Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efikasi dan keamanan injeksi Kushen majemuk dikombinasikan dengan kemoterapi berbasis platinum untuk kanker paru non-sel kecil: meta-analisis

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    15 uji acak terkontrol; 1.267 pasien dengan NSCLC stadium IIIB–IV
    Dosis/Durasi:
    15–30 mL/hari intravena selama 7–14 hari per siklus kemoterapi, diberikan selama 2–4 siklus.
    Temuan:
    Penambahan injeksi Kushen majemuk meningkatkan tingkat respons keseluruhan dan kualitas hidup pasien dibandingkan kemoterapi saja. Risiko mual, muntah, dan leukopenia juga lebih rendah pada kelompok kombinasi.
  2. Efikasi dan keamanan oksimarin pada hepatitis B kronis: meta-analisis uji acak terkontrol

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    8 uji acak terkontrol; 682 pasien hepatitis B kronis
    Dosis/Durasi:
    Oksimarin 400–600 mg/hari intravena selama 8–12 minggu.
    Temuan:
    Oksimarin secara signifikan meningkatkan normalisasi ALT dan konversi negatif HBV DNA dibandingkan terapi konvensional. Tidak ditemukan perbedaan bermakna dalam kejadian efek samping serius.
  3. Matrine sebagai agen antikanker baru: tinjauan sistematis mekanisme apoptosis dan penghambatan proliferasi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    42 studi in vitro dan in vivo yang melibatkan sel A549, HepG2, MCF-7, HCT116, serta model mencit xenograft
    Dosis/Durasi:
    In vitro: 0,25–2,0 mg/mL selama 24–72 jam; in vivo: 10–100 mg/kgBB selama 2–6 minggu.
    Temuan:
    Matrine menghambat proliferasi sel kanker melalui penghentian siklus sel pada fase G1 dan induksi apoptosis jalur PI3K/AKT serta regulasi Bax/Bcl-2. Efeknya bersifat dosis-dependent dan menunjukkan potensi sebagai adjuvan kemoterapi.
  4. Efek krim ekstrak akar Sophora flavescens terhadap dermatitis atopik ringan–sedang: uji klinis acak tersamar ganda

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien dermatitis atopik, usia 18–65 tahun, dengan skor SCORAD 15–50
    Dosis/Durasi:
    Krim 2% dioleskan dua kali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemakaian krim ekstrak Sophora flavescens 2% selama 8 minggu menurunkan skor SCORAD dan intensitas gatal secara signifikan dibandingkan plasebo. Tidak dilaporkan efek samping sistemik yang serius.
  5. Oksimarin memperbaiki kolitis eksperimental pada mencit melalui inhibisi inflamasom NLRP3

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi Pra-Klinis In Vivo
    Sampel:
    48 mencit C57BL/6 yang diinduksi DSS untuk model kolitis
    Dosis/Durasi:
    50 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 7 hari.
    Temuan:
    Pemberian oksimarin menurunkan skor keparahan kolitis serta kadar TNF-α, IL-6, dan IL-1β. Efek antiinflamasinya sebanding dengan mesalazin sebagai kontrol positif.
  6. Ekstrak Sophora flavescens menghambat hiperplasia prostat jinak pada tikus melalui penurunan ekspresi reseptor androgen

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi Pra-Klinis In Vivo
    Sampel:
    40 tikus Sprague-Dawley yang diinduksi testosteron untuk model hiperplasia prostat jinak
    Dosis/Durasi:
    200 mg/kgBB per oral sekali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Pemberian ekstrak etanol Sophora flavescens menurunkan rasio berat prostat dan kadar PSA plasma. Efek ini terkait penghambatan proliferasi sel epitel prostat dan ekspresi reseptor androgen.
  7. Penambatan molekuler senyawa bioaktif Sophora flavescens terhadap protein ACE2 dan protease utama SARS-CoV-2

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi Komputasional
    Sampel:
    12 senyawa alkaloid dan flavonoid Sophora flavescens; target protein ACE2, 3CLpro, dan RdRp
    Dosis/Durasi:
    Tidak ada dosis; simulasi in silico / penambatan molekuler.
    Temuan:
    Senyawa kurarinone dan matrine menunjukkan afinitas ikatan tinggi terhadap ACE2 dan protease utama SARS-CoV-2. Hasil ini menunjukkan potensi sebagai kandidat antiviral, tetapi memerlukan validasi eksperimental lebih lanjut.

Advertisement


Cari: