Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Efek Suplementasi Ocimum tenuiflorum terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik: Sebuah Meta-Analisis Uji Klinis Acak

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    Meta-Analisis
    Sampel:
    12 uji klinis acak, total 738 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 250–1000 mg/hari; durasi 4–24 minggu.
    Temuan:
    Meta-analisis menunjukkan suplementasi Ocimum tenuiflorum secara signifikan menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan tekanan darah sistolik. Efek terhadap profil lipid masih heterogen sehingga memerlukan studi lanjutan.
  2. Pengaruh Ekstrak Ocimum tenuiflorum terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa dan HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2: Uji Klinis Acak Terkontrol Placebo

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    80 pasien diabetes melitus tipe 2 berusia 30–65 tahun
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak kering 500 mg, dua kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Kelompok yang menerima Ocimum tenuiflorum mengalami penurunan glukosa darah puasa dan HbA1c yang bermakna setelah 12 minggu dibandingkan plasebo. Tidak ada gangguan fungsi hati atau ginjal yang dilaporkan.
  3. Efek Adaptogenik Ocimum tenuiflorum terhadap Stres dan Fungsi Kognitif pada Dewasa Sehat: Uji Klinis Acak Tersamar Ganda

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    60 orang dewasa sehat dengan stres ringan hingga sedang
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak hidroalkoholik 300 mg sekali sehari selama 8 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi Ocimum tenuiflorum selama 8 minggu menurunkan skor stres dan kadar kortisol salivari secara signifikan. Peningkatan perhatian dan memori kerja juga dilaporkan pada kelompok intervensi.
  4. Efek Bubuk Daun Ocimum tenuiflorum terhadap Profil Lipid pada Dislipidemia Ringan: Sebuah Uji Klinis Terkontrol

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    54 pasien dislipidemia ringan
    Dosis/Durasi:
    Bubuk daun kering 1 g, dua kali sehari sebelum makan selama 8 minggu.
    Temuan:
    Pemberian bubuk daun Ocimum tenuiflorum menurunkan trigliserida dan LDL secara bermakna serta meningkatkan HDL. Efek tersebut mulai terlihat setelah 8 minggu intervensi.
  5. Efektivitas Obat Kumur Ekstrak Ocimum tenuiflorum terhadap Plak dan Gingivitis: Uji Klinis Randomisasi

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    45 pasien gingivitis kronis
    Dosis/Durasi:
    Obat kumur 10 mL, berkumur selama 30 detik, dua kali sehari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Obat kumur yang mengandung ekstrak Ocimum tenuiflorum mengurangi indeks plak dan indeks perdarahan gingiva secara signifikan dibandingkan plasebo. Efek samping ringan seperti rasa tidak nyaman tidak menghambat kepatuhan pasien.
  6. Pengaruh Suplementasi Ocimum tenuiflorum terhadap Respons Imun Mukosal dan Sistemik pada Individu Sehat

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    36 individu sehat berusia 18–45 tahun
    Dosis/Durasi:
    Kapsul ekstrak 750 mg/hari selama 4 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi Ocimum tenuiflorum meningkatkan sekresi IgA saliva dan aktivitas antioksidan total serum. Temuan ini mendukung potensi imunomodulator Ocimum tenuiflorum pada populasi sehat.
  7. Efektivitas Ocimum tenuiflorum sebagai Terapi Komplementer pada Infeksi Saluran Pernapasan Akut: Systematic Review

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    9 studi klinis, total 621 partisipan
    Dosis/Durasi:
    Sediaan teh atau ekstrak 300–1500 mg/hari selama 3–10 hari.
    Temuan:
    Review menemukan bukti pendahuluan bahwa Ocimum tenuiflorum dapat meredakan gejala batuk dan mempersingkat durasi infeksi saluran napas ringan. Kualitas metodologi sebagian besar studi rendah sehingga hasil perlu diinterpretasikan secara hati-hati.
  8. Pengaruh Ekstrak Ocimum tenuiflorum terhadap Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi Ringan: Uji Klinis Acak Terkontrol Plasebo

    Tahun:
    2023
    Tipe:
    RCT
    Sampel:
    58 pasien hipertensi derajat 1
    Dosis/Durasi:
    Ekstrak 250 mg, dua kali sehari selama 12 minggu.
    Temuan:
    Suplementasi Ocimum tenuiflorum selama 12 minggu menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik secara signifikan dibandingkan plasebo. Temuan ini mendukung penggunaan Ocimum tenuiflorum sebagai terapi adjuvan pada hipertensi ringan.

Advertisement


Cari: