasi ROS, Induksi Apoptosis Pada Sel Kanker Payudara, Pankreas, Dan Paru), Antivirus (HIV-1 Reverse Transcriptase Inhibitor), Antimikroba..
    Tampilkan
  3. Alpha-lapachone

    Golongan: Naftokuinon
    Bagian Tanaman: Kulit batang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antikanker (sitotoksik Terhadap Sel Leukemia Dan Melanoma), Antimikroba (Gram-positif), Antiinflamasi..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. FAQ Pau D'Arco

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Pau D'Arco.

Apa itu Pau D'Arco (Handroanthus impetiginosus) dan bagaimana cara konsumsi sehari-hari?
Pau D'Arco adalah kulit batang bagian dalam dari pohon Handroanthus impetiginosus, yang sebelumnya dikenal sebagai Tabebuia impetiginosa. Secara tradisional dibuat sebagai teh/dekokta dengan cara merebus 2–4 g kulit kering dalam 250–500 mL air selama 10–15 menit, diminum 1–3 kali sehari. Meski demikian, dosis standar belum ditetapkan secara ilmiah. Karena kandungan lapachol dan senyawa kuinon lain dapat bersifat toksik pada dosis tinggi, penggunaan rutin jangka panjang dan dosis besar tidak dianjurkan. Referensi: Duke, J. A. (2003). CRC Handbook of Medicinal Herbs; Natural Medicines Comprehensive Database (2020). Pau d'arco monograph.
Apa kandungan fitokimia utama Pau D'Arco dan apa aktivitas biologisnya?
Kandungan fitokimia utama mencakup lapachol, beta-lapachone, quercetin, dan berbagai senyawa fenolik. Dalam penelitian laboratorium, senyawa-senyawa ini menunjukkan aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antijamur, antibakteri, dan imunomodulator. Namun, efek tersebut sebagian besar berasal dari studi in vitro atau hewan, sedangkan bukti klinis pada manusia masih sangat terbatas. Referensi: Memorial Sloan Kettering Cancer Center (2022). Pau d'arco; Natural Medicines Comprehensive Database (2020). Pau d'arco monograph.
Apakah Pau D'Arco dapat mengobati infeksi jamur, bakteri, atau virus?
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dan senyawa Pau D'Arco seperti lapachol memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans dan efek antibakteri atau antivirus secara in vitro. Namun, tidak ada uji klinis berkualitas tinggi yang membuktikan efektivitasnya untuk mengobati infeksi pada manusia. Oleh karena itu, Pau D'Arco tidak boleh digunakan sebagai pengganti obat antijamur, antibiotik, atau antivirus yang diresepkan. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database (2020); Memorial Sloan Kettering Cancer Center (2022).
Apa saja efek samping yang mungkin timbul akibat konsumsi Pau D'Arco?
Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare, serta pusing. Konsumsi dalam dosis tinggi, terutama senyawa lapachol, dapat meningkatkan risiko perdarahan karena efek antikoagulan. Orang dengan gangguan pembekuan darah, anemia, atau yang akan menjalani operasi sebaiknya menghindari obat herbal ini. Jika muncul muntah berat, perdarahan tidak biasa, atau gejala toksik lainnya, segera hentikan penggunaan dan hubungi tenaga kesehatan. Referensi: Block, J. B., et al. (1974). Phase I trial of lapachol. Cancer Chemotherapy Reports; Natural Medicines Comprehensive Database (2020).
Apakah Pau D'Arco aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak. Pau D'Arco tidak boleh digunakan pada ibu hamil karena belum ada data keamanan yang memadai dan beberapa senyawa naphthoquinone aktif berpotensi menyebabkan efek toksik pada janin. Pada ibu menyusui juga tidak disarankan karena belum diketahui apakah senyawa aktifnya diekskresikan melalui ASI dan dapat membahayakan bayi. Wanita hamil, menyusui, atau yang sedang merencanakan kehamilan sebaiknya menghindari penggunaan Pau D'Arco. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database (2020); Memorial Sloan Kettering Cancer Center (2022).
Apakah Pau D'Arco boleh diberikan kepada bayi atau anak-anak?
Tidak direkomendasikan. Tidak ada penelitian keamanan terkait penggunaan Pau D'Arco pada bayi dan anak-anak. Sistem metabolisme anak yang belum matang serta risiko gangguan saluran cerna dan toksisitas lapachol membuat penggunaannya pada populasi pediatrik tidak dapat disarankan. Orang tua sebaiknya tidak memberikan herbal ini tanpa pengawasan dokter anak. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database (2020); Gardner, Z., & McGuffin, M. (2013). American Herbal Products Association's Botanical Safety Handbook.
Apakah Pau D'Arco berinteraksi dengan obat-obatan?
Ya, berisiko. Pau D'Arco, terutama lapachol, dapat memiliki efek antikoagulan sampai batas tertentu, sehingga tidak boleh dikombinasikan dengan warfarin, heparin, clopidogrel, aspirin, atau obat antiplatelet lain tanpa pengawasan medis. Kombinasi dengan suplemen seperti ginkgo biloba, bawang putih, atau vitamin E dosis tinggi juga dapat meningkatkan risiko perdarahan. Karena keterbatasan data, sebaiknya beri tahu dokter mengenai semua suplemen yang dikonsumsi sebelum memulai Pau D'Arco. Referensi: Natural Medicines Comprehensive Database (2020); Memorial Sloan Kettering Cancer Center (2022).
Apakah Pau D'Arco dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk penyakit kronis, termasuk penyakit jantung atau sindrom metabolik?
Belum ada cukup bukti klinis yang mendukung penggunaan Pau D'Arco untuk mencegah atau mengobati penyakit jantung, diabetes, atau sindrom metabolik. Aktivitas antiinflamasi dan antioksidan hanya terlihat pada penelitian laboratorium dan belum tentu sama pada tubuh manusia. Karena dosis optimal serta keamanan jangka panjang tidak diketahui, penggunaan untuk penyakit kronis sebaiknya tidak dilakukan tanpa pengawasan dokter dan tidak boleh menggantikan terapi medis yang sudah terbukti. Referensi: Agency for Healthcare Research and Quality (2013). Systematic review on botanical dietary supplements; Natural Medicines Comprehensive Database (2020).

Saw Palmetto

Serenoa repens

Cat's Claw

Uncaria tomentosa