Gandaria Leaf

Bouea macrophylla
Nama
Gandaria Leaf
Nama Latin/Ilmiah
Bouea macrophylla
Bagian Digunakan
Buah, Daun
Rasa
Asam
Nama Lain
Gandaria (Indonesia), kundang (Malaysia), maprang (Thailand), marian plum (Filipina), plum mango (Inggris)
Asal
Bouea macrophylla (gandaria) berasal dari Asia Tenggara, terutama Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Kandungan Utama
Flavonoid, tanin, saponin, alkaloid

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Gandaria Leaf

html

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 09:41:19
 

II. Ciri-ciri Gandaria Leaf

Gandaria asli dari wilayah Asia Tenggara, terutama daerah tropis yang lembap. Pohon ini suka tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Biasanya ditemukan di hutan tropis atau sering dibudidayakan di pekarangan rumah karena buahnya yang segar. Karakteristik/ciri-ciri Gandaria Leaf (Bouea macrophylla):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohonnya bisa tumbuh cukup tinggi, sekitar 10-25 meter, dengan kulit kayu berwarna cokelat keabu-abuan yang agak kasar.
Daun Bentuknya lonjong sampai lanset dengan ujung yang meruncing. Warna daun muda biasanya ungu kemerahan (sangat khas), lalu berubah menjadi hijau tua mengilap saat sudah dewasa dengan tekstur yang kaku.
Bunga Bunganya berukuran kecil, berwarna kuning kehijauan, dan muncul dalam malai di ketiak daun.
Buah Bentuknya bulat seperti kelereng atau sedikit lonjong. Saat muda warnanya hijau dan berubah jadi kuning atau oranye cerah saat sudah matang. Daging buahnya berair, rasanya asam manis, dan aromanya cukup kuat.
Biji Di dalam buah terdapat biji tunggal yang terlindungi oleh kulit biji yang agak keras dan serat-serat halus.

III. Manfaat Gandaria Leaf

7 Manfaat Gandaria Leaf untuk kesehatan.

  1. Stres oksidatif / Antioksidan

    Polifenol dan flavonoid pada daun Bouea macrophylla bekerja sebagai donor elektron untuk menetralkan radikal bebas (DPPH, ABTS, superoksida), mengkelat logam transisi (Fe2+/Cu2+), serta mengaktifkan jalur Nrf2/ARE sehingga meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti SOD, katalase, dan GPx.

    Tampilkan
  2. Anti-inflamasi (inflamasi akut)

    Flavonoid dan asam fenolat menghambat aktivitas enzim COX-2 dan iNOS, menurunkan produksi prostaglandin E2 dan nitrit oksida, serta memodulasi jalur NF-κB sehingga menekan ekspresi sitokin proinflamasi TNF-α, IL-1β, dan IL-6. Efek ini mengurangi edema dan infiltrasi sel inflamasi.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Rutin, Asam Galat
    Tampilkan
  3. Antimikroba (bakteri gram positif dan negatif)

    Senyawa fenolik dan flavonoid merusak integritas membran sel bakteri, mengganggu sintesis dinding sel peptidoglikan, menghambat enzim bakteri tertentu, serta menghambat pompa efluks sehingga bakteri tidak dapat membuang senyawa toksik.

    Senyawa Aktif: Asam Galat, Kuersetin, Katekin
    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+4)

Advertisement


IV. Kandungan Gandaria Leaf

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Gandaria Leaf.

  1. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Penghambat α-glukosidase (antidiabetik Potensial)..
    Tampilkan
  2. Golongan: Flavonoid glikosida
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Proteksi Vaskular/kapiler..
    Tampilkan
  3. Golongan: Flavonoid (flavonol)
    Bagian Tanaman: Daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Antioksidan; Antiinflamasi; Antiproliferatif Pada Berbagai Lini Sel Kanker..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Gandaria Leaf

Interaksi & Kontraindikasi Gandaria Leaf dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Suplemen zat besi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Tanin pada daun gandaria dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme. Konsumsilah dengan jarak minimal 2 jam.

  2. Penggunaan bersamaan dengan Obat antihipertensi

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Kandungan flavonoid pada daun gandaria secara teoritis dapat memberikan efek relaksasi pembuluh darah. Jika digunakan bersamaan, pantau tekanan darah secara berkala.

  3. Operasi/pembedahan

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Hentikan penggunaan minimal 2 minggu sebelum operasi karena potensi efek antiplatelet dan perubahan kadar glukosa darah.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+6)

VI. Efek Samping Gandaria Leaf

Daun gandaria (Bouea macrophylla) dikenal dalam pengobatan tradisional karena mengandung berbagai senyawa fitokimia seperti flavonoid, tanin, polifenol, dan saponin yang memiliki potensi aktivitas antioksidan dan antimikroba. Namun, konsumsi atau penggunaan ekstrak daun gandaria secara berlebihan tanpa takaran yang tepat dapat memicu beberapa efek samping, terutama pada sistem pencernaan. Kandungan senyawa tanin dan polifenol yang tinggi dalam daun ini dapat bersifat astringen kuat yang, jika dikonsumsi dalam jumlah besar, berpotensi mengiritasi mukosa lambung, menyebabkan rasa mual, kram perut, hingga gangguan pencernaan seperti konstipasi atau diare ringan pada individu yang sensitif.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Gandaria Leaf

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Gandaria Leaf.

Apa kandungan fitokimia utama daun gandaria (*Bouea macrophylla*)?
Daun gandaria mengandung senyawa golongan fenolik, flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan alkaloid. Kandungannya bervariasi tergantung pelarut dan umur daun. Fenolik dan flavonoid berkaitan dengan aktivitas antioksidan, sedangkan tanin dan saponin berkontribusi pada aktivitas antimikroba. (Marliana et al., 2018; Safithri & Fahma, 2010).
Apakah daun gandaria bisa dikonsumsi sebagai lalapan atau seduhan sehari-hari?
Daun muda gandaria di Indonesia memang biasa dimakan sebagai lalapan, dan dalam jumlah makanan normal umumnya tergolong aman. Namun, mengonsumsi air rebusan, serbuk, atau ekstrak pekat setiap hari tidak disarankan karena belum ada dosis keamanan yang baku. Tanin yang berlebihan dapat mengiritasi lambung dan menghambat penyerapan zat besi. (Heyne, 1987; BPOM RI, 2011).
Apakah daun gandaria memiliki efek antioksidan?
Ekstrak daun gandaria diketahui memiliki aktivitas antioksidan dalam uji DPPH, sejalan dengan kandungan fenolik dan flavonoidnya. Aktivitas ini dapat menangkal radikal bebas pada kondisi in vitro. Namun, efek antioksidan pada manusia memerlukan uji klinis lebih lanjut; hasil laboratorium tidak sama dengan manfaat langsung di dalam tubuh. (Safithri & Fahma, 2010).
Apakah daun gandaria dapat digunakan sebagai antibakteri?
Beberapa penelitian in vitro menunjukkan ekstrak daun gandaria menghambat pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Efek ini diduga berasal dari tanin, flavonoid, dan saponin yang dapat merusak membran sel bakteri. Belum ada formulasi standar untuk pengobatan infeksi, sehingga tidak boleh digunakan sebagai pengganti antibiotik medis. (Latifah et al., 2017).
Apakah daun gandaria dapat membantu menurunkan gula darah?
Ekstrak daun gandaria dilaporkan menghambat enzim α-glukosidase, enzim yang berperan dalam memecah karbohidrat menjadi glukosa. Dengan demikian, tanaman ini berpotensi membantu mengontrol gula darah setelah makan. Meski begitu, penelitian masih terbatas pada uji enzimatik dan hewan; belum ada dosis pasti maupun uji klinis manusia. Penderita diabetes tidak boleh mengganti obatnya dengan daun gandaria. (Safithri & Fahma, 2010; Rahmawati et al., 2019).
Apakah daun gandaria aman digunakan untuk bayi dan anak-anak?
Tidak ada data keamanan ilmiah yang memadai untuk penggunaan ekstrak daun gandaria pada bayi dan anak-anak. Fungsi hati dan ginjal anak belum matang dalam memetabolisme senyawa herbal, sehingga risiko toksisitas tidak dapat diprediksi. Ekstrak, kapsul, atau rebusan pekat tidak dianjurkan untuk bayi dan anak. Jika anak mengonsumsi lalapan daun muda dalam jumlah kecil, tetap harus dalam pengawasan orang tua. (Kemenkes RI, 2013).
Apakah daun gandaria aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan keamanan daun gandaria pada ibu hamil dan menyusui. Ekstrak herbal dengan kandungan saponin dan alkaloid dalam dosis tinggi berpotensi menimbulkan efek farmakologis yang tidak diinginkan, walaupun efek spesifik Bouea macrophylla belum diteliti. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari sediaan ekstrak atau rebusan pekat. Konsumsi sebagai lalapan biasa sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan. (BPOM RI, 2011).
Apa efek samping yang perlu diwaspadai dari daun gandaria?
Efek samping yang mungkin muncul akibat konsumsi ekstrak pekat adalah mual, perut kembung, dan iritasi lambung karena kandungan tanin dan saponin. Tanin juga dapat mengikat zat besi sehingga konsumsi berlebihan pada saat makan dapat menurunkan penyerapan zat besi. Karena berpotensi menghambat α-glukosidase, penggunaan bersamaan dengan obat diabetes harus di bawah pengawasan dokter. Individu yang alergi terhadap mangga atau keluarga Anacardiaceae juga sebaiknya waspada karena kemungkinan reaksi silang. (NIH, 2021; McGovern et al., 2000).
Apakah daun gandaria bisa menggantikan obat dokter?
Tidak. Sampai saat ini penelitian daun gandaria masih berada pada tahap laboratorium dan uji praklinis. Belum ada cukup bukti klinis, standar dosis, dan profil keamanan jangka panjang untuk menjadikannya obat. Daun gandaria dapat dikategorikan sebagai bahan pangan dan bahan penelitian, bukan pengganti obat. Penggunaan untuk tujuan pengobatan sebaiknya tetap berdasarkan diagnosis dan rekomendasi tenaga kesehatan. (BPOM RI, 2011; Kemenkes RI, 2013).

Kepel Fruit

Stelechocarpus burahol

Kluwek

Pangium edule

Cari: