Nama: Likopen
Nama (en): Lycopene
Formula: C40H56
Sumber: Tomatoes, watermelon, pink grapefruit
Klasifikasi: Carotenoid
Sub-Klasifikasi: Tetraterpenoid

Advertisement


Nama Lain:
Lycopene, Lycopene extract, Psi-carotene, Tomato extract
IUPAC: (6E,8E,10E,12E,14E,16E,18E,20E,22E,24E,26E)-2,6,10,14,19,23,27,31-octamethyldotriaconta-2,6,8,10,12,14,16,18,20,22,24,26,30-tridecaene
Molecular Weight: 536.8700
Mass: 536.4382

Apa itu Likopen?

Likopen adalah pigmen karotenoid alami berwarna merah cerah yang tergolong dalam kelompok hidrokarbon asiklik, terdiri dari delapan unit isoprena dengan struktur simetris dan rantai panjang yang mengandung 11 ikatan rangkap terkonjugasi serta 2 ikatan rangkap tidak terkonjugasi. Rumus molekulnya adalah C₄₀H₅₆ dengan berat molekul 536,9 g/mol dan nilai logP sangat tinggi yaitu 12,94, yang menunjukkan sifat lipofilik ekstrem dan kelarutan yang sangat buruk dalam air.

Likopen ditemukan terutama dalam bentuk all-trans pada sumber alami seperti tomat, tetapi dapat mengalami isomerisasi menjadi berbagai bentuk cis (mono-cis atau poly-cis) akibat paparan panas, cahaya, oksigen, dan ion logam. Lebih dari 72 isomer likopen telah diidentifikasi, dengan bentuk 5-cis menunjukkan stabilitas dan aktivitas biologis yang lebih baik dibandingkan bentuk all-trans. Dalam tubuh, likopen terakumulasi terutama di hati, jaringan adiposa, kelenjar adrenal, prostat, ginjal, dan ovarium, dengan sebagian besar (50-88%) ditemukan dalam bentuk isomer cis.

Aktivitas & Manfaat Farmakologi

Likopen dikenal sebagai antioksidan kuat dengan kemampuan quenching radikal bebas 100 kali lebih besar daripada vitamin E dan 2 kali lebih besar daripada beta-karoten. Aktivitas antioksidannya menetralkan Reactive Oxygen Species (ROS) dan mencegah kerusakan DNA akibat stres oksidatif, yang menjadi dasar perannya dalam pencegahan berbagai penyakit degeneratif. Dalam konteks onkologi, likopen mengaktivasi jalur sinyal sel yang menghambat proliferasi sel kanker dan menekan jalur pro-tumor seperti PI3K/Akt/mTOR serta Wnt/β-catenin, sekaligus menurunkan ekspresi sitokin inflamasi IL-6 dan TNF-α.

Berbagai uji klinis acak menunjukkan efektivitas likopen dalam manajemen kanker prostat (dengan menurunkan kadar PSA), kanker payudara, kolon, ovarium, dan kanker lainnya, meskipun dosis efektif spesifik masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Dalam bidang kesehatan mulut, suplementasi likopen 8-15 mg/hari terbukti meningkatkan hasil terapi periodontal non-bedah dengan mengurangi kedalaman probing dan kehilangan perlekatan klinis secara signifikan. Likopen juga menunjukkan manfaat dalam kesehatan reproduksi pria melalui peningkatan sintesis testosteron, penghambatan aktivitas 5-α-reduktase berlebihan, serta perbaikan kualitas sperma dan fungsi ereksi.

Implementasi di TCM, Ayurveda, & Fitokimia Terapan

Dalam Ayurveda, tomat sebagai sumber utama likopen memiliki status yang cukup kontroversional. Tomat digolongkan sebagai makanan Rajasic yang bersifat merangsang dan dapat memperburuk Pitta (api metabolik) dan Vata jika dikonsumsi berlebihan, terutama karena keasamannya yang tinggi. Namun, dalam jumlah moderat dan diolah dengan benar (dikupas, dibuang bijinya, dan dimasak), tomat dianggap dapat menyeimbangkan Kapha yang berlebihan dan memberikan Prana (energi kehidupan) yang baik jika dikonsumsi saat musim panas dengan tomat lokal yang matang. Metode pengolahan dengan pemanasan justru meningkatkan bioavailabilitas likopen karena proses tersebut memecah dinding sel tomat dan mengubah bentuk trans menjadi cis yang lebih mudah diserap.

Dalam fitokimia terapan modern, tantangan utama likopen adalah bioavailabilitasnya yang sangat rendah karena termasuk senyawa BCS Kelas II (kelarutan rendah dan permeabilitas tinggi). Berbagai strategi formulasi canggih telah dikembangkan untuk mengatasi keterbatasan ini, termasuk sistem nanopartikel lipid, nanoliposom, SMEDDS (Self-Microemulsifying Drug Delivery System), dan misel polimerik (M-LYC) yang terbukti meningkatkan stabilitas, kelarutan, penyerapan usus, dan distribusi likopen ke organ target.

Teknik liquisolid juga berhasil meningkatkan disolusi likopen hingga 98% in vitro dengan biaya produksi yang lebih rendah. Dari sisi keamanan, likopen memiliki profil toksisitas yang sangat baik tanpa efek toksik yang dilaporkan bahkan pada dosis hingga 3 g/kg/hari, dan dosis terapeutik yang umum digunakan adalah 15-40 mg/hari. Namun, likopen perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan aktivitas metabolik enzim CYP450 yang setara dengan CYP2B, CYP2D, dan CYP3A pada hewan, sehingga berpotensi menimbulkan interaksi farmakokinetik dengan obat-obatan yang dimetabolisme oleh enzim-enzim tersebut.

---

Daftar Referensi

  1. Cámara, M., et al. (2013). Lycopene: Chemistry, Metabolism, and Bioavailability. Studies in Natural Products Chemistry. ScienceDirect.
  2. (2025). A Comprehensive Review on the Molecular Mechanism of Lycopene in Cancer Therapy. Europe PMC.
  3. Table 2: Randomized Controlled Trials of Lycopene Supplementation. (2022). Antioxidants. NIH/PMC.
  4. (2025). Dissolution Enhancement of Lycopene Compacts by Liquisolid Technique. Turkish Journal of Pharmaceutical Sciences. NIH/PMC.
  5. Lycopene Structure Database. LIPID MAPS.
  6. (2025). The effect of systemic lycopene supplementation on non-surgical periodontal therapy outcomes: A clinical trial. BDJ Open. Nature.
  7. (2026). Mechanisms of absorption and transport of lycopene based on nano-carriers and stereoselectivity. Food Bioscience. ScienceDirect.
  8. Nosková, K., et al. (2020). Lycopene increases metabolic activity of rat liver CYP2B, CYP2D and CYP3A. Pharmacological Reports.
  9. Lycopene CAS#: 502-65-8. ChemWhat.
  10. (2025). Nutritional Pharmacology and Mechanistic Insights of Lycopene: Antioxidant, Endocrine, and Reproductive Regulatory Pathways. Zenodo.
  11. Pawar, S., et al. (2026). Recent Advances in Lycopene Delivery Systems: Pharmaceutical, Nutraceutical, and Clinical Perspectives. OpenLB.
  12. Koe, X.F., et al. (2014). Cytochrome P450 induction properties of food and herbal-derived compounds. Food Science & Nutrition.

Rutin

Rutin

Asam Klorogenat

Chlorogenic Acid

Resep Herbal

Cari: