Butterbur

Butterbur | Petasites hybridus
Nama
Butterbur (Butterbur)
Nama Latin/Ilmiah
Petasites hybridus
Bagian Digunakan
Akar, Daun
Rasa
Pahit
Nama Lain
Pestwurz (Jerman), pétasite (Prancis), farfaraccio (Italia), petasita (Spanyol)
Asal
Eropa, Asia Barat, dan Afrika Utara
Kandungan Utama
Petasin, isopetasin

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Butterbur

Petasites hybridus, yang lebih dikenal sebagai butterbur, adalah tumbuhan herba tahunan dari famili Asteraceae yang berasal dari Eropa dan sebagian Asia. Tumbuhan ini tumbuh subur di daerah lembap seperti tepi sungai, rawa, dan padang rumput basah. Ciri khasnya adalah daunnya yang besar menyerupai bentuk payung dengan diameter mencapai 60–90 cm, serta bunga ungu kemerahan yang muncul sebelum daun pada awal musim semi. Nama "butterbur" konon berasal dari penggunaan masa lalu di mana daunnya yang lebar digunakan untuk membungkus mentega agar tetap dingin.

Baca Lebih Lanjut
Update: 03 Sep 2026 - 18:42:01
 

II. Ciri-ciri Butterbur

Tanaman ini suka banget sama tempat yang lembap dan teduh, biasanya gampang ditemui di pinggiran sungai, selokan, atau area hutan yang basah. Mereka tipe tanaman yang bergerombol dan suka sama tanah yang kaya nutrisi. Karakteristik/ciri-ciri Butterbur (Petasites hybridus):

Bagian Ciri-Ciri
Daun Ukurannya jumbo banget bisa kayak payung, bentuknya bulat atau menyerupai jantung dengan tepian yang agak bergerigi. Bagian bawah daunnya biasanya berbulu halus atau keputihan.
Batang Tangkai daunnya panjang, tebal, dan berongga di tengah, seringkali warnanya agak kemerahan atau hijau pucat.
Bunga Muncul duluan sebelum daunnya keluar di awal musim semi. Bunganya kecil-kecil, bergerombol membentuk tandan padat di ujung tangkai, warnanya variasi antara merah muda pucat sampai keunguan.
Akar Punya sistem rimpang (rhizoma) yang merambat di bawah tanah, bikin tanaman ini gampang banget menyebar dan membentuk koloni yang luas.
Tinggi Tanaman Untuk bagian daun bisa mencapai 60-100 cm, sementara tangkai bunganya biasanya lebih pendek, sekitar 20-40 cm.

III. Manfaat Butterbur

5 Manfaat Butterbur untuk kesehatan.

  1. Profilaksis Migrain

    Menghambat sintesis leukotrien dan antagonis reseptor leukotrien, sehingga mengurangi vasodilatasi dan inflamasi neurogenik yang terlibat dalam patogenesis migrain. Petasin dan isopetasin menghambat enzim 5-lipoxygenase dan mengurangi pelepasan mediator inflamasi.

    Senyawa Aktif: Petasin, Isopetasin, Neopetasin
    Tampilkan
  2. Rinitis Alergi (Demam Alergi)

    Menstabilkan sel mast dan menghambat pelepasan histamin serta mediator inflamasi lainnya. Petasin memodulasi aktivitas jalur NF-κB dan mengurangi ekspresi molekul adhesi pada endotel.

    Senyawa Aktif: Petasin, Isopetasin
    Tampilkan
  3. Asma Bronkial

    Antagonis reseptor leukotrien (khususnya cysteinyl leukotriene) dan penghambatan 5-lipoxygenase, menyebabkan bronkodilatasi dan reduksi inflamasi saluran napas. Petasin juga menghambat aktivitas fosfodiesterase 4, meningkatkan cAMP intraselular.

    Senyawa Aktif: Petasin, Isopetasin, S-Petasin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+2)

Advertisement


IV. Kandungan Butterbur

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Butterbur.

  1. Golongan: Seskuiterpena (Eremofilan)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (penghambatan COX-2 Dan Leukotrien), Antispasmodik, Dan Pencegah Migrain (menghambat Pelepasan Neuropeptida). Beberapa Uji Klinis Menunjukkan Efektivitas Pada Migrain Profilaksis..
    Tampilkan
  2. Golongan: Seskuiterpena (Eremofilan)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi Dan Bronkodilator (menghambat Kontraksi Otot Polos). Berperan Dalam Efek Antialergi Dan Antiasma Melalui Penghambatan Pelepasan Histamin..
    Tampilkan
  3. Golongan: Seskuiterpena (Eremofilan)
    Bagian Tanaman: Rimpang
    Aktivitas Farmakologis:
    Antiinflamasi (memodulasi NF-κB Dan MAPK), Analgesik, Dan Protektif Terhadap Kerusakan Saraf. Studi In Vitro Menunjukkan Efek Neuroprotektif..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Butterbur

Interaksi & Kontraindikasi Butterbur dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Penggunaan bersamaan dengan antihistamin H1 (misalnya setirizin, loratadin, desloratadin)

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tidak ditemukan interaksi merugikan yang signifikan secara klinis. Kombinasi dapat digunakan untuk membantu mengendalikan gejala alergi, tetapi tetap konsultasikan dengan dokter atau apoteker. (Rujukan: Natural Medicines; EMA/HMPC)

  2. Penggunaan bersamaan dengan obat yang dimetabolisme enzim CYP3A4/CYP2C9 (misalnya midazolam, simvastatin, siklosporin, warfarin)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Ekstrak butterbur dapat menghambat enzim CYP secara in vitro sehingga berpotensi meningkatkan kadar obat dalam darah dan risiko efek samping. Jika kombinasi tidak dapat dihindari, pantau efektivitas obat, kadar obat, dan INR terutama pada warfarin. (Rujukan: Natural Medicines; kajian in vitro dalam monograf EMA/HMPC)

  3. Riwayat alergi terhadap tanaman famili Asteraceae/Compositae (misalnya ragweed, krisan, bunga matahari, daisy, marigold)

    Tingkat Resiko: Tinggi
    Rekomendasi:
    Kontraindikasi karena risiko hipersensitivitas silang, mulai dari urtikaria, pruritus, hingga anafilaksis. Jika muncul gejala alergi, hentikan penggunaan dan segera cari bantuan medis. (Rujukan: EMA/HMPC; Natural Medicines)

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Butterbur

Butterbur (Petasites hybridus) adalah tanaman herbal yang sering digunakan untuk meredakan gejala migrain dan rinitis alergi. Meskipun ekstrak yang telah dibersihkan dari alkaloid pirolisis (PA-free) dianggap lebih aman, penggunaan herbal ini tetap berpotensi menimbulkan berbagai efek samping pada sistem pencernaan. Keluhan ringan yang paling sering dilaporkan meliputi gangguan lambung, mual, muntah, diare, dan sendawa. Dalam beberapa kasus, konsumsi butterbur juga dapat memicu sakit kepala ringan atau kelelahan pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Butterbur

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Butterbur.

Apa itu Butterbur dan senyawa aktif utama yang dikandungnya?
Butterbur (Petasites hybridus) adalah tanaman herbal dari famili Asteraceae. Rimpangnya mengandung seskuiterpen, terutama petasin dan isopetasin, yang berperan dalam efek antiinflamasi, antialergi, dan antispasmodik. Namun, tanaman mentahnya juga mengandung alkaloid pirolizidin (PA) yang bersifat hepatotoksik. Karena itu, produk obat yang aman harus berupa ekstrak standar bebas PA. European Medicines Agency (EMA), Public statement on pyrrolizidine alkaloids, 2020; Schapowal, 2002
Apakah aman mengonsumsi butterbur sebagai teh herbal atau tanaman mentah?
Tidak aman. Butterbur mentah atau yang diseduh di rumah dapat mengandung alkaloid pirolizidin (PA) dalam kadar yang tidak terkontrol. PA dapat menyebabkan kerusakan hati, gangguan pembuluh darah hati, dan bersifat genotoksik. Konsumsi sehari-hari hanya boleh dilakukan dengan produk ekstrak bebas PA yang telah terbakukan dan terdaftar resmi, bukan sebagai teh atau bahan makanan rutin. European Medicines Agency (EMA), 2020; Natural Medicines, Butterbur Monograph
Apa saja manfaat butterbur yang didukung bukti ilmiah?
Dua penggunaan utama yang didukung uji klinis adalah pencegahan migrain dan rinitis alergi musiman. Pada migrain, ekstrak bebas PA Petadolex 75 mg dua kali sehari dilaporkan menurunkan frekuensi serangan migren dibandingkan plasebo. Pada rinitis alergi, ekstrak Ze 339 dengan kandungan petasin menunjukkan perbaikan gejala hidung seperti bersin dan hidung tersumbat. Penggunaan lain masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Lipton et al., 2004, Neurology; Schapowal, 2002, BMJ
Bagaimana dosis dan aturan konsumsi butterbur yang dianjurkan?
Dosis harus mengikuti produk ekstrak bebas PA yang digunakan, karena kadar petasin berbeda antar produk. Dalam penelitian untuk rinitis alergi, ekstrak Ze 339 digunakan dengan dosis setara 8 mg petasin tiga kali sehari. Untuk pencegahan migren, ekstrak Petadolex umumnya digunakan 50–75 mg dua kali sehari. Sebaiknya diminum bersama makanan untuk mengurangi gangguan lambung. Jangan digunakan jangka panjang tanpa pengawasan tenaga kesehatan; penelitian umumnya berlangsung 8–16 minggu. Schapowal, 2002; Lipton et al., 2004
Apa efek samping butterbur yang perlu diwaspadai?
Efek samping yang sering dikeluhkan antara lain sendawa, nyeri ulu hati, mual, sakit kepala, pusing, dan kelelahan. Yang lebih serius adalah gangguan fungsi hati, meskipun jarang terjadi pada ekstrak bebas PA. Bila muncul gejala seperti kulit atau mata kuning, urine gelap, nyeri perut kanan atas, atau mual berat, segera hentikan penggunaan dan periksa ke dokter. Penggunaan butterbur mentah jauh lebih tinggi risiko hepatotoksisitasnya karena alkaloid pirolizidin. Lipton et al., 2004; Natural Medicines, Butterbur Monograph
Bolehkah butterbur digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak direkomendasikan. Belum ada uji klinis yang memadai mengenai keamanan dan dosis butterbur pada bayi dan anak-anak. Selain itu, anak-anak lebih rentan terhadap efek toksik alkaloid pirolizidin pada hati. Bahkan produk bebas PA belum memiliki bukti keamanan yang cukup untuk populasi pediatrik. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak sebelum menggunakan herbal apa pun pada anak. European Medicines Agency (EMA), 2020; Natural Medicines, Butterbur Monograph
Apakah butterbur aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak aman dan tidak direkomendasikan. Alkaloid pirolizidin dapat melintasi plasenta, bersifat toksik bagi hati janin, dan diduga berpotensi menyebabkan kelainan perkembangan. Pada ibu menyusui, belum ada data yang cukup tentang keamanan ekskresi senyawa aktif atau PA melalui ASI. Oleh karena itu, butterbur dikontraindikasikan pada kehamilan dan menyusui, termasuk ekstrak bebas PA karena data keamanannya tidak tersedia. European Medicines Agency (EMA), 2020; Natural Medicines, Butterbur Monograph
Siapa saja yang sebaiknya menghindari butterbur?
Selain ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan anak-anak, butterbur juga sebaiknya dihindari oleh orang dengan penyakit hati, gangguan saluran empedu, atau riwayat alergi terhadap tumbuhan Asteraceae seperti ragweed, krisan, dan bunga matahari. Pasien yang sedang menggunakan obat antikoagulan, antiplatelet, obat tekanan darah, atau obat yang dimetabolisme di hati juga perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi butterbur. European Medicines Agency (EMA), 2020; Natural Medicines, Butterbur Monograph

Cakar Setan

Harpagophytum procumbens

Eyebright

Euphrasia officinalis

Cari: