Kluwek

Pangium edule
Nama
Kluwek
Nama Latin/Ilmiah
Pangium edule
Bagian Digunakan
Biji
Rasa
Gurih, pahit
Nama Lain
Kepayang (Malaysia), pangi (Filipina), picung (Indonesia), football fruit (Inggris).
Asal
Indonesia (antara lain Jawa, Sumatra, Kalimantan), Malaysia, Filipina, dan Papua Nugini.
Kandungan Utama
Asam sianida, lemak, protein, karbohidrat

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kluwek

Kluwek, yang memiliki nama ilmiah Pangium edule, adalah tumbuhan tropis khas Asia Tenggara yang bijinya dikenal luas sebagai bumbu masakan tradisional Indonesia. Meski kerap disebut “pala hutan” atau “pala kluwek”, tumbuhan ini sebenarnya bukan bagian dari famili pala, melainkan berasal dari famili Achariaceae. Pohon ini dapat tumbuh setinggi 30–40 meter dengan tajuk rindang, daun berbentuk hati yang lebar, serta buah berkulit keras berwarna cokelat kehitaman. Seluruh bagian tumbuhan ini, mulai dari daun, getah, hingga bijinya, mengandung asam sianida yang sangat beracun jika dikonsumsi mentah, sehingga pengolahannya menuntut proses fermentasi dan perendaman yang cermat sebelum digunakan sebagai bahan pangan.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 11:41:11
 

II. Ciri-ciri Kluwek

Kluwek biasanya tumbuh subur di hutan hujan tropis yang lembap. Pohon ini suka lokasi di dekat sungai atau area yang tanahnya gembur dan kaya bahan organik. Sering ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut. Karakteristik/ciri-ciri Kluwek (Pangium edule):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya cukup besar, bisa tumbuh tinggi menjulang dengan kulit batang berwarna abu-abu kecokelatan yang cenderung kasar.
Daun Daunnya berbentuk jantung lebar atau menjari, ukurannya cukup besar dengan warna hijau mengilap. Permukaan daunnya halus dan letaknya berselang-seling pada ranting.
Bunga Bunganya punya aroma yang khas, biasanya muncul berkelompok dengan warna hijau kekuningan atau keputihan.
Buah Buahnya berbentuk bulat telur atau lonjong dengan kulit luar yang agak kasar dan berwarna cokelat. Di dalamnya ada banyak biji yang terbungkus daging buah.
Biji Ini bagian yang paling ikonik. Bijinya keras, berwarna putih saat masih mentah, tapi berubah jadi hitam pekat setelah diproses. Biji inilah yang sering dipakai jadi bumbu masakan (seperti rawon) setelah melewati proses fermentasi agar racun sianidanya hilang.

III. Manfaat Kluwek

4 Manfaat Kluwek untuk kesehatan.

  1. Antibakteri (infeksi kulit dan saluran cerna ringan)

    Ekstrak biji kluwek mengandung tanin, saponin, dan flavonoid yang bekerja pada membran bakteri: tanin mengganggu adhesi dan permeabilitas membran, saponin membentuk kompleks dengan sterol membran sehingga menyebabkan kebocoran sel, dan flavonoid menghambat topoisomerase/DNA girase serta sintesis asam nukleat bakteri.

    Senyawa Aktif: asam chaulmoograt, asam hidnokarpat, tanin
    Tampilkan
  2. Antioksidan (pencegahan stres oksidatif)

    Komponen fenolik/flavonoid mendonorkan elektron dan mengkhelat ion logam transisi, menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, ROS), serta menghambat peroksidasi lipid pada sistem in vitro. Aktivasi Nrf2 dan enzim antioksidan endogen belum dikonfirmasi khusus pada Pangium edule.

    Senyawa Aktif: proantosianidin, flavonoid, asam fenolat
    Tampilkan
  3. Anti-inflamasi

    Diduga melalui flavonoid dan triterpenoid yang menghambat enzim siklooksigenase (COX) dan lipooksigenase (LOX), sehingga menurunkan sintesis prostaglandin dan leukotrien; saponin juga dapat menstabilkan membran sel mast dan menghambat pelepasan histamin. Jalur pasti pada P. edule belum diuji.

    Senyawa Aktif: flavonoid, triterpenoid, Saponin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+1)

Advertisement


IV. Kandungan Kluwek

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kluwek.

  1. Gynocardin

    Golongan: Sianogenik glikosida
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Tidak Digunakan Sebagai Terapi; Hanya Bersifat Toksik. Beberapa Studi Menunjukkan Potensi Antimikroba/insektisida, Tetapi Pada Konsentrasi Yang Juga Berbahaya Bagi Manusia.
    Tampilkan
  2. Golongan: Asam lemak tak jenuh
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Prekursor Prostaglandin Dan Leukotrien; Berperan Dalam Regulasi Inflamasi; Efek Kardiovaskular Telah Diteliti Pada Studi Nutrisi.
    Tampilkan
  3. Golongan: Asam lemak tak jenuh
    Bagian Tanaman: Biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Dapat Memperbaiki Profil Lipid Dan Memiliki Efek Antiinflamasi Bila Menggantikan Lemak Jenuh Dalam Pola Makan.
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kluwek

Interaksi & Kontraindikasi Kluwek dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi kluwek yang telah diolah secara benar sebagai bumbu masakan

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Hanya aman untuk orang dewasa sehat bila melalui proses perendaman dan perebusan berulang untuk menghilangkan glikosida sianogenik; batasi sebagai penyedap, jangan dikonsumsi mentah atau dalam jumlah besar.

  2. Konsumsi bersamaan dengan alkohol

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari karena alkohol dapat memperberat depresi sistem saraf pusat dan mengganggu metabolisme sianida, sehingga meningkatkan risiko gejala keracunan.

  3. Penggunaan pada penderita Pasien dengan gangguan tiroid atau sedang menjalani terapi antitiroid (metimazol, propiltiourasil) / terapi yodium radioaktif

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hindari karena metabolit tiosianat dari kluwek bersifat goitrogen dan dapat menghambat ambilan yodium oleh kelenjar tiroid, memperburuk hipotiroidisme atau mengganggu efektivitas terapi.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+11)

VI. Efek Samping Kluwek

Kluwek (Pangium edule) dikenal mengandung senyawa glikosida sianogenik yang disebut gynocardin. Senyawa ini bersifat sangat beracun karena ketika biji kluwek mentah dihancurkan, dikunyah, atau mengalami kerusakan jaringan, enzim linamarase yang ada di dalamnya akan menghidrolisis gynocardin dan melepaskan asam sianida (HCN) yang bebas. Keracunan sianida akut dari konsumsi kluwek yang tidak diolah dengan benar dapat menyebabkan gejala parah seperti pusing, mual, muntah, sesak napas, kejang, hingga kematian akibat terhambatnya respirasi seluler.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kluwek

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kluwek.

Apa itu kluwek dan mengapa bijinya beracun?
Kluwek adalah biji dari pohon Pangium edule yang banyak digunakan sebagai bumbu masak Indonesia, misalnya untuk rawon. Biji mentahnya mengandung glikosida sianogenik yang dapat melepaskan hidrogen sianida (HCN) ketika jaringan biji rusak. HCN menghambat enzim sitokrom c oksidase pada rantai respirasi sel sehingga sangat berbahaya bagi tubuh (Vetter, J. 2000. Plant cyanogenic glycosides. Toxicon 38(1):11-36).
Bagaimana cara mengolah kluwek agar aman dikonsumsi?
Cara tradisional yang efektif adalah merendam biji dalam air mengalir selama beberapa hari, merebusnya, lalu membuang air rebusan, atau melakukan fermentasi hingga biji berwarna hitam dan tidak lagi berbau sianida. Codex Alimentarius (CAC/RCP 64-2008) merekomendasikan perendaman, perebusan, dan fermentasi untuk menurunkan kandungan HCN pada bahan pangan sianogenik. Air rendaman dan rebusan harus dibuang, jangan digunakan untuk memasak.
Apa kandungan fitokimia dan nilai gizi kluwek?
Secara fitokimia, biji kluwek mengandung glikosida sianogenik, saponin, alkaloid, flavonoid, tanin, dan minyak lemak. Menurut van der Vossen, H.A.M. & Umail, B.E. (2001). Plant Resources of South-East Asia No. 14: Vegetable oils and fats, biji P. edule menghasilkan minyak yang kaya asam lemak dan digunakan sebagai sumber lemak nabati. Data gizi lengkap kluwek belum terdokumentasi dengan baik.
Apakah kluwek dapat digunakan sebagai obat?
Hingga saat ini belum ada uji klinis pada manusia yang mendukung penggunaan kluwek sebagai obat. Kandungan bioaktifnya masih dalam tahap penelitian laboratorium. Klaim bahwa kluwek menyembuhkan penyakit tertentu tidak dapat dibuktikan secara ilmiah karena belum ada bukti dari uji klinis terkontrol acak. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk penanganan medis.
Apakah kluwek aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Tidak ada data keamanan yang memadai. Paparan sianida pada ibu hamil berisiko mengganggu suplai oksigen ke janin. WHO (2009). Cyanide in Drinking-water: Background document for development of WHO Guidelines for Drinking-water Quality menetapkan batas aman sianida dan menyebutkan kelompok rentan seperti ibu hamil dan anak-anak lebih sensitif. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari kluwek.
Apakah kluwek aman untuk bayi dan anak-anak?
Tidak aman. EFSA menetapkan dosis referensi akut (ARfD) untuk sianida sebesar 20 µg/kg berat badan per hari; bayi dan anak memiliki berat badan kecil sehingga lebih rentan terhadap efek toksik. Referensi: EFSA Panel on Contaminants in the Food Chain (2016). Risks for human health related to the presence of cyanogenic glycosides in raw apricot kernels. EFSA Journal 14(3):4425. Jangan memberikan kluwek kepada bayi dan anak-anak.
Apa efek samping jika mengonsumsi kluwek yang belum diolah dengan benar?
Keracunan sianida dapat muncul sebagai sakit kepala, mual, muntah, pusing, sesak napas, kejang, hingga koma. Mekanisme toksisitasnya adalah penghambatan respirasi seluler oleh HCN (Vetter, J. 2000). Jika gejala muncul, segera bawa ke unit gawat darurat.
Apa yang harus dilakukan jika seseorang keracunan setelah makan kluwek?
Segera hentikan konsumsi dan larikan ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan memicu muntah tanpa petunjuk medis. Dokter dapat memberikan antidotum seperti natrium tiosulfat atau hidroksokobalamin. Sianida adalah racun yang bekerja cepat, sehingga penanganan harus dilakukan oleh tenaga profesional; informasi ini juga ditegaskan dalam WHO (2009). Cyanide in Drinking-water.

Gandaria Leaf

Bouea macrophylla

Tejpat

Cinnamomum tamala

Cari: