Devil's Claw

Harpagophytum procumbens
Nama
Devil's Claw
Nama Latin/Ilmiah
Harpagophytum procumbens
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Pahit

Nama Lain
Grapple plant (Afrika Selatan), Wood spider (Afrika Selatan), Teufelskralle (Jerman), Griffe du diable (Prancis), Garra do diabo (Portugal)
Asal
Namibia, Botswana, Afrika Selatan
Kandungan Utama
Harpagoside, harpagide, procumboside

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Devil's Claw

Harpagophytum procumbens, yang lebih dikenal dengan nama Devil's Claw atau "Cakar Setan", adalah tanaman herbal asli Afrika bagian selatan, khususnya daerah savana di Namibia, Botswana, dan Afrika Selatan. Nama unik ini berasal dari buahnya yang berduri dan berkait mirip cakar. Tanaman ini termasuk dalam famili Pedaliaceae dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika untuk mengatasi berbagai keluhan, terutama yang berkaitan dengan nyeri, peradangan, dan gangguan pencernaan. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah umbi akar sekundernya yang dikeringkan, bukan buahnya yang berduri tajam.

Baca Lebih Lanjut
Update: 01 Agu 2026 - 12:41:55

 

II. Manfaat Devil's Claw

8 Manfaat Devil's Claw untuk kesehatan.

  1. Osteoarthritis (nyeri dan fungsi sendi)

    Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX) oleh harpagoside dan iridoid glikosida, sehingga mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien pro-inflamasi. Juga menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Harpagoside, Procumben, Harpagide
    Tampilkan
  2. Nyeri punggung bawah non-spesifik (lumbago)

    Efek analgesik sentral dan perifer melalui modulasi jalur opioid endogen dan penurunan pelepasan mediator nyeri (substansi P, bradikinin). Juga menghambat aktivasi microglia di spinal cord.

    Senyawa Aktif: Harpagoside, β-Sitosterol, Asam kafeoilat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi sistemik (penanda inflamasi plasma)

    Penghambatan aktivitas elastase neutrofil dan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) oleh neutrofil. Modulasi siRNA dan penurunan ekspresi gen inflamasi (COX-2, iNOS, MMP-9) melalui jalur MAPK dan p38.

    Senyawa Aktif: Harpagoside, Haragide, Verbascoside
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Manfaat

Advertisement

III. Kandungan Devil's Claw

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Devil's Claw.

  1. Harpagoside

    Golongan: Iridoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Umbi sekunder (tuber)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Antioksidan, Dan Antiartritis Melalui Inhibisi COX-2 Dan TNF-α..
    Tampilkan
  2. Harpagide

    Golongan: Iridoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Umbi sekunder (tuber)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hepatoprotektif, Dan Efek Analgesik Dengan Mekanisme Inhibisi Jalur NF-κB..
    Tampilkan
  3. Procumbide

    Golongan: Iridoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Umbi sekunder (tuber)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Antioksidan, Namun Aktivitas Lebih Lemah Dibanding Harpagoside Dan Harpagide..
    Tampilkan
    Tampilkan Semua Kandungan

IV. FAQ Devil's Claw

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Devil's Claw.

Apa senyawa aktif utama Devil's Claw dan bagaimana cara kerjanya?
Fitokimia utama Devil's Claw adalah iridoid glikosida, terutama harpagosida, harpagida, dan prokumbida; akarnya juga mengandung fitosterol, asam fenolat, dan flavonoid. Harpagosida digunakan sebagai penanda untuk standardisasi ekstrak. Secara in vitro dan pada studi hewan, harpagosida menghambat sintesis mediator inflamasi, termasuk prostaglandin, leukotrien, dan TNF-α, serta memodulasi jalur COX/LOX. Karena efeknya tidak hanya berasal dari satu senyawa, produk ekstrak sebaiknya distandarkan terhadap kadar harpagosida. Referensi: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001; Journal of Ethnopharmacology, 2000.
Berapa dosis harian yang umum untuk orang dewasa?
Untuk penggunaan oral, dosis yang umum dipakai dalam uji klinis adalah 600–1200 mg ekstrak kering per hari, dibagi dalam 2–3 pemberian, setara total harpagosida sekitar 50–100 mg. Untuk bentuk rebusan atau serbuk akar kering, beberapa monografi merujuk rentang 3–9 g per hari. Mulailah dari dosis terendah dan jangan melebihi anjuran pada label. Jika lambung sensitif, konsumsi setelah makan. Referensi: European Medicines Agency, 2016; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001.
Bagaimana cara mengonsumsi Devil's Claw yang benar?
Devil's Claw tersedia dalam bentuk kapsul/tablet, teh seduh/dekokta, dan tetes cair. Kapsul atau tablet diminum utuh dengan segelas air. Untuk teh, seduh 1–2 g akar kering dalam 150–250 ml air mendidih selama 10–15 menit, lalu saring dan minum 2–3 kali sehari. Pilih produk yang mencantumkan kadar harpagosida. Untuk mengurangi keluhan lambung, konsumsi bersama atau setelah makanan. Referensi: European Medicines Agency, 2016; ESCOP Monographs, 2003.
Seberapa kuat bukti ilmiah Devil's Claw untuk nyeri sendi dan punggung?
Uji klinis acak terkontrol menunjukkan penurunan nyeri, kekakuan, dan peningkatan fungsi sendi pada osteoartritis lutut serta nyeri punggung nonspesifik, terutama setelah 8–12 minggu penggunaan. Efeknya tergolong sedang dan hasilnya tidak selalu konsisten. Beberapa studi membandingkannya dengan OAINS dosis rendah, tetapi kualitas bukti masih terbatas. Karena itu Devil's Claw tidak boleh menggantikan diagnosis dan pengobatan medis tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Cochrane Database of Systematic Reviews, 2006; Phytomedicine, 2003.
Apa efek samping yang paling sering muncul?
Efek samping yang paling umum adalah gangguan saluran cerna ringan, seperti diare, mual, nyeri ulu hati, dan kembung. Beberapa laporan juga menyebutkan sakit kepala dan tinnitus. Ruam alergi lebih jarang terjadi. Efek samping ini lebih mungkin muncul pada dosis tinggi dan dapat membaik setelah dosis dikurangi. Jika terjadi diare berat, muntah darah, tinja hitam, atau reaksi alergi, hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis. Referensi: European Medicines Agency, 2016; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001.
Siapa yang tidak boleh menggunakan Devil's Claw?
Devil's Claw tidak boleh digunakan pada tukak lambung atau tukak duodenum karena kandungan pahitnya dapat merangsang sekresi asam lambung. Jangan digunakan oleh orang yang diketahui hipersensitif terhadap tanaman ini. Pada orang dengan gangguan perdarahan atau yang sedang memakai antikoagulan/antiplatelet, penggunaan hanya boleh dilakukan atas pertimbangan dokter. Wanita hamil, wanita menyusui, dan anak-anak juga sebaiknya tidak menggunakannya. Referensi: ESCOP Monographs, 2003; European Medicines Agency, 2016.
Apakah Devil's Claw aman untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Belum ada data keamanan yang memadai untuk kehamilan dan menyusui, sehingga monografi EMA menjadikan keduanya sebagai kontraindikasi. Beberapa data farmakologi menunjukkan adanya efek pada tonus otot polos, sehingga dianggap berpotensi merangsang uterus. Untuk bayi dan anak-anak, keamanan serta efektivitasnya belum diteliti, sehingga tidak boleh digunakan tanpa petunjuk dokter. Referensi: European Medicines Agency, 2016; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001.
Apakah Devil's Claw berinteraksi dengan obat-obatan?
Interaksi yang paling perlu diwaspadai adalah peningkatan efek warfarin, sehingga risiko perdarahan dapat meningkat. Kombinasi dengan antiplatelet seperti aspirin dan klopidogrel secara teoritis juga dapat memperbesar efek antiagregasi trombosit. Karena Devil's Claw dapat mengiritasi lambung, penggunaan bersamaan dengan OAINS sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Jika Anda sedang minum obat pengencer darah, obat antiinflamasi, atau obat lain, konsultasikan terlebih dahulu dengan apoteker atau dokter. Referensi: Lancet, 2000; European Medicines Agency, 2016.

Cat's Claw

Uncaria tomentosa

Butterbur

Petasites hybridus