Literatur

Studi Klinis & Meta-Analisis

  1. Alstonia scholaris: Tinjauan Sistematis Fitokimia, Kegunaan Tradisional, dan Aktivitas Farmakologi

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Systematic Review
    Sampel:
    38 artikel PubMed/Scopus yang memenuhi kriteria inklusi
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku (studi literatur)
    Temuan:
    Alstonia scholaris kaya akan alkaloid indol, triterpenoid, dan flavonoid yang berperan dalam aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antidiabetes, serta antimikroba. Senyawa ekstramin dan skolarisin dilaporkan menjadi penanda utama yang berkontribusi pada efek farmakologi tersebut.
  2. Alkaloid Indol dari Alstonia scholaris dengan Aktivitas Anti-inflamasi

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vitro
    Sampel:
    Isolat senyawa dari kulit dan daun Alstonia scholaris; sel RAW 264.7 yang distimulasi lipopolisakarida (LPS)
    Dosis/Durasi:
    Konsentrasi 5–40 µM; pra-perlakuan 1 jam lalu stimulasi LPS selama 24 jam
    Temuan:
    Empat alkaloid indol berhasil diisolasi dan menunjukkan penghambatan produksi nitrogen oksida (NO) pada sel RAW 264.7. Senyawa tersebut menekan ekspresi iNOS dan COX-2 secara tergantung dosis.
  3. Total Alkaloid Alstonia scholaris Meringankan Asma Alergi pada Mencit yang Diinduksi Ovalbumin

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (mencit BALB/c)
    Sampel:
    40 mencit BALB/c betina; 5 kelompok perlakuan (kontrol, ovalbumin/OVA, deksametason 2 mg/kg, alkaloid 50 dan 100 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    50 dan 100 mg/kg per oral setiap hari selama 14 hari setelah sensitisasi OVA
    Temuan:
    Pemberian total alkaloid menurunkan hiperresponsif bronkus, jumlah eosinofil, serta kadar IgE dan IL-4 pada cairan bronkoalveolar. Efek antiinflamasi ini sebanding dengan deksametason dalam menekan remodelling saluran napas.
  4. Ekstrak Daun Alstonia scholaris Memperbaiki Glikemik dan Stres Oksidatif pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Streptozotosin

    Tahun:
    2022
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (tikus Wistar)
    Sampel:
    36 tikus Wistar diabetes; 6 kelompok (normal, diabetes, metformin 200 mg/kg, ekstrak 100, 200, dan 400 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    100, 200, dan 400 mg/kg per oral selama 4 minggu
    Temuan:
    Ekstrak daun menurunkan glukosa darah puasa, HbA1c, dan HOMA-IR, serta meningkatkan kadar GSH dan SOD di jaringan pankreas. Perbaikan histologis sel beta pankreas terlihat pada kelompok dosis 400 mg/kg.
  5. Ekstrak Kulit Alstonia scholaris Melindungi Tikus dari Kerusakan Hati Akibat Karbon Tetraklorida

    Tahun:
    2020
    Tipe:
    Studi eksperimental in vivo (tikus Wistar jantan)
    Sampel:
    30 tikus Wistar jantan; 5 kelompok (normal, CCl4, silimarin 100 mg/kg, ekstrak 200 dan 400 mg/kg)
    Dosis/Durasi:
    200 dan 400 mg/kg per oral selama 14 hari; CCl4 diberikan intraperitoneal dua kali seminggu
    Temuan:
    Ekstrak menurunkan kadar ALT, AST, serta TNF-α, dan mencegah nekrosis dan fibrosis hati. Aktivitas hepatoprotektifnya didukung oleh peningkatan ekspresi Nrf2 dan enzim antioksidan.
  6. Penapisan Virtual Alkaloid Alstonia scholaris sebagai Kandidat Inhibitor Protease SARS-CoV-2

    Tahun:
    2021
    Tipe:
    Studi in silico (molecular docking)
    Sampel:
    12 alkaloid utama dari Alstonia scholaris; protein target Mpro (PDB: 6LU7) dan RdRp (PDB: 7BV2)
    Dosis/Durasi:
    Tidak berlaku; simulasi docking dan dinamika molekul dilakukan selama 100 ns
    Temuan:
    Senyawa skolarisin dan ekstramin menunjukkan energi ikatan yang lebih rendah dibandingkan ligan kontrol dan memenuhi kriteria ADMET. Kedua senyawa berpotensi dikembangkan sebagai inhibitor protease SARS-CoV-2.

Advertisement


Cari: