Advertisement
Lycium chinense, yang dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok sebagai Di Gu Pi atau kulit kayu Lycium, adalah semak perdu dari keluarga Solanaceae yang tumbuh subur di Asia Timur, termasuk Tiongkok, Korea, dan Jepang. Bagian yang paling bernilai obat adalah kulit akarnya, bukan buahnya (Goji berry) yang lebih populer. Di Gu Pi telah digunakan selama berabad-abad sebagai ramuan pendingin (cooling herb) dalam sistem pengobatan Tiongkok, terutama untuk membersihkan panas dalam dan mengobati kondisi yang berkaitan dengan kelebihan panas pada paru-paru dan ginjal.
Advertisement
Secara fitokimia, kulit kayu Lycium chinense mengandung senyawa aktif seperti betaine, kukoamine A, polisakarida, dan berbagai alkaloid. Sifat antiinflamasi dan antipiretiknya yang kuat menjadikannya pilihan utama untuk mengatasi demam kronis, batuk yang disertai dahak kental, serta pendarahan akibat panas (seperti mimisan atau hemoptisis). Selain itu, Di Gu Pi juga dikenal dapat menurunkan tekanan darah dengan efek diuretik ringan dan membantu mengatur kadar gula darah, menjadikannya relevan dalam pengobatan diabetes tipe 2 secara tradisional.
Meskipun jarang digunakan di dapur sehari-hari, Di Gu Pi sering diresepkan dalam formula herbal seperti "Di Gu Pi San" yang dikombinasikan dengan ramuan lain untuk menyeimbangkan energi Yin dan Yang. Penting untuk dicatat bahwa kulit kayu ini bersifat dingin dan pahit, sehingga tidak dianjurkan bagi mereka yang memiliki limpa dan perut lemah atau gangguan pencernaan tanpa pengawasan ahli. Penelitian modern terus mengeksplorasi potensi antikanker dan imunomodulator dari ekstrak Lycium chinense, membuka peluang baru bagi pengembangan obat herbal yang lebih terstandarisasi.
Manfaat Lycium Bark / Di Gu Pi untuk kesehatan.
Menghambat aktivasi NF-κB dan menurunkan ekspresi COX-2, iNOS, serta produksi sitokin proinflamasi seperti TNF-α, IL-1β, dan IL-6 melalui jalur MAPK/ERK. Senyawa kukoamine A dan scopoletin berperan sebagai inhibitor langsung terhadap enzim COX-2 dan 5-LOX.
Mengaktifkan jalur AMPK dan PI3K/Akt, meningkatkan ekspresi GLUT4 dan reseptor insulin, serta menghambat aktivitas α-glukosidase dan α-amilase. Polisakarida dan betaine memperbaiki homeostasis glukosa dengan mengurangi resistensi insulin dan meningkatkan sekresi insulin dari sel β pankreas.
Merusak membran sel mikroba melalui interaksi dengan lipid bilayer, menghambat sintesis dinding sel bakteri, dan menginduksi stres oksidatif. Kukoamine A menunjukkan aktivitas bakterisida terhadap bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, serta aktivitas antijamur terhadap Candida albicans dengan mekanisme permeabilisasi membran.
Menyumbang elektron untuk menetralkan radikal bebas, meningkatkan aktivitas enzim antioksidan endogen seperti SOD, CAT, dan GPx, serta menghambat peroksidasi lipid melalui pengkelatan ion logam transisi. Polisakarida memiliki gugus hidroksil yang kuat sebagai donor elektron, sedangkan flavonoid (seperti quercetin) juga berperan sebagai scavenger ROS.
Advertisement
Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Lycium Bark / Di Gu Pi.