Kepel Fruit

Stelechocarpus burahol
Nama
Kepel Fruit
Nama Latin/Ilmiah
Stelechocarpus burahol
Bagian Digunakan
Daging Buah
Rasa
manis, harum
Nama Lain
Burahol (Indonesia), Kecindul (Jawa, Indonesia), Kepel (Jawa, Indonesia), Kepel fruit (Inggris), Buah kepel (Malaysia).
Asal
Jawa, Indonesia
Kandungan Utama
Flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, polifenol

Highlights:

Advertisement


I. Tentang Kepel Fruit

Kepel buah (Stelechocarpus burahol) adalah tanaman buah tropis asli Asia Tenggara, khususnya tumbuh subur di Pulau Jawa, Indonesia. Tanaman ini termasuk dalam famili Annonaceae, yang juga mencakup sirsak dan kenanga. Pohon kepel dapat mencapai tinggi hingga 25 meter dengan batang yang kokoh dan tajuk rindang. Keunikan utamanya terletak pada letak buahnya yang tumbuh langsung di batang (cauliflory), bukan di cabang atau ranting. Buahnya berukuran kecil, bulat hingga agak lonjong, dengan kulit tipis berwarna cokelat saat matang. Daging buahnya berwarna oranye kecokelatan, bertekstur lembut, dan memiliki aroma harum yang khas.

Baca Lebih Lanjut
Update: 17 Agu 2026 - 07:41:42
 

II. Ciri-ciri Kepel Fruit

Tumbuh subur di dataran rendah hingga ketinggian 600 mdpl dengan iklim tropis yang lembap. Sering ditemukan di hutan sekunder atau pekarangan rumah, terutama di wilayah Jawa, sebagai tanaman yang disucikan dan punya nilai sejarah tinggi bagi keraton. Karakteristik/ciri-ciri Kepel Fruit (Stelechocarpus burahol):

Bagian Ciri-Ciri
Batang Pohon yang tumbuh tegak dengan percabangan yang cukup banyak, kulit batangnya berwarna kecokelatan dan memiliki tekstur yang agak kasar.
Daun Daunnya berbentuk lonjong memanjang dengan ujung yang meruncing. Warnanya hijau mengkilap, permukaannya halus, dan tersusun secara berselang-seling pada ranting.
Bunga Uniknya, bunga kepel muncul langsung dari batang utama atau cabang yang besar (kauliflori). Bunganya kecil, berkelompok, dan berwarna kehijauan hingga kekuningan.
Buah Buahnya berbentuk bulat atau agak lonjong dengan kulit cokelat tipis. Daging buahnya berwarna kekuningan, aromanya harum seperti mawar/biola, dan rasanya manis.
Biji Di dalam setiap buah biasanya terdapat 4-6 biji yang ukurannya cukup besar, berbentuk lonjong, dan berwarna cokelat gelap.

III. Manfaat Kepel Fruit

8 Manfaat Kepel Fruit untuk kesehatan.

  1. Antioksidan

    Senyawa polifenol/flavonoid menyumbangkan elektron/atom hidrogen untuk menetralkan radikal bebas dan ROS, mengkelat ion logam transisi, serta mengaktifkan faktor transkripsi Nrf2 yang meningkatkan ekspresi enzim antioksidan endogen seperti superoksida dismutase, katalase, dan glutation peroksidase.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Kaempferol, Katekin
    Tampilkan
  2. Antihiperurisemia (penurun asam urat / potensi anti-gout)

    Flavonoid dalam ekstrak menghambat xantin oksidase, enzim yang mengkatalisis konversi hipoxantin menjadi xantin dan xantin menjadi asam urat. Hambatan ini menurunkan produksi asam urat serta produksi ROS yang menyertai reaksi enzimatik.

    Senyawa Aktif: Kuersetin, Luteolin, Kaempferol
    Tampilkan
  3. Antidiabetes (inhibitor α-glukosidase)

    Flavonoid dan asam fenolat menghambat aktivitas α-glukosidase dan α-amilase pada mukosa usus halus, sehingga memperlambat pemecahan karbohidrat kompleks dan menurunkan lonjakan glukosa postprandial. Efek ini disertai pengurangan stres oksidatif pada sel beta pankreas.

    Tampilkan
Tampilkan Semua Manfaat (+5)

Advertisement


IV. Kandungan Kepel Fruit

8 Kandungan Fitokimia (Active Compounds) Kepel Fruit.

  1. Fraksi alkaloid total (senyawa spesifik belum diisolasi pada Stelechocarpus burahol)

    Golongan: Alkaloid
    Bagian Tanaman: Daun dan biji
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antibakteri Terhadap Staphylococcus Aureus Dan Escherichia Coli; Efek Ini Ditunjukkan Oleh Ekstrak/fraksi, Bukan Senyawa Murni..
    Tampilkan
  2. Total flavonoid; senyawa spesifik belum dikarakterisasi secara komprehensif

    Golongan: Flavonoid
    Bagian Tanaman: Buah dan daun
    Aktivitas Farmakologis:
    Aktivitas Antioksidan Yang Diuji Dengan Metode DPPH/ABTS; Juga Berpotensi Sebagai Inhibitor α-glukosidase..
    Tampilkan
  3. Total polifenol; asam fenolik spesifik belum dilaporkan

    Golongan: Polifenol
    Bagian Tanaman: Buah segar
    Aktivitas Farmakologis:
    Kontribusi Utama Terhadap Kapasitas Antioksidan; Berkaitan Dengan Efek Perlindungan Terhadap Stres Oksidatif Secara In Vitro..
    Tampilkan
Tampilkan Semua Kandungan (+5)

V. Interaksi & Kontraindikasi Kepel Fruit

Interaksi & Kontraindikasi Kepel Fruit dengan obat, makanan, atau minuman lain, juga dengan kondisi tertentu.

  1. Konsumsi kepel sebagai buah dalam porsi normal

    Tingkat Resiko: Rendah
    Rekomendasi:
    Umumnya aman dikonsumsi dalam jumlah wajar sebagai makanan. Hindari bagian biji karena keamanannya belum diketahui.

  2. Herbal diuretik lain (misalnya kumis kucing, dandelion)

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Efek diuretik dapat bertambah jika digunakan bersamaan. Perhatikan asupan cairan dan elektrolit tubuh.

  3. Konsumsi alkohol

    Tingkat Resiko: Sedang
    Rekomendasi:
    Alkohol meningkatkan dehidrasi dan dapat memperkuat efek diuretik kepel. Sebaiknya batasi atau hindari.

Tampilkan Semua Kontraindikasi (+12)

VI. Efek Samping Kepel Fruit

Buah kepel (Stelechocarpus burahol) secara tradisional dikenal karena khasiatnya, terutama sebagai deodoran oral dan agen pencegah kehamilan (kontrasepsi) tradisional bagi wanita di Jawa. Namun, konsumsi bagian tanaman ini, terutama ekstrak daun atau bijinya yang sering digunakan dalam pengobatan tradisional, memiliki potensi efek samping dan toksisitas yang perlu diwaspadai. Penelitian farmakologis menunjukkan bahwa penggunaan bagian tertentu dari tanaman kepel memiliki aktivitas antifertilitas yang kuat, yang dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi dan penurunan kesuburan yang signifikan pada wanita jika dikonsumsi secara sembarangan dan terus-menerus.

Baca Semua Efek Samping

VII. FAQ Kepel Fruit

Pertanyaan yang sering ditanyakan tentang Kepel Fruit.

Apa saja kandungan fitokimia utama dalam buah kepel dan manfaatnya bagi kesehatan?
Buah kepel (Stelechocarpus burahol) mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan polifenol. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, dan diuretik. Sebuah skrining fitokimia dalam Biodiversitas (2020) melaporkan bahwa ekstrak buah kepel menunjukkan aktivitas penangkal radikal bebas yang kuat, sedangkan tinjauan etnofarmakologi dalam Journal of Ethnopharmacology (2018) mengonfirmasi potensi tersebut pada kelompok Annonaceae.
Bagaimana cara mengonsumsi buah kepel yang benar untuk penggunaan sehari-hari?
Menurut catatan etnobotani dalam Tumbuhan Berguna Indonesia (Heyne, 1987), buah kepel yang matang biasanya dikonsumsi segar setelah dicuci. Daging buahnya manis, sedikit berserat, dan memiliki aroma khas. Buah ini dapat dimakan langsung atau diolah menjadi jus tanpa pemanis tambahan. Hingga saat ini belum ada dosis baku yang ditetapkan; konsumsi wajar 1-2 buah per hari dianjurkan sambil memperhatikan toleransi pencernaan masing-masing individu.
Apakah buah kepel aman dikonsumsi oleh bayi dan anak-anak?
Tidak ada penelitian klinis yang memadai mengenai keamanan buah kepel untuk bayi dan anak-anak. Beberapa senyawa bioaktif seperti alkaloid dan saponin dalam Journal of Applied Pharmaceutical Science (2015) dapat memengaruhi sistem saraf dan pencernaan yang belum matang. Karena itu, pemberian rutin pada bayi dan balita tidak disarankan. Untuk anak di atas 5 tahun, konsumsi sesekali dalam jumlah kecil umumnya dianggap aman jika tidak ada alergi, tetapi tetap perlu pendampingan orang tua dan tenaga kesehatan.
Apakah buah kepel aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Keamanan buah kepel pada ibu hamil dan menyusui belum terbukti secara klinis. Buku Inventaris Tanaman Obat Indonesia (Hutapea, 1994) mencatat tanaman ini memiliki efek diuretik. Pada ibu hamil, efek diuretik berlebihan dapat meningkatkan risiko dehidrasi dan ketidakseimbangan elektrolit yang berbahaya bagi janin. Kandungan alkaloid juga berisiko melewati plasenta atau ASI. Oleh karena itu, ibu hamil dan menyusui disarankan menghindari konsumsi kepel dalam bentuk ekstrak atau dalam jumlah besar tanpa anjuran dokter.
Apa saja efek samping yang mungkin timbul jika mengonsumsi buah kepel terlalu banyak atau lama?
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan mual, nyeri lambung, diare, dan sering berkemih akibat efek diuretik. Studi toksikologi pada Toxicology Reports (2017) mengingatkan bahwa senyawa alkaloid dalam dosis tinggi dapat bersifat toksik bagi hati dan ginjal. Efek samping lain termasuk kemungkinan reaksi alergi berupa gatal atau ruam kulit. Sebaiknya konsumsi dihentikan jika muncul gejala tersebut, dan perbanyak minum air putih untuk membantu ekskresi.
Bagaimana buah kepel digunakan dalam pengobatan tradisional, misalnya untuk ginjal dan asam urat?
Secara tradisional, daun kepel digunakan sebagai diuretik untuk membantu mengatasi infeksi saluran kemih dan batu ginjal, sedangkan buah dan kulit kayunya digunakan untuk mengobati asam urat. Ekstrak daun kepel dilaporkan menghambat enzim xantin oksidase dalam Journal of Medicinal Plants Studies (2016), sehingga berpotensi menurunkan kadar asam urat. Namun bukti masih terbatas pada studi laboratorium dan hewan; belum ada uji klinis pada manusia.
Apakah buah kepel dapat berinteraksi dengan obat-obatan modern?
Karena efek diuretiknya, kepel dapat meningkatkan kerja obat diuretik seperti furosemid dan menyebabkan kehilangan kalium berlebih (hipokalemia). Sebuah artikel ulasan di International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences (2019) mengingatkan bahwa tanaman yang mengandung saponin dan flavonoid berpotensi berinteraksi dengan obat antikoagulan, antihipertensi, dan obat metabolisme hati. Jika Anda sedang mengonsumsi obat resep, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi kepel secara teratur.
Apakah biji dan daun kepel dapat digunakan? Bagaimana cara mengolahnya?
Daun kepel sering direbus dan air rebusannya diminum untuk membantu melancarkan buang air kecil dan mengurangi asam urat; umumnya cukup 3-5 lembar daun segar direbus dalam 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Biji kepel mengandung alkaloid dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung karena berpotensi toksik, tetapi penelitian dalam Journal of Natural Products (2014) menunjukkan ekstrak bijinya memiliki aktivitas antimikroba yang perlu diteliti lebih lanjut. Sangat disarankan untuk tidak mengolah biji secara sembarangan.

Sawo Leaf

Manilkara zapota

Gandaria Leaf

Bouea macrophylla

Cari: