Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Ekstrak Kulit Akar Lycium chinense (Di Gu Pi) Menghambat Peradangan melalui Jalur NF-κB pada Makrofag yang Diinduksi LPS

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Sel makrofag RAW264.7 yang diinduksi LPS 1 µg/mL, dengan dan tanpa pemberian ekstrak
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 10, 50, 100, dan 200 µg/mL selama 24 jam
    Temuan:
    Ekstrak Di Gu Pi menurunkan produksi TNF-α, IL-6, dan NO secara signifikan. Efek antiinflamasi ini dimediasi oleh inhibisi aktivasi NF-κB dan fosforilasi IκB-α.
  2. Ekstrak Kulit Akar Lycium chinense Memperbaiki Perlemakan Hati dan Resistensi Insulin pada Tikus Obesitas

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    36 tikus C57BL/6 jantan yang diberi diet tinggi lemak selama 12 minggu
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB per oral setiap hari selama 8 minggu
    Temuan:
    Pemberian ekstrak menurunkan berat badan, glukosa puasa, trigliserida hati, dan steatosis hati. Ekstrak juga meningkatkan sensitivitas insulin secara signifikan.
  3. Kukoamin B dari Di Gu Pi Mencegah Kolitis Ulseratif dengan Memodulasi NLRP3 Inflamasom

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    Mencit C57BL/6 yang diinduksi DSS 2,5% dalam air minum selama 7 hari
    Dosis/Durasi:
    Dosis 5 dan 10 mg/kgBB intraperitoneal setiap hari selama 7 hari
    Temuan:
    Kukoamin B mengurangi skor aktivitas penyakit, kerusakan kripta, dan infiltrasi neutrofil di kolon. Penurunan aktivasi NLRP3 dan kadar IL-1β juga diamati secara signifikan.
  4. Efek Neuroprotektif Ekstrak Di Gu Pi pada Model Parkinson Mencit melalui Aktivasi Nrf2

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo
    Sampel:
    30 mencit C57BL/6 yang diinjeksi MPTP 20 mg/kgBB empat kali sehari
    Dosis/Durasi:
    100 dan 300 mg/kgBB per oral selama 14 hari sebelum dan 7 hari setelah induksi MPTP
    Temuan:
    Ekstrak Di Gu Pi mencegah hilangnya neuron dopaminergik di substantia nigra. Kadar malondialdehid menurun dan ekspresi Nrf2 serta HO-1 meningkat.
  5. Senyawa Fenolik dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Kulit Akar Lycium chinense

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental laboratorium
    Sampel:
    Sampel kulit akar Lycium chinense dari lima daerah berbeda
    Dosis/Durasi:
    Analisis in vitro menggunakan konsentrasi ekstrak 50–500 µg/mL
    Temuan:
    Kandungan total fenolik berkorelasi positif dengan aktivitas antioksidan DPPH, ABTS, dan FRAP. Asam klorogenat dan rutin merupakan senyawa dominan dalam ekstrak.
  6. Meta-Analisis Efek Ekstrak Lycium chinense terhadap Kadar Glukosa Darah dan HbA1c pada Model Hewan Diabetes

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    Meta-analisis dari 18 studi eksperimental dengan total 342 hewan (tikus/mencit diabetes)
    Dosis/Durasi:
    Dosis ekstrak berkisar 100–400 mg/kgBB; durasi pemberian 2–10 minggu
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan penurunan glukosa darah puasa yang signifikan dibandingkan kontrol. Ukuran efek keseluruhan besar dengan heterogenitas antarstudi yang tinggi.
  7. Systematic Review: Aktivitas Imunomodulator Polisakarida dari Lycium chinense

    Tahun:
    2024
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    12 studi yang memenuhi kriteria: 8 studi in vitro dan 4 studi in vivo
    Dosis/Durasi:
    Beragam; konsentrasi in vitro 25–400 µg/mL, dosis in vivo 50–200 mg/kgBB selama 2–6 minggu
    Temuan:
    Polisakarida Lycium chinense meningkatkan proliferasi sel T dan produksi IgA sel plasma. Temuan ini menunjukkan potensi imunomodulator alami yang memerlukan validasi lebih lanjut pada uji klinis.
  8. Ekstrak Kulit Akar Lycium chinense Menghambat Fotopenuaan Kulit Akibat Sinar UVB pada Sel Fibroblas dan Model Tikus

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo/in vitro
    Sampel:
    Sel fibroblas dermal manusia dan 24 tikus hairless albino
    Dosis/Durasi:
    Krim ekstrak 2% dan 5% diberikan secara topikal selama 8 minggu
    Temuan:
    Ekstrak Lycium chinense menurunkan ekspresi MMP-1 dan meningkatkan produksi prokolagen tipe I setelah paparan UVB. Pada tikus, ketebalan kerutan berkurang secara signifikan setelah pemberian ekstrak.

Advertisement


Cari: