Kasifikasi ilmiah Kluwek (Pangium edule)
Author: Reinw.
| Domain: | Eukaryota |
| Kerajaan: | Plantae |
| Subkerajaan: | Viridiplantae |
| Infrakerajaan: | Streptophyta |
| Superdivisi: | Embryophyta |
| Divisi: | Tracheophyta |
| Subdivisi: | Spermatophytina |
| Kelas: | Magnoliopsida |
| Subkelas: | Rosidae |
| Ordo: | Malpighiales |
| Famili: | Achariaceae |
| Subfamili: | Pangioideae |
| Tribus: | Pangieae |
| Genus: | Pangium |
| Spesies: | Pangium edule |
Pangium edule atau yang lebih dikenal dengan sebutan pohon keluak adalah tanaman unik yang buahnya memiliki kemampuan 'ajaib' untuk mengawetkan daging. Meski bijinya mengandung asam sianida yang sangat beracun saat mentah, masyarakat Nusantara zaman dulu sudah cerdas dalam mengolahnya. Dengan cara direbus dan dipendam dalam abu atau tanah selama beberapa waktu, racunnya hilang dan berubah menjadi bumbu dapur berwarna hitam pekat yang bikin masakan seperti rawon jadi super gurih.
Pohon ini tergolong cukup besar dan bisa ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan basah, terutama di wilayah Indonesia bagian timur hingga Asia Tenggara. Selain bijinya yang populer sebagai bumbu masak, bagian lain dari pohon ini, mulai dari daun hingga kulit batangnya, juga sering dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Keberadaannya benar-benar mencerminkan kekayaan flora Indonesia yang nggak cuma cantik dipandang, tapi juga punya nilai guna yang luar biasa kalau kita tahu cara mengolahnya.
Advertisement