Advertisement
Harpagophytum procumbens, yang lebih dikenal dengan nama Devil's Claw atau "Cakar Setan", adalah tanaman herbal asli Afrika bagian selatan, khususnya daerah savana di Namibia, Botswana, dan Afrika Selatan. Nama unik ini berasal dari buahnya yang berduri dan berkait mirip cakar. Tanaman ini termasuk dalam famili Pedaliaceae dan telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Afrika untuk mengatasi berbagai keluhan, terutama yang berkaitan dengan nyeri, peradangan, dan gangguan pencernaan. Bagian yang digunakan sebagai obat adalah umbi akar sekundernya yang dikeringkan, bukan buahnya yang berduri tajam.
8 Manfaat Devil's Claw untuk kesehatan.
Penghambatan enzim siklooksigenase-2 (COX-2) dan lipooksigenase (LOX) oleh harpagoside dan iridoid glikosida, sehingga mengurangi sintesis prostaglandin dan leukotrien pro-inflamasi. Juga menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi TNF-α, IL-1β, dan IL-6.
Efek analgesik sentral dan perifer melalui modulasi jalur opioid endogen dan penurunan pelepasan mediator nyeri (substansi P, bradikinin). Juga menghambat aktivasi microglia di spinal cord.
Penghambatan aktivitas elastase neutrofil dan produksi spesies oksigen reaktif (ROS) oleh neutrofil. Modulasi siRNA dan penurunan ekspresi gen inflamasi (COX-2, iNOS, MMP-9) melalui jalur MAPK dan p38.
Advertisement
8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Devil's Claw.
Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Devil's Claw.