Wedang ini memadukan daun urang-aring (Eclipta prostrata) dengan jahe dan serai menjadi minuman hangat ala jamu kekinian. Cara minum ini mengikuti tradisi Ayurveda sebagai Bhringraj dan TCM sebagai Han Lian Cao, dengan dosis herbal yang umum dan aman.
| 9 g daun urang-aring kering (atau 20 g daun segar, cuci bersih) |
| 250 ml air |
| 10 g jahe, memarkan |
| 1 batang serai (bagian putih), memarkan |
| 15 ml madu (opsional) |
Kombinasi wedelolactone dan gingerol membantu meredakan peradangan ringan serta mendukung fungsi hati. Minuman ini juga memberi asupan antioksidan dari flavonoid yang membantu melindungi sel dari stres oksidatif.
Advertisement
Satu cangkir (sekitar 200 ml) sehari, maksimal 7 hari berturut-turut, lalu istirahat 2–3 hari. Jangan mengombinasikan dengan produk urang-aring lain pada hari yang sama.
Hindari penggunaan bersamaan dengan warfarin, aspirin, atau obat pengencer darah lain tanpa pengawasan dokter karena dapat memengaruhi pembekuan darah.
Hindari pada ibu hamil, ibu menyusui, anak di bawah 12 tahun, serta penderita diare kronis atau gangguan lambung berat.
Resep Herbal: #0833
Advertisement