Cakar Setan

Devil's Claw | Harpagophytum procumbens
Nama
Cakar Setan (Devil's Claw)
Nama Latin/Ilmiah
Harpagophytum procumbens
Bagian Digunakan
Akar
Rasa
Pahit
Nama Lain
Grapple plant (Afrika Selatan), Wood spider (Afrika Selatan), Teufelskralle (Jerman), Griffe du diable (Prancis), Garra do diabo (Portugal)
Asal
Namibia, Botswana, Afrika Selatan
Kandungan Utama
Harpagoside, harpagide, procumboside

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Cakar Setan

Harpagophytum procumbens, yang lebih dikenal dengan nama Devil's Claw atau "Cakar Setan", adalah tanaman herbal asli Afrika bagian selatan, khususnya daerah savana di Namibia, Botswana, dan Afrika Selatan. Nama unik ini berasal dari buahnya yang berduri dan berkait mirip cakar. Tanaman ini termasuk dalam famili Pedaliaceae dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika untuk mengatasi berbagai keluhan, terutama yang berkaitan dengan nyeri, peradangan, dan gangguan pencernaan. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah umbi akar sekundernya yang dikeringkan, bukan buahnya yang berduri tajam.

Baca Lebih Lanjut
Update: 03 Sep 2026 - 12:42:53
 

II. Ciri-ciri Cakar Setan

Tanaman ini asli dari wilayah Afrika bagian selatan, terutama di gurun Kalahari. Hidupnya merambat di tanah berpasir dan tahan banget sama cuaca panas serta kekeringan yang ekstrem. Karakteristik/ciri-ciri Cakar Setan (Harpagophytum procumbens):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Tumbuh menjalar di atas permukaan tanah dengan panjang bisa mencapai 1,5 meter.
Daun Berbentuk agak bulat atau lonjong dengan tepi yang berlekuk-lekuk dan berwarna hijau keabu-abuan.
Bunga Punya bunga cantik berbentuk terompet dengan warna perpaduan ungu tua di bagian dalam dan gradasi merah muda atau putih di bagian luar.
Buah Ini bagian paling ikoniknya; bentuknya seperti kapsul kayu yang keras dengan duri-duri tajam dan melengkung menyerupai cakar, makanya disebut Cakar Setan.
Akar Punya sistem akar yang unik, terdiri dari akar utama (tuber) yang dalam dan akar sekunder (penyimpanan) yang menggembung, di bagian inilah zat aktif obatnya tersimpan.

III. Manfaat Cakar Setan

8 Manfaat Cakar Setan untuk kesehatan.

  1. Osteoarthritis (nyeri dan fungsi sendi)

    Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX) oleh harpagoside dan iridoid glikosida, sehingga mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien pro-inflamasi. Juga menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.

    Senyawa Aktif: Harpagosida, Procumben, Harpagida
    Tampilkan
  2. Nyeri punggung bawah non-spesifik (lumbago)

    Efek analgesik sentral dan perifer melalui modulasi jalur opioid endogen dan penurunan pelepasan mediator nyeri (substansi P, bradikinin). Juga menghambat aktivasi microglia di spinal cord.

    Senyawa Aktif: Harpagosida, β-Sitosterol, Asam kafeoilat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi sistemik (penanda inflamasi plasma)

    Penghambatan aktivitas elastase neutrofil dan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) oleh neutrofil. Modulasi siRNA dan penurunan ekspresi gen inflamasi (COX-2, iNOS, MMP-9) melalui jalur MAPK dan p38.

    Senyawa Aktif: Harpagosida, Haragide, Verbaskosida
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Cakar Setan

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Cakar Setan.

  1. Golongan: Iridoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Umbi sekunder (tuber)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Analgesik, Antioksidan, Dan Antiartritis Melalui Inhibisi COX-2 Dan TNF-α..
    Tampilkan
  2. Golongan: Iridoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Umbi sekunder (tuber)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi, Hepatoprotektif, Dan Efek Analgesik Dengan Mekanisme Inhibisi Jalur NF-κB..
    Tampilkan
  3. Golongan: Iridoid Glikosida
    Bagian Tanaman: Umbi sekunder (tuber)
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Antioksidan, Namun Aktivitas Lebih Lemah Dibanding Harpagoside Dan Harpagide..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Cakar Setan

Interaksi & Kontraindikasi Cakar Setan dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penyakit saluran pencernaan ringan (dispepsia non-ulkus)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Konsumsi bersama makanan untuk mengurangi iritasi lambung; hentikan jika muncul nyeri epigastrium atau mual.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat penurun gula darah (metformin, sulfonilurea, insulin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Pantau kadar glukosa darah secara berkala; kemungkinan efek hipoglikemik aditif. Sesuaikan dosis antidiabetik bersama dokter.

  3. Menyusui

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari penggunaan karena belum ada data keamanan yang memadai mengenai ekskresi dan efek pada bayi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+7)

VI. Efek Samping Cakar Setan

Cakar Setan (Harpagophytum procumbens) umumnya dianggap aman bagi kebanyakan orang bila digunakan dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, seperti halnya obat herbal lain, penggunaan ekstrak tanaman ini dapat menimbulkan beberapa efek samping. Efek samping yang paling sering dilaporkan berkaitan dengan saluran pencernaan, di mana gangguan lambung seperti diare, mual, muntah, dan nyeri perut ringan adalah yang paling umum terjadi akibat stimulasi asam lambung oleh senyawa iridoid glikosida yang terkandung di dalamnya.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Cakar Setan

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Cakar Setan.

Apa senyawa aktif utama Devil's Claw dan bagaimana cara kerjanya?
Fitokimia utama Devil's Claw adalah iridoid glikosida, terutama harpagosida, harpagida, dan prokumbida; akarnya juga mengandung fitosterol, asam fenolat, dan flavonoid. Harpagosida digunakan sebagai penanda untuk standardisasi ekstrak. Secara in vitro dan pada studi hewan, harpagosida menghambat sintesis mediator inflamasi, termasuk prostaglandin, leukotrien, dan TNF-α, serta memodulasi jalur COX/LOX. Karena efeknya tidak hanya berasal dari satu senyawa, produk ekstrak sebaiknya distandarkan terhadap kadar harpagosida. Referensi: WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001; Journal of Ethnopharmacology, 2000.
Berapa dosis harian yang umum untuk orang dewasa?
Untuk penggunaan oral, dosis yang umum dipakai dalam uji klinis adalah 600–1200 mg ekstrak kering per hari, dibagi dalam 2–3 pemberian, setara total harpagosida sekitar 50–100 mg. Untuk bentuk rebusan atau serbuk akar kering, beberapa monografi merujuk rentang 3–9 g per hari. Mulailah dari dosis terendah dan jangan melebihi anjuran pada label. Jika lambung sensitif, konsumsi setelah makan. Referensi: European Medicines Agency, 2016; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001.
Bagaimana cara mengonsumsi Devil's Claw yang benar?
Devil's Claw tersedia dalam bentuk kapsul/tablet, teh seduh/dekokta, dan tetes cair. Kapsul atau tablet diminum utuh dengan segelas air. Untuk teh, seduh 1–2 g akar kering dalam 150–250 ml air mendidih selama 10–15 menit, lalu saring dan minum 2–3 kali sehari. Pilih produk yang mencantumkan kadar harpagosida. Untuk mengurangi keluhan lambung, konsumsi bersama atau setelah makanan. Referensi: European Medicines Agency, 2016; ESCOP Monographs, 2003.
Seberapa kuat bukti ilmiah Devil's Claw untuk nyeri sendi dan punggung?
Uji klinis acak terkontrol menunjukkan penurunan nyeri, kekakuan, dan peningkatan fungsi sendi pada osteoartritis lutut serta nyeri punggung nonspesifik, terutama setelah 8–12 minggu penggunaan. Efeknya tergolong sedang dan hasilnya tidak selalu konsisten. Beberapa studi membandingkannya dengan OAINS dosis rendah, tetapi kualitas bukti masih terbatas. Karena itu Devil's Claw tidak boleh menggantikan diagnosis dan pengobatan medis tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Referensi: Cochrane Database of Systematic Reviews, 2006; Phytomedicine, 2003.
Apa efek samping yang paling sering muncul?
Efek samping yang paling umum adalah gangguan saluran cerna ringan, seperti diare, mual, nyeri ulu hati, dan kembung. Beberapa laporan juga menyebutkan sakit kepala dan tinnitus. Ruam alergi lebih jarang terjadi. Efek samping ini lebih mungkin muncul pada dosis tinggi dan dapat membaik setelah dosis dikurangi. Jika terjadi diare berat, muntah darah, tinja hitam, atau reaksi alergi, hentikan penggunaan dan segera cari pertolongan medis. Referensi: European Medicines Agency, 2016; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001.
Siapa yang tidak boleh menggunakan Devil's Claw?
Devil's Claw tidak boleh digunakan pada tukak lambung atau tukak duodenum karena kandungan pahitnya dapat merangsang sekresi asam lambung. Jangan digunakan oleh orang yang diketahui hipersensitif terhadap tanaman ini. Pada orang dengan gangguan perdarahan atau yang sedang memakai antikoagulan/antiplatelet, penggunaan hanya boleh dilakukan atas pertimbangan dokter. Wanita hamil, wanita menyusui, dan anak-anak juga sebaiknya tidak menggunakannya. Referensi: ESCOP Monographs, 2003; European Medicines Agency, 2016.
Apakah Devil's Claw aman untuk ibu hamil, menyusui, dan anak-anak?
Tidak dianjurkan. Belum ada data keamanan yang memadai untuk kehamilan dan menyusui, sehingga monografi EMA menjadikan keduanya sebagai kontraindikasi. Beberapa data farmakologi menunjukkan adanya efek pada tonus otot polos, sehingga dianggap berpotensi merangsang uterus. Untuk bayi dan anak-anak, keamanan serta efektivitasnya belum diteliti, sehingga tidak boleh digunakan tanpa petunjuk dokter. Referensi: European Medicines Agency, 2016; WHO Monographs on Selected Medicinal Plants, 2001.
Apakah Devil's Claw berinteraksi dengan obat-obatan?
Interaksi yang paling perlu diwaspadai adalah peningkatan efek warfarin, sehingga risiko perdarahan dapat meningkat. Kombinasi dengan antiplatelet seperti aspirin dan klopidogrel secara teoritis juga dapat memperbesar efek antiagregasi trombosit. Karena Devil's Claw dapat mengiritasi lambung, penggunaan bersamaan dengan OAINS sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Jika Anda sedang minum obat pengencer darah, obat antiinflamasi, atau obat lain, konsultasikan terlebih dahulu dengan apoteker atau dokter. Referensi: Lancet, 2000; European Medicines Agency, 2016.

Cakar Kucing

Uncaria tomentosa

Butterbur

Petasites hybridus

Cari: